Padi

Istilah Teknis PTT (Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu) Padi dan Sawah

Istilah Teknis PTT Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu Padi dan Sawah

1. Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu atau disingkat PTT adalah pendekatan dalam upaya mengelola lahan, air, tanaman, OPT dan iklim secara terpadu/menyeluruh/holistik dan dapat diterapkan secara lumintu (berkelanjutan). PTT dapat diilustrasikan sebagai sistem pengelolaan yang menggabungkan berbagai sub sistem pengelolaan, seperti sub sistem pengelolaan Hara tanaman, Konservasi tanah dan air, Bahan organik dan organisme tanah, Tanaman (benih, varietas, bibit, populasi tanaman dan jarak tanam), Pengendalian hama dan penyakit/ organisme pengganggu tanaman, dan Sumberdaya manusia.

2. Benih Bermutu atau Benih Berkualitas atau Benih Bersertifikat adalah benih yang murni secara genetik sebagai pembawa potensi genetik suatu varietas, matang secara fisiologis dan memenuhi persyaratan mutu fisik berdasarkan prosedur pengujian untuk mendapatkan sertifikat (sertifikasi). Dalam sertifikasi benih, maka prosedur yang harus dilalui diantaranya pemeriksaan lapangan, / pemeriksaan gudang dan peralatan, pengawasan terhadap benih yang sedang diolah serta pemeriksaan laboratorium. Karakteristik yang mencerminkan mutu benih antara lain asli (genuine, authentic), mencerminkan karakteristik varietas yang diwakilinya, murni (tidak tercampur off-types), bersih dari kotoran (biji, gulma, tanaman lain, inert matter, immature seed), bernas, hidup (viable, tumbuh bila ditanam) dan sehat (tidak mengandung penyakit) dengan ketentuan persyaratan masing-masing berbeda sesuai dengan kelas benihnya.

3. Varietas adalah sekelompok tanaman dari suatu jenis atau spesies yang ditandai oleh bentuk tanaman, pertumbuhan tanaman, daun, bunga, buah, biji dan eksperesi karakteristik genotipe atau kombinasi genotipe yang dapat membedakan dari jenis atau spesies yang sama oleh sekurang-kurangnya satu sifat yang menentukan dan apabila diperbanyak tidak mengalami perubahan.

Baca Juga :  Budidaya Padi Gogo, Varietas Padi Unggul
adjuvant online breast cancer, advanced breast cancer, articles on breast cancer, best breast cancer hospitals, breakthrough breast cancer breast cancer treatment, Breast Cancer, breast cancer articles, breast cancer australia, breast cancer awareness, breast cancer awareness month, breast cancer campaign, breast cancer causes, breast cancer charities, breast cancer charity, breast cancer cure, breast cancer definition, breast cancer diagnosis, breast cancer facts, breast cancer foundation, breast cancer images, breast cancer in men, Breast Cancer Information, mesothelioma cancer

4. Varietas Unggul adalah varietas yang telah dilepas oleh pemerintah yang mempunyai kelebihan dalam potensi hasil dan/atau sifat-sifat lainnya. Varietas unggul dapat berupa hasil pemuliaan, baik melalui cara konvensional biasanya disebut sebagai Varietas Unggul Inbrida, melalui cara inkonvensional/ non-konvensional biasanya disebut sebagai Varietas Unggul Hibrida maupun introduksi atau dapat pula berupa varietas lokal disebut sebagai Varietas Unggul Lokal seperti Pandanwangi dan Rojolele.

5. Varietas Unggul Baru pengertiannya sama dengan No.4 hanya biasanya tergolong varietas unggul hasil pemuliaan secara konvensional/padi inbrida dan telah dilepas oleh pemerintah selama beberapa tahun terakhir.

6. Varietas Unggul Hibrida pengertiannya sama dengan No.4 hanya biasanya tergolong varietas unggul hasil pemuliaan secara non-konvensional/padi hibrida.

7. Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi adalah memberikan hara bagi tanaman dalam jumlah yang sesuai pada waktu yang tepatguna memenuhi kebutuhan tanaman selama pertumbuhannya pada suatu lokasi atau wilayah.

