Lele

Pakan dan Kebiasaan Makan Lele Dumbo

Pakan merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan budidaya, karena pakan diperlukan ikan untuk pemeliharaan kondisi tubuh, aktivitas, pertumbuhan dan reproduksi. Pakan yang diberikan pada spesies kultur ada dua macam yaitu pakan alami dan pakan buatan. Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan adalah frekuensi pemberian pakan dan konversi pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan daging atau berat ikan. Pakan alami ikan lele berupa jasad hewani yaitu crustacea kecil, larva serangga (kutu air, jentik nyamuk), cacing dan molusca (Susanto, 1988). Semua itu menunjukan bahwa ikan lele bersifat omnivora cenderung karnivora (Pillay, 1990).

Kebiasaan Makan Lele Dumbo

Selain itu, benih ikan lele bersifat kanibal. Pada penelitian yang dilakukan oleh Hecht dan Appelbaum (1987), mortalitas benih akibat kanibalisme lebih besar dari mortalitas alami. Upaya penumbuhan pakan alami melalui pemupukan kolam. Pemupukan kolam dapat dilakukan dengan pemberian pupuk kandang 1-3 kg/m2 dicampur dengan urea 6 gr /m2, SP -364 gr/m2, KCL 4,5 gr/m2 dan kapur pertanian 100-200 gr/m2. Pemberian pupuk tersebut dilakukan 5-7 hari sebelum ikan ditebar, atau 1-3 hari sebelum diairi (DEPTAN,1999).

 

Rustidja (1984) dalam Rukmana (2003) menyatakan bahwa benih lele mulai mengambil pakan dari luar setelah berumur 100 jam dari waktu penetasannya. Baik tidaknya pertumbuhan lele selanjutnya ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah ketersediaan pakan dalam kolam. Pada pakan pertama benih ikan harus mempunyai ukuran yang kecil dan sesuai dengan bukaan mulut benih, kandungan energi yang cukup tinggi, dapat dicerna dan menarik perhatian, serta tersedia dalam jumlah banyak.

Baca Juga :  Lokasi Ideal dan Kondisi Air Budidaya Pembesaran Ikan Lele Cepat Panen

Menurut Hogedorn (1980) dalam Rukmana (2003), ketersediaan pakan alami merupakan faktor pembatas bagi kehidupan benih di kolam. Pakan alami
merupakan jasad-jasad hidup yang dibudidayakan sebagai pakan untuk ikan. Ukuran pakan alami harus sesuai dengan bukaan mulut dan mempunyai nilai gizi yang tinggi. Selain itu, pakan alami mempunyai gerakan yang lambat sehingga mudah dimakan oleh ikan. Sebagai karnivora, ikan lele mampu memakan zooplankton sampai ikan kecil (Vivien et al., 1986 dalam Hamsyah, 2004 ). Oleh sebab itu, zooplankton sebagai pakan pertama berbagai spesies ikan penting dalam kolam pendederan.

Pakan alami untuk ikan karnivora diantaranya serangga dalam stadium akuatik dan invertebrata lainnya. Invertebrata yang baik sebagai pakan alami adalah annelida (cacing tanah dan cacing rambut), moluska dan krustasea (Lagler, 1977 dalam Machditiara, 2003). Cacing akuatik ini sangat penting keberadaannya di air
sebagai pakan alami ikan.

Baca Juga :  Mengenal Jenis Ikan Lele Dumbo di Kepulauan Indonesia

Pakan buatan merupakan campuran dari berbagai bahan yang diolah menurut keperluan untuk diberikan ke ikan sebagai sumber energi. Pemberian pakan pada benih ikan umur 7 sampai 15 hari biasanya diberi pakan dalam bentuk tepung dan remah. Benih umur 15 sampai 30 hari dapat diberi pakan berupa pelet yang berdiameter ± 1 mm atau disesuaikan dengan bukaan mulut ikan. Pakan ini diberikan 3-5 kali sehari (Soetomo, 1987).

Frekuensi pemberian pakan adalah jumlah pemberian pakan per satuan waktu, misalnya dalam satu hari pakan diberikan tiga kali. Pada ukuran larva
frekuensi pemberian pakan harus tinggi karena laju pengosongan lambungnya lebih cepat, dan dengan semakin besarnya ukuran ikan yang dipelihara maka frekuensi pemberian pakannya semakin jarang. Laju evakuasi pakan didalam lambung atau pengosongan lambung ini tergantung pada ukuran dan jenis ikan kultur, serta suhu air (Effendi, 2004). Untuk ikan lele, satu sampai tiga hari setelah tebar pakan diberikan empat kali dalam sehari dan setelah itu tiga kali.

Menurut Effendi (2004), konversi pakan tergantung pada spesies ikan (kebiasaan makan, tingkat tropik, ukuran/ stadia,) yang dikulturkan, kualitas air meliputi kadar oksigen dan amoniak serta suhu air, dan pakan baik secara kualitas maupun kuantitas. Efisiensi pakan adalah bobot basah daging ikan yang diperoleh per satuan berat kering pakan yang diberikan (Watanabe, 1988 dalam Hasanah, 2003). Hal ini sangat berguna untuk membandingkan nilai pakan yang mendukung pertambahan bobot. Efisien pakan berubah sejalan dengan tingkat pemberian pakan dan ukuran ikan. Menurut Schmitou (1992) dalam Hasanah (2003), efisiensi pakan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kualitas pakan, jumlah pakan, spesies ikan, ukuran ikan dan kualitas air.

Baca Juga :  Penyakit Lele, Penyebab Ikan Lele Mati, Tips Mencegah dan Pengobatannya

Pakan Ikan Lele Dumbo

Pakan yang diberikan harus mampu memenuhi kebutuhan energi ikan lele dumbo. Berdasarkan SNI 01-4087-2006 karakteristik pakan buatan yang dapat
diberikan untuk ikan lele dumbo.

 

 

Pakan yang diberikan tidak semua dimakan dan dapat dimanfaatkan oleh ikan. Jumlah pakan yang dapat dimanfaatkan oleh ikan bergantung pada komposisi
penyusun pakan (Garling dan Ramseyer ,1997).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!