Lele

Budidaya Lele Di Kolam Terpal Dengan Sistem Bioflok

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa.  Secara ekonomis, usaha budidaya lele sangat menguntungkan serta tidak membutuhkan perawatan yang tidak terlalu rumit.

Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan

  1. dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar bibit tinggi,
  2. Cara budidaya mudah dikuasai oleh masyarakat,
  3. Pemasarannya mudah
  4. Modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah (tergantung besar kecilnya biaya pakan)
  5. Selain itu, ikan lele memiliki kandungan gizi paling tinggi dibandingkan dengan jenis ikan perairan darat lain.

 

KANDUNGAN GIZI IKAN LELE

  1. Lele (budidaya), 1 fillet (141.5g) (dimasak, panas kering)
  2. Kalori: 217
  3. Protein: 26.7g
  4. Karbohidrat: 0.0g
  5. Total Fat: 11.5g
  6. Fiber: 0.0g

 

Bioflok adalah kumpulan dari berbagai organisme (bakteri, jamur, algae, protozoa, cacing, dll) yang tergabung dalam gumpalan (flok). Teknologi bioflok pada awalnya merupakan adopsi dari teknologi pengolahan limbah lumpur aktif secara biologi dengan melibatkan aktivitas mikroorganisme (seperti bakteri).

Baca Juga :  Mengenal Jenis Ikan Lele Dumbo di Kepulauan Indonesia

 

KELEBIHAN KOLAM TERPAL

  1. Praktis dan mudah
  2. Investasi kecil
  3. Tidak mudah terkena banjir
  4. Kontaminasi dengan tanah yang tidak diketahui kualitasnya dapat dihindari
  5. Kontrol terhadap kualitas dan kuantitas air lebih mudah
  6. Mudah melakukan pengeringan dan pembersihan
  7. Mudah melakukan panen
  8. Bisa dipindahkan

 

KEUNTUNGAN PENERAPAN BIOFLOK

1.   Pakan ikan lele akan lebih effisien (FCR bisa di bawah 1)

2.   Pertumbuhan ikan lele akan seragam, sehingga selama kegiatan budidaya tidak ada kegiatan penyortiran.

3.  Mengurangi sifat kanibalisme.

4.  Kecepatan pertumbuhan ikan yang lebih optimal dengan masa waktu panen yang lebih singkat

5.  Produktifitas tinggi

6. Padat tebar per meter3 yang lebih tinggi kisaran 500 benih-1000 benih/m3, bahkan bisa lebih.

7.  Ikan sehat dan gesit serta tidak mudah terserang penyakit.

Baca Juga :  Pengaruh Permintaan dan Penawaran Terhadap Harga Lele

 

PERSIAPAN KOLAM

  • Mengisi air kolam sampai ketinggian air kurang lebih 40 cm
  • Memasang peralatan (pompa/blower beserta perlengkapannya).
  • Perlakuan (treatment) air dilakukan dengan cara :
    – Garam krosok (non-iodium) ; 50 – 100 ppm.
    – Probiotik 10 cc per m3. Jenis probiotik yang digunakan adalah bakteri  bacillus sp.
    – Molase (tetes tebu) sebanyak 50 cc per m3.
    – Tepung terigu 5 – 10 ppm.
    –  Air diaerasi
    – Air dibiarkan selama 7 hari atau air   terlihat berubah warna atau terasa lebih licin.
    – Kolam siap ditebar.

    Melakukan pengadukan dan aerasi. Pengadukan dilakukan dengan menggunakan blower 100 wattyang dapat dimanfaatkan untuk 6 unit kolam bundar (5 m3) yang dipasang mulai dari awal pemeliharaan.

 

PERSYARATAN BIOFLOK

Beberapa persyaratan kolam bioflok all;

  • Konstruksi kolam harus kuat (beton, terpal, fiber);
  • Kedisiplinan yang kuat
  • Ketelitian yang tinggi;
  • Perlu keuletan;
  • Perlu peralatan untuk aerasi dan pengadukan;
  • Pemahaman terhadap teknologi budidaya.

PENEBARAN BENIH 

  • Pemilihan benih  yang   berkualitas
  • Dianjurkan menggunakan benih yang berkualitas baik
  • Sesuai dengan (SNI) Nomor 01-6484.2-2000
  • Benih yang ditebar sebaiknya yang sudah bisa makan pakan pellet
PROGRAM PAKAN LELE 
NoUmurBeratPanjangNomorJumlah
 (hari)(gr)(cm)PakanPakan x BB
11-102,5 – 57 – 816 – 5 %
211 – 205 – 2011 – 1225 – 4,5 %
321 – 3020 – 5015 – 1624,5  – 4 %
431 – 4050 – 8018 – 1934 – 3  %
541 – 5080 – 10020 – 2233 – 2  %
651 – 60> 100> 3032  %
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!