Bertujuan

(1) Memaksimumkan penyerapan hara oleh tanaman dari pupuk dan sumber hara dalam tanah;

(2) Memanfaatkan sebaik mungkin hara tersedia dalam bentuk jerami, sisa tanaman lain, dan pupuk kandang;

Baca Juga :  Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pupuk Organik

(3) Menggunakan pupuk anorganik seperlunya untuk mengatasi masalah kekurangan hara tertentu;

(4) Meminimumkan resiko kegagalan panen dengan menetapkan tingkat hasil yang realistis dan ekonomis serta menerapkan pemakaian pupuk secara efisien
dan hara berimbang; dan

(5) Memaksimumkan keuntungan dengan cara menghitung semua biaya masukan (input) termasuk tenaga kerja, pupuk organik, dan pupuk anorganik.

8. Pemupukan Berimbang adalah pemberian pupuk disesuaikan dengan kebutuhan hara tanaman dan ketersediaan hara di dalam tanah. Pengertian pemupukan berimbang berbeda dengan pemberian pupuk majemuk.

9. PUTS atau perangkat uji tanah sawah adalah alat bantu menganalisis tanah untuk mengetahui kandungan hara di dalam tanah (N, P, K dan pH tanah). Dengan menggunakan alat ini, maka status hara tanah sawah dapat ditentukan di lapangan dan rekomendasi pupuk ditetapkan sesuai kebutuhan tanaman.

10. PuPs versi 1.0 adalah program pemupukan padi sawah spesifik lokasi versi 1.0 bertujuan mengetahui rekomendasi pemupukan pada suatu lokasi berdasarkan beberapa input data yang diperlukan untuk merakit rekomendasi pemupukan padi sawah pada suatu wilayah. Program ini berjalan pada operating system windows dan dioperasikan menggunakan Microsoft Office Access.

11. Komponen Teknologi Dasar atau komponen teknologi utama adalah teknologi di dalam PTT yang memiliki pengaruh yang besar atau berkontribusi tinggi terhadap peningkatan produktivitas atau hasil panen. Agar peningkatan produktivitas terjadi secara nyata (signifikan), maka komponen teknologi yang tergolong ke dalam teknologi dasar harus diterapkan secara dengan baik dan benar.

12. Komponen Teknologi Pilihan atau komponen teknologi alternatif adalah teknologi di dalam PTT yang memiliki pengaruh atau kontribusi terhadap peningkatan produktivitas/hasil panen, walaupun pengaruhnya tidak sebesar pengaruh akibat penerapan teknologi dasar atau utama.

Baca Juga :  Budidaya Padi Gogo, Varietas Padi Unggul

13. Sekolah Lapangan (SL) PTT adalah salah satu metode penyuluhan, proses diseminasi atau proses tranformasi informasi dan teknologi PTT sebagai tempat belajar non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam menggali permasalahan, mengenali potensi/peluang, menyususn rencana usahatani, mengatasi permasalahan, mengambil keputusan, menerapkan teknologi, mengevaluasi dan memperbaiki teknologi sesuai dengan kondisi sumberdaya setempat secara berkelanjutan. Falsafah di dalam SL PTT adalah “Mendengar Saya Lupa, Melihat Saya Ingat, Melakukan Saya
Paham, Menemukan Sendiri Saya Kuasai”.

14. Laboratorium Lapangan (LL) adalah kawasan atau area yang berada di dalam wilayah hamparan SL-PTT, berfungsi sebagai lokasi/tempat percontohan teknologi rekomendasi, tempat belajar, tempat praktek penerapan teknologi, tempat percobaan atau pengujian komponen teknologi yang belum diketahui atau
dipahami oleh petani, tempat pengujian, dan tempat pengujian komponen teknologi hasil perbaikan petani disesuaikan dengan kondisi sosial budaya dan sosial ekonomi petani dan masyarakat setempat.

15. Wilayah Hamparan SL adalah hamparan lahan usahatani milik petanian atau yang dikuasakan kepada para petani/kelompok tani seluas 9-24 ha di sekitar lahan usahatani yang dialokasikan sebagai LL pada suatu hamparan 1 unit SL-PTT sebagaimana hasil musyawarah dan partisipasi pada saat perencanaan calon petani dan calon lokasi (CPCL) kegiatan SL-PTT. /Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)..

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!