Bisnis

Permintaan Global Terhadap Ikan dan Produk Perikanan Komoditi Ekspor

Permintaan global terhadap ikan dan produk perikanan lainnya dalam sepuluh tahun terakhir meningkat, terutama setelah munculnya wabah penyakit sapi gila, flu burung, serta penyakit kuku dan mulut. Disamping itu, sekarang ini sedang terjadi perubahan kecenderungan konsumsi dunia dari protein hewani ke protein ikan.

Komoditi perikanan merupakan komoditi ekspor dimana kebutuhan ikan dunia meningkat rata-rata 5 persen per tahun. Kebutuhan ikan dunia pada tahun 2000 berjumlah 126 juta ton per tahun dengan kenaikan rata-rata 2,8 juta ton per tahun. Tujuh puluh persen nilai tersebut dikonsumsi untuk pangan.

Dalam tahun 2016, kebutuhan ikan dunia sudah mencapai 140 juta ton. Lebih lanjut, diketahui bahwa kebutuhan ikan segar dunia naik mencapai 45 persen (FAO). Dari jumlah tersebut, market share Indonesia hanya 3,57 persen.

Namun bila dibandingkan antara yang terjadi di negara-negara maju dengan di Indonesia, tingkat konsumsi ikan rata-rata per kapita per tahun di Hongkong, Singapura, Taiwan, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Malaysia berturut-turut adalah 80, 70, 65, 60, 35, dan 30 kg. Sedangkan tingkat konsumsi ikan rata-rata bangsa Indonesia pada tahun 1997 sebesar 19,05 kg/orang/tahun, dan pada tahun 2001 konsumsi ikan rata-rata nasional meningkat menjadi 22,27 kg/kapita per tahun.

Baca Juga :  Teknis Pemeliharaan Ikan Lele Dumbo Hasilkan Omega 3 Tinggi

Dengan demikian pada tahun 2001 di Indonesia saja dibutuhkan 4,4 juta ton ikan. Dengan penduduk sekitar 220 juta jiwa dan cenderung akan terus bertambah, Indonesia menjadi negara terpadat dan terbesar nomor empat di dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Angka ini memberikan gambaran yang nyata bahwa kebutuhan pangan akan terus meningkat.

Konsumsi ikan pada masa mendatang diperkirakan akan meningkat seiring dengan peningkatan kesejahteraan dan kesadaran masyarakat akan arti penting nilai gizi produk perikanan bagi kesehatan dan kecerdasan otak.

Sebagaimana  gambaran di atas, konsumsi ikan di Indonesia dalam periode tahun 1997 sampai dengan 2001 meningkat yaitu dari 19,05 kg per kapita per tahun menjadi 22,27 kg per kapita per tahun. Dengan adanya peningkatan rata-rata sebesar 2,67 persen per tahun, kecenderungan peningkatan konsumsi ikan juga terlihat sampai tahun-tahun mendatang.

Usaha budidaya pembesaran ikan lele di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tidak terlepas dari potensi dan perkembangan perikanan secara umum di Kabupaten Sleman. Salah satu faktor penting yang menjadi pendorong adalah peningkatan konsumsi ikan di Kabupaten Sleman yaitu pada tahun 2015 terjadi peningkatan sebesar 16 persen, yakni dari 17,5 kg/kapita/tahun pada tahun 2005 menjadi 20,3 kg/kapita/tahun pada tahun 2006.

Baca Juga :  Teknik Usaha Budidaya Ikan Lele dan Pemasarannya di Kabupaten Sleman

Sementara pendapatan bidang perikanan di tahun 2015 meningkat sebesar 0,6 persen. Demikian pula terjadi peningkatan produksi yang dicapai pada tahun 2006 untuk ikan konsumsi meningkat sebesar 22,42 persen dan benih ikan meningkat 41,48 persen.

Adapun ikan konsumsi yang terbanyak dihasilkan (2015) adalah ikan lele 2.464 ton, ikan nila 1.384 ton, ikan gurami 1.040 ton, ikan grasscarp 357 ton, ikan mas 265 ton, ikan tawes 157 ton, udang galah 246 ton dan ikan jenis lainnya 540 ton. Keberhasilan pembangunan perikanan tersebut merupakan wujud nyata hasil kegiatan perikanan yang dilakukan oleh masyarakat antara lain oleh kelompok pembudidaya ikan yang jumlahnya pada tahun 2006 meningkat 6,27 persen yaitu dari 287 kelompok pada tahun 2005 menjadi 305 kelompok pada tahun 2006.

Baca Juga :  Pakan dan Kebiasaan Makan Lele Dumbo

Demikian pula pelaku pembangunan perikanan lainnya (pedagang pengentas, pemancingan, Rumah Makan Khas Ikan dan pasar ikan kelompok) semuanya meningkat jumlahnya dari tahun sebelumnya. Hal ini dapat memberikan indikasi bahwa ternyata usaha perikanan telah menjadi alternatif yang dipilih oleh masyarakat sebagai sumber penghasilannya. Pada tahun 2006, meskipun secara umum terjadi peningkatan produksi dan luas lahan budidaya namun bila merujuk data masing-masing desa dalam kecamatan ternyata ada yang mengalami penurunan.

Hal ini disebabkan pada tahun 2006 tepatnya Mei 2006 DI Yogyakarta terkena bencana gempa bumi yang cukup dahsyat yang juga sangat berdampak pada usaha perikanan. Pada tingkat lokal sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Sleman Provinsi DI Yogyakarta, tingkat konsumsi ikan juga ada kecenderungan meningkat secara signifi kan. Pertumbuhan tingkat konsumsi ikan selama tahun 2001 sampai dengan 2015.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!