Industri Agro

Penerapan Teknologi Untuk Agroindustri

Salah satu kendala dalam pengembangan agroindustri di Indonesia adalah kemampuan mengolah produk yang masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan sebagian besar komoditas pertanian yang diekspor merupakan bahan mentah dengan indeks retensi pengolahan sebesar 71-75%. Angka tersebut menunjukkan bahwa hanya 25-29% produk pertanian Indonesia yang diekspor dalam bentuk olahan. Kondisi ini tentu saja memperkecil nilai tambah yang yang diperoleh dari ekspor produk pertanian, sehingga pengolahan lebih lanjut menjadi tuntutan bagi perkembangan agroindustri di era global ini.

Teknologi yang digolongkan sebagai teknologi agroindustri produk pertanian begitu beragam dan sangat luas mencakup teknologi pascapanen dan teknologi proses. Untuk memudahkan, secara garis besar teknologi pascapanen digolongkan berdasarkan tahapannya yaitu, tahap atau tahap sebelum pengolahan, tahap pengolahan dan tahap pengolahan lanjut [6]. Perlakuan pascapanen tahap awal meliputi, pembersihan, pengeringan, sortasi dan pengeringan berdasarkan mutu, pengemasan, transport dan penyimpanan, pemotongan/pengirisan, penghilangan biji, pengupasan dan lainnya.

Baca Juga :  Manfaat Bawang Merah, Red Onion

Perlakuan pascapanen tahap pengolahan antara lain, fermentasi, oksidasi, ekstraksi buah, ekstraksi rempah, distilasi dan sebagainya. Sedangkan contoh perlakuan pascapanen tahap lanjut dapat digolongkan ke dalam teknologi proses untuk agroindustri, yaitu penerapan pengubahan (kimiawi, biokimiawi, fisik) pada hasil pertanian menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi seperti,

  1. Kakao ; lemak kakao,bubuk kakao, produk coklat.
  2. Kopi ; Kopi bakar, produk-produk kopi, minuman, kafein.
  3. Teh ; Produk-produk teh, minuman kesehatan.
  4. Ekstrak/oleoresin ; produk-produk dalam bentuk bubuk atau enkapsulasi.
  5. Minyak atsiri ; produk-produk aromaterapi, isolat dan turunan kimia.
Baca Juga :  KHG (Komunitas Hidroponik Gresik) Kini Punya Kebun Hidroponik Skala Industri

Produk-produk yang dihasilkan ada yang dapat digunakan secara langsung dari sejak tahap awal, seperti rempah-rempah, sari buah dan lainnya, serta ada pula yang menjadi bahan baku untuk industri lainya, seperti industri makanan, kimia dan farmasi.

Contoh penerapan teknologi untuk produk agroindustri

Bahan DasarTeknologi yang DiterapkanProduk
PadiPengeringan, penggilinganBeras
Ubi kayuSortasi, pemarutan, ekstraksi, pengayakan, pengeringanTapioka
Buah KelapaPengeringan, pengempaan, hidrolisis, penyabunan, pemucatan (bleaching), penghilangan bau (deodorisasi)Minyak goreng
TebuPemerasan, evaporasi, penjernihan (karbonisasi, sulfitasi), kristalisasiGula pasir
Daun tehPelayuan, fermentesi, pengeringanteh hitam
Daun nilamPenyulingan (distilasi)Minyak nilam
Getah karetPenggumpalan (koagulan), pengepresan, pembentukan, pengasapanKaret sit asap (RSS)
Minyak nabatiNetralisasi, esterifikasiOleokimia (ester)
Minyak nilamIsolasi, ekstraksi, pemurnianIsolat
Ubi kayuPemarutan, likuifaksi, sakarifikasi isomerasi, pemisahan (kromatografi)Gula cair fruktosa
OnggokFermentasi, klasifikasi, asidifikasi, kristalisasiAsam sitrat
Tetes tebuFermentasi, penggaraman, kristalisasiMSG (monosodium glutamat)
Biji kakaoFermentasi, pengeringan, penggilingan, pengempaan, formulasiCokelat
Kulit udangPengeringan, penggilingan, penghilangan protein, penghilangan mineral, destilasiKhitin, Khitosan
Rumput lautPengeringan, penggilingan, ekstraksi, pemurnianKaragenan
KayuPenghancuran, pemasakan dengan soda atau sulfat, termomekanisPulp
PulpPenghancuran (beating), penghalusan (refining), penambahan bahan pengisiKertas
Baca Juga :  Prospek Pengembangan Sistem Agribisnis Di Indonesia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!