Peternakan

Permasalahan Pokok Yang Dihadapi Dalam Pembangunan Peternakan Kota dan Pedesaan

Aspek penting yang berpengaruh dan penentuannya didasarkan kepada permasalahan pokok yang dihadapi dalam pembangunan peternakan, dalam hal ini yang menjadi tolak ukur pertimbangan adalah peternak yang umumnya tinggal di pinggiran kota dan pedesaan, antara lain :
1. Kegiatan perbaikan dan peningkatan mutu Sumber Daya Manusia/ SDM peternak perlu mendapat perhatian yang mendasar, utama dan pertama dilakukan dengan pengelolaanya dengan baik. SDM peternak diartikan sebagai masuk katagori stakeholder peternakan meliputi peternak/ kelompok peternak, pengusaha/ asosiasi dibidang peternakan, instansi pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi dan masyarakat pemerhati perlu diwujudkan dalam satu wadah konsorsium/ forum untuk melahirkan konsep-konsep/ model serta bersepakat pada suatu komitmen/ tekad bersama mengambil langkah-langkah mendasar dalam pembangunan sektor peternakan yaitu bersikap transparan, saling mengisi, bersinergi, sikronisasi kegiatan, meninggalkan sikap penonjolan diri/ kepentingan pribadi/ kelompok/ sektor, berbagi informasi sebagai asupan untuk keluaran peternakan yang lebih produktif.
2. Kegiatan perbaikan dan perkembangan organisasi peternak dan sektor ini perlu di rativikasi kembali dengan baik. Peran peternak melalui kelompok atau asosiasi dalam setiap tahapan alur agribisnis peternakan perlu ditingkatkan, sehingga nilai tambah dari aktifitas setiap tahap alur agribisnis peternakan menjadi milik peternak sepenuhnya.

Dukungan kepada kelompok hendaknya lebih serius dan tepat sasaran, yang diawali dengan penetapan baseline karakter kelompok apakah pemula, madya atau advance, untuk diikuti tindakan melakukan pembinaan berkesinambungan berdasarkan suatu program yang terencana secara cermat dan terlaksana secara baik dalam artian seperti tekad bersama sebagaimana uraian diatas.

Keseluruhan peternak dinaungi oleh organisasi peternak seperti assosiasi peternak kambing, assosiasi peternak sapi dan kerbau, assosiasi peternak unggas, assosiasi peternak babi dll. Assosiasi-assosiasi tersebut bertanggungjawab untuk merubah kondisi yang semula predikatnya sebagai usaha sambilan berubah menjadi usaha utama yang berskala usaha kecil dan menengah.
3. Kegiatan pengadaan bahan pakan ternak perlu mendapat perhatian serius. Perihal ketersediaan pakan ternak, cukup menjadi masalah besar dalam pengembangan peternakan ruminansia. Semua praktisi usaha peternakan menyetujui bahwa pakan merupakan faktor kunci utama terhadap keberhasilan usaha peternakan dan sampai saat ini masih menyedot porsi terbesar dari biaya produksi yang kisarannya 70 – 80 % dan perolehannya susah-susah gampang.

Baca Juga :  Keunggulan Penggunaan Tetes Tebu Dalam Industri Peternakan

Disatu sisi bahan pakan berlimpah seperti bahan pakan yang berasal dari limbah pertanian dan perkebunan tetapi sejauh ini sangat sulit untuk pemanfaatannya. Disamping tidak terlalu mudah dalam perolehannya, teknologi pengolahannya pun tidak tersentuh dan tidak gampang dapat diakses oleh peternak.

4. Kegiatan perbibitan dan mutu genetik ternak. Jenis/bangsa ternak yang perlu mendapat perhatian besar adalah jenis ternak lokal dengan pertimbangan bahwa ternak tersebut telah beradaptasi dengan lingkungan serta peternak telah memiliki pengalaman dan kepahaman serta mengenal lebih dekat ternak tersebut.

adjuvant online breast cancer, advanced breast cancer, articles on breast cancer, best breast cancer hospitals, breakthrough breast cancer breast cancer treatment, Breast Cancer, breast cancer articles, breast cancer australia, breast cancer awareness, breast cancer awareness month, breast cancer campaign, breast cancer causes, breast cancer charities, breast cancer charity, breast cancer cure, breast cancer definition, breast cancer diagnosis, breast cancer facts, breast cancer foundation, breast cancer images, breast cancer in men, Breast Cancer Information, mesothelioma cancer

