Teh

Cara Tanam Teh dan Jenis Teh Yang Tersebar Di Indonesia

Tanaman teh berasal dari negara Cina, di daerah pegunungan dan tumbuh sesuai di daerah yang sejuk dengan ketinggian sampai dengan 2000 m di atas permukaan laut. Semakin tinggi daerah penanaman kualitas tehnya semakin baik. Tanah yang subur dan banyak curah hujan, penyinaran matahari cukup dan tidak terlalu
terik, dan sangat diperlukan pohon pelindung.(Dalimoenthe, 2006).

PPTK, (1992) faktor iklim yang perlu mendapat perhatian adalah suhu udara, curah hujan, sinar matahari, serta angin. Suhu udara, tanaman teh menghendaki suhu harian yang berkisar antara 13o- 25oC, kelembaban pada siang hari tidak kurang dari 70%.

Jenis Tanaman Teh

Berbagai jenis teh di Indonesia sudah tersedia, hanya yang membedakan adalah bahan baku dari jenis petikan dan bagaimana cara pengolahannya. Karena setiap umur daun menentukan bahan yang dikandungnya. (Tabel 1)
Tabel 2. Kandungan polifenol, serat kasar, catechin dan caffein pada pucuk

 

Jenis-Jenis Teh

Diantara berbagai jenis teh di dunia yang secara garis besar terdiri dari teh hitam, teh hijau dan teh Oolong (teh semi fermentasi), ternyata teh hitam merupakan jenis teh yang paling banyak diminum oleh bangsabangsa di dunia. Dari jumlah konsumsi teh dunia pada tahun 2007 sebesar 3,4 juta ton, ternyata konsumsi teh hitamnya mencapai 69% dari total konsumsi teh dunia. Kondisi ini terkait dengan rasa dan aroma dari teh hitam yang lebih menarik yang terbentuk selama proses oksidasi enzimatik pada proses pengolahan teh hitam.(Suprihatini, 2006)

Baca Juga :  Ekspor Teh Jadi Komoditas Unggulan Agrobisnis Petani Jawa Barat

1. Teh Hitam
Pengolahan teh hitam, setelah daun dipanen di lapangan kemudian disimpan selama 2 hari untuk proses oksidasi di tempat pengolahan agar warna merah air seduhannya dapat timbul. Teh hitam ini mengalami proses oksidasi yang lebih lama dibandingkan dengan teh lainnya. (PPTK, 2006). Teh hitam ini disebut juga sebagai teh merah oleh bangsa Cina, Jepang dan Korea.

Di dalam teh hitam ini kandungan katekinnya lebih sedikit dibandingkan dengan teh lainnya. Tiga cangkir teh hitam setiap hari dipercaya dapat menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jantung, menurunkan kadar kolesterol, hipertensi, dan stroke. Karena zat fl avonoid quercetin, kaempferol, dan myricetin dalam teh yang dapat mencegah kerusakan pembuluh darah akibat oksidasi kolesterol, mempengaruhi kadar hormon stress (Wildans,
2009).

Baca Juga :  Budidaya Perkebunan Teh Organik

Salah satu antioksidan yang kini tengah mendapat perhatian yang sangat luas dalam berbagai penelitian adalah theafl avin dari teh hitam. Meski tidak sepopuler nenek moyangnya (katekin), theafl avin yang terdapat dalam teh hitam sudah banyak dipelajari oleh sejumlah peneliti. Beberapa hasil riset menyatakan bahwa aktivitas antioksidan
theafl avin setara bahkan tidak sedikit yang menyatakan bahwa theafl avin lebih potensial dari pada katekin.

Theafl avin merupakan antioksidan alami yang sangat potensial karena kemampuannya sebagai penangkap radikal bebas sudah tidak dapat dipungkiri lagi kesahihannya (Rohdiana, 2009). Demikian pula, komponen utama pada teh yang berdaya kuat mencegah kanker adalah EGCG (epigalocatechin galat), ECG (epicatechin galat) dari grup katekin. (Suprihatini. 2000)

2. Teh Hijau
Jenis teh ini adalah yang paling populer di Cina dan Jepang. Juga dianggap sebagai teh yang paling bermanfaat bagi kesehatan, terutama karena khasiatnya melawankanker. Teh ini diperoleh dari pucuk daun teh segar yang mengalami pemanasan dengan uap air pada suhu tinggi (Wildans, 2009), Hasil pemeriksaan kandungan kimia fraksi etil asetat daun teh hijau menunjukkan terdapatnya fl avonoid, polifenol, tanin, monoterpenoid dan seskuiterpenoid, serta steroid dan triterpenoid.

Baca Juga :  Prospek Pengembangan Bisnis Teh Organik

Senyawa tersebut diduga menjadi zat aktif yang berperan dalam menghambat aktivitas bakteri.(Rohdiana et al.2009)

3. Teh Oolong
Teh tradisional cina yang mengalami proses oksidasi atau fermentasi sebagian. Karena hanya setengah difermentasi, bagian tepi daunnya berwarna kemerahan sedang bagian tengah daunnya tetap hijau.

Rasa seduhan teh oolong lebih mirip dengan teh hijau, namun warna dan aromanya kurang kuat dibandingkan teh hitam

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!