Cabai

Pengelolaan Tanaman Terpadu Usaha Tani Budidaya Cabai Merah

Budidaya Cabe MerahCabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang cukup penting di Indonesia, baik sebagai komoditas yang dikonsumsi di dalam negeri maupun sebagai komoditas ekspor. Produksi cabai merah di Jawa Barat pada tahun 2006 sebesar 1.813.659 ton menjadi 1.847.642 ton pada tahun 2007. Meskipun secara statistik produksi cabai merah di Jawa Barat meningkat, tetapi secara nasional produksi tersebut belum dapat mencukupi kebutuhan.

Sebagai upaya pemecahan masalah tersebut telah dirancang suatu rakitan teknologi usahatani cabai merah yang dapat meningkatkan produksi dan mengurangi penggunaan pestisida kimia yaitu melalui rakitan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).

Komponen Teknologi PTT Cabai Merah

1. Penyiapan Benih Cabai Merah

– Benih berkualitas berlabel,
– Penggunaan benih unggul diantaranya Varietas Tanjung 2, Lembang 1 dan Hot Chilli,
– Keperluan benin per hektar 300-400 gram.

2. Persemaian Cabai Merah

– Penyemaian dilakukan  pada tempat khusus berupa bedengan,
– Media persemaian adalah tanah halus dan pupuk kandang,

– Strerilisasi media dengan uap panas selama 6 jam,

– Rendam benih di dalam air hangat (± 50 C) atau larutan Previcur N (1cc/liter) selama 1 jam,

– Benih disebar merata pada bedengan,

– Setelah berumur 12-14 hari hari atau telah terbentuk 2 helai daun, bibit dipindahkan ke dalam bumbungan atau bekongan.

 

3. Penyiapan Lahan Cabai Merah

– Bertujuan untuk memperbaiki drainase dan aerasi tanah,

– Pembajakan , pencangkulan , pembersihan gulma, perataan tanah,

– Bedengan dibuat dengan lebar 1-1,2 m, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 – 50 cm, Gunakan mulsa plasik hitam perak.

 

4. Penanaman Cabai Merah

– Penanaman dilakukan pada setiap lubang tanam yang telah disiapkan dengan jarak 50-60 x 40-50 cm,

– Pada saat tanam bedengan berada pada keadaan kapasitas lapang,

– Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari.

 

5. Pemupukan Cabai Merah

– Pemukan dasar berupa pupuk kandang, diberikan pada saat pengolahan tanah dengan dosis 15-30 ton/ha, di atas pupuk kandang di sebagian pupuk buatan dengan dosis SP-36: 300- 400 kg/ha,

– Pupuk susulan terdiri atas Urea 200-300 kg/ha, ZA 400-500 kg/ha, dan KCl 250-300 kg/Ha. atau

– Pupuk dasar berupa pupuk kandang diberikan pada saat pengolahan tanah dengan dosis 15- 30 ton/ha dan NPK 16-16-16 sebanyak 700- 1.000 kg/ha,

– Pupuk susulan berupa NPK 16-16-16 sebanyak 300-500 kg/ha dengan cara dicor.

 

6. Pengairan Cabai Merah

– Kelembaban tanah dijaga pada kondisi kapasitas lapang (60-80%),

– Masa kritis pada saat masa vegetatif cepat, pembungaan dan pembuahan,

– Sistem penyiraman disesuaikan dengan keadaan air dan kondisi lahan.

 

7. Pengendalian OPT

 

– Dilakukan berdasarkan konsep PHT,

– Pestisida kimia digunakan sebagai alternatif terakhir dengan memperhatikan cara, waktu dan dosis yang tepat,

– Dapat juga digunakan bahan-bahan alami (pestisida nabati).

 

8. Panen dan Pascapanen

– Panen pertama pada umur 60-75 hari interval 3-7 hari,
– Bila untuk dikirim jauh sebaiknya dipanen sebelum matang penuh
– Buah yang akan dikeringkan dipanen setelah matang penuh,
– Kemasan cabai dapat berupa karung jala atau kotak yang berlubang.

 

Diskripsi Varietas Cabai

1. Varietas Hot Chili
– Daun kecil, tanaman tegak dan agak tinggi.
– Pertumbuhan kuat dan subur.
– Masa panen panjang.
– Panjang buah 13 cm dengan berat 7,5-12,5 gram.
– Kulit buah halus dan mengkilap.
– Warna buah tua, merah.
– Daya adaptasi tinggi.
– Potensi hasil mencapai 22 ton.
2. Tanjung-2
– Umur mulai panen 58 HST.
– Tinggi tanaman 55 cm.
– Tipe tumbuh menyebar.
– Warna buah tua, merah tua.
– Permukaan buah rata dan kusam.
– Ujung buah runcing.

– Potensi hasil 6-19,9 ton/ha.
– Peka terhadap pengisap daun.
– Agak toleran terhadap penyakit anthraknose.
3. Lembang-1
– Umur mulai panen 63 HST.
– Tinggi tanaman 65 cm.
– Tipe tumbuh kompak.
– Warna buah tua, merah.
– Permukaan buah bergelombang dan mengkilap, ujung buah runcing.
– Potensi hasil 5,6-19 ton/ha.
– Agak toleran terhadap Thrips.
– Agak tahan terhadap penyakit anthraknose.

Keunggulan PTT cabe antara lain:

1. Meningkatkan produksi sampai 30%.
2. Dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi s/d 10 %.
3. Mengurangi pencemaran lingkungan.

tag: pupuk cabe merah yang bagus,  cabai rawit,  budidaya cabe merah dalam polybag,  budidaya cabe merah keriting,  cabai hijau,  penyakit tanaman cabe, Budidaya Cabe Merah

 

Tag:

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!