Ayam

Kebutuhan Permodalan Ternak Ayam Broiler

Setelah tanah, modal merupakan faktor produksi yang tidak kalah pentingnya dalam produksi Ayam Broiler. Dalam arti kelangkaannya bahkan peranan faktor modal lebih menonjol lagi. Itulah sebabnya kadang-kadang orang mengatakan bahwa modal satu-satunya milik peternak adalah tanah di samping tenaga kerjanya yang dianggap rendah.

Soekartawi mengelompokan modal menjadi dua golongan, yaitu ;
a. Barang yang tidak habis dalam sekali produksi. Misalnya, peralatan pertanian, bangunan, yang dihitung biaya perawatan dan penyusutan selama 1 tahun.
b. Barang yang langsung habis dalam proses produksi seperti bibit, pupuk, obat-obatan dan sebagainya (Soekartawi, 2001).

Kebutuhan Permodalan Ternak Ayam Broiler

Dalam peternakan ayam, modal dikelompokkan menjadi dua (Rasyaf, 2002) yaitu modal untuk pengadaan lokasi peternakan dan pembangunan kandang serta modal untuk keperluan operasional. Modal operasional ini antara lain pembelian alat-alat peternakan, pakan ayam, bibit ayam, obat-obatan dan keperluan rutin operasional lainnya.

Baca Juga :  Cara Beternak Ayam Kampung Unggul Balitnak dan Bibit Unggul

a. Bibit Ayam Broiler :

Bibit ayam (DOC) merupakan faktor utama dalam usaha peternakan ayam ras pedaging, dan di antara bibit ayam ras pedaging terdapat perbedaan yang turut diakukan oleh peternak atau lembaga yang mengembangkannya. Pertumbuhan ayam ras pedaging pada saat masih bibit tidak selalu sama, ada bibit yang pada awalnya tumbuh dengan cepat, tetapi di masa akhir biasa-biasa saja, atau sebaliknya. Perbedaan pertumbuhan ini sangat bergantung pada perlakuan peternak, pembibit atau lembaga yang membibitkan ayam tersebut, sehingga peternak harus memperhatikan konversi pakan dan mortalitasnya (Rasyaf, 2008). Biaya penggunaan bibit merupakan biaya terbesar kedua. Kaitannya pegangan berproduksi secara teknis karena bibit akan mempengaruhi konversi ransum dan berat badan ayam. Rasyaf (1997) mengemukakan biaya tersebut berkisar antara 9 – 15% dari total biaya produksi.
b. Pakan ayam Ayam Broiler:

Baca Juga :  Daftar Harga Bibit Ayam Broiler DOC Area Jatim

Biaya pakan merupakan biaya variabel terbesar yaitu sekitar 60% dari total biaya produksi. Demikian pula dalam penelitian Sumartini dalam Rita Yunus, 2009, bahwa biaya pakan mencapai 58,13% – 66,22% dari seluruh biaya operasional, dan penelitian Sutawi (1999) juga menyimpulkan bahwa biaya produksi terbesar digunakan adalah biaya pakan yaitu 61,75% – 82.14%.
c. Vaksinasi Ayam Broiler:

Vaksinasi perlu diberikan untuk menanggulangi dan mencegah penyakit menular, tapi minimnya pengetahuan akan berpengaruh terhadap proses vaksinasi. Obat atau antibiotik dapat didefinisikan sebagai antibakteri yang diperoleh dari metabolit fungsi dan bakteri, sedangkanvitamin merupakan komponen organik yang berperan penting dalam metabolisme tubuh, walaupun ayam dalam jumlah sedikit, vitamin tetap dibutuhkan dan berperan cukup besar
d. Penghangat Ayam Broiler:

Faktor usaha bahan bakar dalam usaha peternakan ayam ras pedaging dikaitkan dengan penggunaan indukan atau brooder. Alat ini berfungsi menyerupai induk ayam ketika baru menetas. Sumber panas yang bisa digunakan bermacam-macam, mulai dari kompor, minyak, gas, lampu pijar atau air panas. Tujuan utama indukan adalah memberikan kehangatan bagi ayam, agar dapat menunjang keberhasilan pemeliharaan.

Baca Juga :  Usaha Agribisnis Ayam Ras Pedaging Broiler Begitu Menguntungkan

Karena besarnya modal yang digunakan untuk pengadaan lokasi dan pembangunan kandang, maka berkembanglah sistem sewa peternakan. Peternak yang mempunyai modal pas-pasan harus mencari peternakan yang kosong sebagai lokasi untuk peternakannya. Sedangkan sisa modal yang terbatas tersebut digunakan untuk keperluan modal operasional.

Tag:

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!