Ayam

Cara Beternak Ayam Kampung Unggul Balitnak dan Bibit Unggul

Pemeliharaan ayam kampung pada umumnya masih dilakukan secara ekstensif tradisional atau secara diumbar di halaman dan di kebun sekitar rumah, sehingga produktivitasnya rendah.

Karakteristik dan Keunggulan Ayam KUB

Warna bulu beragam,  seperti ayam kampung pada umumnya
 Bobot badan dewasa : 1.200-1.600 gram
 Bobot telur : 35-45 gram
 Umur pertama bertelur lebih awal (20- 22 minggu)
 Produktivitas telur lebih tinggi (130-160 butir/ekor/tahun)
 Produksi telur (henday) : 50%
 Puncak produksi telur : 65%
 Lebih tahan terhadap penyakit

Dengan merebaknya penyakit Flu burung yang menyerang ternak unggas akhir-akhir ini, pemeliharaan secara dilepas tidak dianjurkan lagi. Ayam kampung lebih dianjurkan untuk dipelihara secara intensif.

Permasalahan yang dihadapi dalam pengerribangan ayam kampung secara intensif, adalah sulitnya memperoleh bibit yang unggul, karena belum banyak yang mengusahakan bibit ayam kampung dalam jumlah banyak.

Baca Juga :  Tips Pengembangan Bisnis Ternak Ayam Potong Pedaging Broiler

Dalam upaya merespon kebutuhan teknologi pembibitan ayam kampung unggul, Balai Penelitian ternak telah melakukan berbagai keglatan penelitlan pada ayam kampung. Hasil penelitian menunjukkan, melalui teknologi seleksi disertai sistem pemeliharaan yang ‘intensif produktivitasnya dapat ditingkatkan. Dari Hasil seleksi ini dihasilkan ayam kampung unggul yang disebut dengan Ayam Kampung Unggul Balitnak (Ayam KUB).

Tahapan Kegiatan Seleksi Ayam Kampung

Kegiatan seleksi untuk mendapatkan ayam kampung unggul, telah diawali sejak tahun 1997 dengan cara mengambil calon bibit dari berbagai daerah di Jawa Barat yang meliputi Jatiwangi, Depok, Karakal Ciawi, DKI dan Cianjur.

Calon bibit ayam kampung tersebut, dipelihara secara intensif di kandang Percobaan Balitnak Ciawi. Perkawinan, dilakukan dengan teknik kawin suntik (IB) yang diikuti dengan recording yang ketat untuk menghindari terjadinya in breeding.

Baca Juga :  Prospek Bisnis Ayam Kampung Menghasilkan Rejeki Kota

Selama periode pemeliharaan, diberikan pakan standard yang sesuai dengan kebutuhan gizi ayam kampung.
Seleksi yang dilakukan terhadap indukinduk ayam kampung meliputi produktisi telur dan sifat mengeram. Pada induk ayam yang mempunyai sifat mengeram lama dan sering, dilakukan pengafkiran (culling). Seleksi juga dilakukan pada ayam pejantan dengan memeriksa kualitas spermanya.

Seleksi, dari generasi ke -1 sampai generasi ke – 6 dilakukan dengan tahapan sebagai berikut.
• Produksi telur setiap generasi diamati selama 6 bulan, kemudian dilakukan seleksi individu pada ayam yang mempunyai rataan produksi telur 50 % terbaik dan memiliki sifat tidak mengeram.
• Hasil seleksi tersebut disebut Gl (generasi 1) yang kemudian diperbanyak untuk menghasilkan Fl.
• Evaluasi produksi telur pada Fl juga dilakukan selama 6 bulan dan diseleksi dengan kriteria seleksi yang sama untuk menghasilkan G2 dan seterusnya sampai G6 (generasi 6).

Baca Juga :  Pola Usaha Ternak Ayam Pedaging Broiler

Seleksi dalam Pembentukan ayam kampung unggul yang kini disebut sebagai Ayam KUB (Ayam Kampung Unggul Balitnak) telah dilakukan selama 6 generasi, dimana satu generasi memerlukan waktu selama 12- 18 bulan.

 

Sumber:
Puslitbangnak. 2007. Petunjuk Teknis ManajemenPerkawinan Sapi Potong. Badan Litbang Pertanian, Bogor
Rianto, E dan Purbowati. 2009. Panduan Lengkap Sapi Potong. Penebar Swadaya, Jakarta

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!