Agro Jatim

Genjot Produksi Pupuk Kompos Organik Desa Kraton

Penambahan volume sampah di Tepat Pegolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Kraton jadi jadi pelecut agar kinerja operator lebih maksimal. Sebab sampah kering memiliki nilai ekonomis. Sementar itu sampah basah dimanfaatkan untuk pembuatan kompos organik. Dua macam pengolahan itu dilakukan dengan cukup maksimal. Kini, kelompok swadayan Masyarakat (KSM) Kraton Indah sudah memiliki cap untuk kemasan kompos organik mereka.

Metode yang digunakan adalah open window. Setelah dipilih, sampah basah seperti dedaunan, sisa sayuran  dan buah kemudian dicacah. Sampah tersebut ditumpuk memancang dari satu lapis ke lapisan berikutnya. Ada pembatas berupa bambu berongga yang dibuat sebagai alas agar bau busuk berkurang.

Baca Juga :  Memanen untung dari Black Rice

Proses tersebut dibantu satu mesin pencacah. Ahmad said adalah operator yang biasanya mengoprasikan mesin tersebut ketika ketika proses pemilihan sampah  basah hampir tuntas. Bambu- bambu open window diletakkan dibagian dalam TPST agar kelembabannya terjaga. Said termasuk petugas lama di TPST Desa Kraton.

Selain dia ada juga yang senior. Yakni Suwardi yang menjadi operator di bawah naungan KSM KratonIndah sejak pertama TPST dibangun empat tahun lalu.  Salah satu yang membuatnya krasan adalah kepedulian pemerintah desa yang luar biasa. Selain subsidi buat gaji mereka, ketua KSM Kraton Indah Kharis Zsmroni memutuskan untuk memberikan seluruh hasil penjualan kepada petugas. “Awanya kami ambil 20% dari hasil penjualan, rasanya ngk mentolo” ujarnya.

Baca Juga :  Budi Daya Buncis

Karen itu Kharis terus mendorong produksi kompos ditingkatkan. Hasilnya lumayan untuk menambah kesejahteraan para operator. Dalam satu bulan, TPST bisa menghasilkan 30-50 kilo gram kompos organik berkualitas baik. Kualitas tersebut sudah dibuktikan dari keberhasilan tanaman para pelanggan. “Sudah dibeli banyak warga, dikampung, sama perumahan. Desa desa sebelah juga pesan” paparnya.

Desa Kebobaran dan Tempel menjadi pelanggan tetap kompos TPST Kraton. Kompos tersebut juga mulai digunakan para petani. Saat ini, RT X Desa Kraton ditunjuk sebagai Kawasan Rumah Pangan Lestar  (KRPL) oleh Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo. “Seluruh daerah penghijauan di lingkungan KRPL menggunakan pupuk organik dari kami,” terang kepala Desa Kraton.

Baca Juga :  Budidaya Kentang

Menurut dia, pengembangan TPST Kraton Indah akan terus berjalan. Salah satunya memaksimalkan fungsi Bank Sampah. “Saya tiap hari, mantau di sini. Targetnya, 2018 harus bisa mandiri dan nol sampah, ” karta mashudi.(via/c6/ai)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!