Lele

Sistem Budidaya Ikan Lele Tanpa Ganti Air dan Percepatan Pertumbuhan

Sistem Budidaya Ikan Lele Tanpa Ganti Air. Sistem tanpa ganti air merupakan biosecurity yang baik, karena dengan sistem tanpa ganti air keluar dan masuknya penyakit dapat dihindari. Budidaya tanpa ganti air berfungsi untuk mengefisienkan perputaran nutrien. Teknologi ini tidak melakukan pembuangan feces dan bakteri ke perairan alami, untuk menghindari masuknya virus (atau penyakit infeksi lainya) yang dapat membunuh ikan (udang) (Lopez et al., 2008).

Kepadatan Penebaran Ikan Lele

Kepadatan penebaran yang terjadi dapat menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat kelangsungan hidup suatu organisme. Semakin meningkat kepadatan penebaran ikan maka tingkat kelangsungan hidupnya akan makin kecil (Allen, 1974). Kepadatan rendah dapat menghasilkan kelangsungan hidup yang tinggi, tetapi produksi yang diperoleh rendah. Oleh karena itu, pakan buatan perlu ditambahkan untuk pemenuhan kebutuhan makanan. Pada kepadatan tebar tinggi, kondisi lingkungan menjadi buruk yakni menurunnya kandungan oksigen terlarut dalam air dan meningkatnya amonia akibat penumpukan sisa pakan dan feses.

Baca Juga :  Pakan dan Kebiasaan Makan Lele Dumbo

Oksigen sangat dibutuhkan untuk sumber energi bagi jaringan tubuh, aktivitas pergerakan dan aktivitas pengolahan makanan sehingga berkurangnya kandungan oksigen di air dapat menurunkan tingkat konsumsi pakan ikan (Zonneveld et al., 1991).

Intensifikasi budidaya dapat berhasil jika dilakukan pengawasan terhadap empat faktor utama lingkungannya yaitu pengawasan suhu, penambahan pakan, pemenuhan kebutuhan oksigen dan pembersihan limbah metabolisme. Dengan pengawasan terhadap empat hal tersebut dapat memungkinkan untuk meningkatkan kepadatan tebar ikan tanpa mengurangi pertumbuhan individu ikan sehingga dapat meningkatkan produksi (Hepher, 1978).

Kelangsungan Hidup Ikan Lele ( survival rate )
Kelangsungan hidup menjadi tolak ukur dalam keberhasilan budidadaya. Beberapa factor yang berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup antara lain penyakit dan kualitas air. Penyakit yang menyerang biasanya berkaitan dengan kualitas air (Yuniarti, 2006) Kualitas air yang baik akan mengurangi resiko ikan terserang penyakit dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ( survival rate ).

Baca Juga :  Teknik Usaha Budidaya Ikan Lele dan Pemasarannya di Kabupaten Sleman

Pertumbuhan Ikan Lele (Growth )

Menurut (Mudjiman,1998), pertumbuhan didefinisikan sebagai perubahan ikan dalam berat, ukuran, maupun volume seiring dengan berubahnya waktu. Dengan demikian pertumbuhan dapat dilihat dari fisik, kimiawi, seluler, dan energi. Fisik, berupa perubahan panjang dan berat. Kimiawi, berupa perubahan komposisi tubuh, seperti : protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan air. Seluler, berupa perubahan ukuran, jumlah, volume dari sel dan kandungan mineralnya. Energi, berupa perubahan kandungan energi, pada dasarnya merupakan konfersi protein, lemak, dan karbohidrat ( Wartono, 2001 ).

Pertumbuhan ikan lele dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan ikan itu sendiri seperti umur, dan sifat genetik ikan yang meliputi keturunan, kemampuan untuk memanfaatkan makanan dan ketahanan terhadap penyakit. Faktor eksternal merupakan faktor yang berkaitan dengan lingkungan tempat hidup ikan yang meliputi sifat fisika dan kimia air, ruang gerak dan ketersediaan makanan dari segi kualitas dan kuantitas (Huet, 1971).

Baca Juga :  Kolam Terpal Sangat Efektif Untuk Budidaya Ternak Lele

Ketersediaan pakan dan oksigen sangat penting bagi ikan lele untuk keberlangsungan pertumbuhannya. Bahan buangan metabolik akan mengganggu pertumbuhan ikan, konsentrasi dan pengaruh dari faktor-faktor diatas terhadap ikan dapat dipengaruhi oleh tingkat kepadatan ikan. Pada kondisi kepadatan ikan yang tinggi, ketersediaan pakan dan oksigen bagi ikan akan berkurang, sedangkan bahan buangan metabolik ikan tinggi. Jika faktor-faktor tersebut dapat dikendalikan maka peningkatan kepadatan akan mungkin dilakukan tanpa menurunkan laju pertumbuhan ikan (Hepher, 1978).

 

Tag:

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!