Bisnis

Soekarwo Pesismis Soal Daging Kerbau Impor

Pemberitaan soal pembukaan keran impor daging Kerbau hingga jeroan oleh pemerintah tengah ramai saat ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara soal latar belakang di balik kebijakan ini.
Jokowi mengatakan, pembukaan keran impor ini semata-mata dilakukan untuk menambah pasokan di Indonesia, dan masyarakat memiliki pilihan yang lebih banyak. Tak hanya daging kerbau dan jeroan, pemerintah juga telah membuka impor daging sapi beku.
Diberitakan, setelah kebijakan impor daging kerbau berbasis zona disahkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 4/2016 yang diteken Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2016 lalu, pemerintah menugaskan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk mendatangkan 10.000 ton daging kerbau impor asal India.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengakui optimistis daging kerbau impor akan menekan lonjakan harga daging sapi, dan akan banyak dinikmati oleh seluruh masyarakat.
“Gimana caranya enggak laku, pembelinya banyak,” ujar Amran
Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjamin jika daging kerbau impor asal India tak akan masuk provinsi tersebut, karena masyarakatnya yang enggan membeli komoditas tersebut.
Sekadar diketahui, pemerintah telah membuka keran impor daging kerbau asal India guna menstabilkan harga daging sapi di pasar.
“Nggak laku di sini (Jatim). Disini nggak ada daging kerbau,” katanya. Ia mengatakan, daging impor kerbau tidak akan bisa masuk ke Jawa Timur, karena tidak disukai konsumen di Jatim. “Daging kerbau itu alot dan seratnya besar-besar, jadi nggak disukai,” katanya.
“(Konsumsi) daging kerbau itu hanya kultur di Jawa Barat dan Kudus (Jawa Tengah), karena di Kudus nggak menyembelih sapi, tapi menyembelih kerbau,” tuturnya kepada Agropedia Indonesia.
“Pokoknya di sini nggak ada (daging kerbau). Kalau sapi dilarang, otomatis ke-reject, nggak masuk,” tandasnya.

Baca Juga :  Semen Gresik Ajak Mitra Binaan UMKM Ikut Pameran
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!