Perkebunan

Proses Pembuatan Kompos Super

Proses Pembuatan Kompos Super. Penanaman terus-menerus dengan hanya mengandalkan pemberian pupuk kimia dan kurang menggunakan pupuk organik, mengakibatkan menurunnya kesuburan tanah. Jika keadaan tersebut berlangsung cukup lama, maka tanah menjadi tidak subur. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, diperlukan pupuk organik misalnya kompos.

Kompos berperan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah serta lingkungan. Di dalam tanah, kompos akan dirombak oleh mikroorganisme menjadi humus atau bahan organik tanah.

Kompos memperbaiki fisik tanah dengan cara mengikat” butiran tanah membentuk butiran lebih besar (agregat) yang mantap sehingga dapat menyerap dan menyimpan air.Kompos memperbaiki kimia tanah dengan cara menyediakan unsur hara makro dan mikro seperti Zn, Cu, Mo, Co, Ca, Mg, dan Si, meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah, serta dapat bereaksi dengan ion logam untuk membentuk senyawa kompleks, sehingga ion logam yang meracuni tanaman atau menghambat penyediaan hara seperti Al, Fe dan Mn dapat dikurangi.

Kompos memperbaiki biologi tanah dengan cara menyediakan energi dan makanan bagi mikroorganisme tana h sehingga dapat me ningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang sangat bermanfaat dalam penyerapan unsur hara oleh tanaman. Dengan demikian pemb erian pupu k organ ik pada akhirnya aka n meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.

Baca Juga :  Bermodalkan Rp 200.000, Wahyu Sukses Berbisnis Jahe Merah

Kompos dapat mengurangi pencemaran lingkungan karena bahan-bahan organik seperti kotoran ternak dan limbah pertanian tidak dibuang di sembarangan tempat yang dapat mengotori lingkungan terutama di sungai.

Peranan bahan organik yang paling utama adalah terhadap sifat fisik tanah, sedangkan terhadap suplai hara bagi tanaman sangat kecil dan akan terlihat pengaruhnya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, untuk mencapai fungsi yang maksimal dari bahan organik terhadap tanah dan tanaman, diperlukan takaran (jumlah) yang tinggi. Hal ini merupakan salah satu kelemahan penggunaan bahan organik karena menyulitkan dalam penyediaan maupun pengangkutannya.

Akhir-akhir ini, dengan maraknya produk pertanian organik, perhatian petani terhadap pupuk organik semakin meningkat. Permintaan produk atau pangan organik terutama sayuran dan buah-buahan organik cenderung meningkat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lahan pertanian di Indonesia, baik lahan kering maupun lahan sawah, mempunyai kandungan bahan organik tanah yang rendah (di bawah 2%). Oleh karena itu penggunaan bahan organik seperti kompos untuk memperbaiki kesuburan tanah perlu digalakkan dan dipromosikan lebih intensif.

KOMPOS SUPER

Kompos merupakan hasil penguraian bahan organik menjadi bahan sederhana dengan bantuan mikroorganisme pa da kondisi terkontrol. Proses pengomposan harus dalam kondisi terkontrol sehingga proses penguraian berjalan baik sampai terbentuk kompos yang stabil dan berkualitas tinggi. Sebaliknya, apabila kondisi tidak terkontrol akan terjadi pembusukan sehingga timbul bau yang menyengat.

Baca Juga :  Tahap Pembibitan Budidaya Jahe Cepat Panen

Kompos dapat dibuat dari berbagai jenis bahan, antara lain sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, sabut kelapa), serbuk gergaji, kotoran ternak, limbah media jamur, limbah pasar, limbah rumah tangga dan daun-daun

Selama pengomposan, pada minggu kedua dan ketiga suhu akan meningkat hingga 70 C. Peningkatan suhu menandakan pengomposan berlangsung baik. Suhu tinggi ini dapat membunuh bibit penyakit tanaman dan biji tanaman pengganggu (gulma).

Untuk menghasilkan kompos berkualitas baik (super) kandungan kotoran ternak minimal 40%. Semakin tinggi kandungan kotoran ternak, semakin tinggi kualitas kompos. Untuk menghasilkan kompos berkualitas tinggi, diperlukan persyaratan sebagai berikut :

1. Bangunan yang baik. Bangunan dapat dibuat dengan bahan yang sederhana yang ada di lokasi, seperti bambu, kayu, atap rumbia. Atap bangunan tidak mudah bocor dan terhindar dari limpasan air hujan.

2. Kadar air dipertahankan pada 60% agar bakteri pengurai kompos bekerja baik untuk mempercepat proses penguraian. Bila terlihat kering, maka bahan kompos perlu disiram dengan air hingga lembab.

Baca Juga :  Genjot Produksi Pupuk Kompos Organik Desa Kraton

3. Suplai oksigen pada timbunan kompos harus cukup. Untuk men cuku pi oksi ge n ya ng d ip erlu kan mikroorganisme pengurai, kompos harus dilakukan pembalikan.

4. pH kompos bersifat basah , supaya proses penguraiannya berlangsung cepat, pH dalam tumpukan kompos tidak boleh terlalu rendah, oleh karena itu perlu dibubuhi kapur atau abu dapur.

5. Tinggi tumpukan minimal 1 m agar tumpukan kompos tetap panas.

PROSES PEMBUATAN KOMPOS SUPER

1. Bahan :

1) Kotoran ternak: 40%
2) Limbah pertanian dan daun-daun :40%
3) Mikroorganisme pengurai: 0.5%
4) Abu sekam:10%
5) Kalsit/kaptan: 2%
6) Serbuk gergaji:8%
7) Air

2. Alat

1) Timbangan
2) Ember
3) Pengaduk
4) Sekop
5) Cangkul
6) Selang
7) Plastik terpal untuk penutup

Demikian dulu, untuk tata caranya  Pembuatan Kompos Super akan kami posting di hari berikutnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!