Untuk ternak unggas seperti ayam kampung baik untuk petelur maupun untuk pedaging. Untuk ternak sapi seperti sapi aceh, hisar, sapi peranakan ongole/ po merupakan jenis-jenis yang telah mendapat tempat di hati masyarakat. Demikian juga halnya dengan ternak kambing, babi dan domba. Permasalahannya adalah seberapa jauh telah dilakukan perbaikan genetik terhadap ternak tersebut. Upaya up grading terhadap jenis ternak lokal sangat penting diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang terencana secara cermat dan terlaksana secara berkesinambungan misalnya dengan membuat sentra-sentra bibit ditiap kabupaten menjadi sumber bibit dengan kualitas genetik yang baik dan terjamin.
5. Kegiatan peningkatan mutu budidaya ternak : permaslahan utama dengan pemeliharaan ternak oleh petani adalah kurang banyak sentuhan teknologi, bahkan kandang sekalipun sering tidak terlihat pada peternak yang memelihara ternak sapi dan kerbau, didesa-desa terkadang hanya memanfaatkan kolong rumah terutama untuk ternak kambing dan domba demikian juga halnya dengan ternak babi. Sedangkan untuk ternak ayam tidak jauh berbeda. Apalagi tentang tindakan vaksinasi hampir tidak dilakukan dan pengobatan ternak hanya mengandalkan obat-obat tradisional.

Baca Juga :  Pengusaha Ibu Rumah Tangga Ternak 75 Ekor Kambing HCS Tanpa Ngarit

Pemeliharaan ternak secara menyebar luas di sebaran pedesaan, pada akhirnya sulit menerapkan teknologi. Untuk itu wajar pengembangan ternak secara kawasan didorong tumbuh kembangnya serta diikuti dengan pembinaan dan dukungan lainnya dalam perwujudannya. Kawasan tersebut dapat dilihat kaitannya dengan komoditi lainnya dapat pula sebagai usaha pokok/ utama di peternak-peternak tersebut.
6. Kegiatan Pengolahan Pasca Panen : Tehnologi pasca panen masih jauh dari wawasan peternak kita dan boleh kita katakan belum menjadi fokus, sasaran/ target sebagai usaha kecil atau menengah dan peternak umumnya hanya menjualkan ternak hidup sebagaimana dia pelihara tanpa ada upaya untuk melakukan diversifikasi seperti telur menjadi telur asin dan seterusnya sehingga tidak ada perolehan nilai tambah. Perihal seperti ini sebenarnya dapat dilakukan peternak melalui asosiasi peternak yang eksis dengan baik.
7. Kegiatan peningkatan kondisi pemasaran ternak. Secara individu peternak tidak memiliki posisi tawar yang melindungi peternak pada transaksi jual ternak di pasar hewan. Banyak kejadian peternak memasarkan ternaknya memiliki kelemahan terutama tentang penentuan harga transaksi, kelemahan yang ditemui dalam penaksiran bobot badan dan berat daging bersih oleh pedagang perantara selalu merugikan peternak dan peternak berada pada posisi yang kuarng berdaya.

Baca Juga :  Tips Kandang Indukan Puyuh Dan Kandang Burung Puyuh Dewasa

Dukungan dan perhatian dari assosiasi ternak belum ada, begitu juga dukungan oleh pemerintah belum optimal dan organisasi khusus yang bertanggungjawab dalam pelelangan ternak di pasar hewan belum ada. Sistem dan mekanisme pemasaran yang berlangsung saat ini belum ada perubahan dari sebelumnya sebagai bukti dari tidak adanya perhatian pemerintah tersebut disamping itu assosiasi peternak pun tidak pernah mengalokasikan pemikirannya terhadap hal ini.

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan dan strategi yang dilakukan selama ini dalam pengembangan sektor peternakan, tidak mencapai sasaran sebagaimana yang diinginkan. Melalui tulisan ini, berbagai kegiatan diatas dinilai merupakan kegiatan utama yang perlu mendapatkan perhatian yang serius oleh semua pihak. Dan selanjutnya di sarankan, kiranya sudah waktunya agar setiap tahun atas semua kegiatan peternak yang dilakukan oleh pemerintah dan asosiasi perlu mendapatkan kajian dan evaluasi program, kebijakan oleh lembaga independen dan hasilnya menjadi kebijakan dalam penyusunan program tahun dengan harapan setiap tahunnya dapat direncanakan suatu kegiatan yang tepat sasaran dan efektif sebagai pemacu terhadap pelaksanaan pembangunan peternakan yang terus ditumbuh-kembangkan./Dinas Peternakan Provinsi

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!