Teknologi Agro

System Pengolahan Limbah Organik Pasar Untuk Pakan Ternak

Limbah organik pasar berpotensi sebagai bahan pakan ternak, akan tetapi limbah tersebut sebagian besar mempunyai kecenderungan mudah mengalami pembusukan dan kerusakan, sehingga perlu dilakukan pengolahan untuk memperpanjang masa simpan serta untuk menekan efek anti nutrisi yang umumnya berupa alkaloid.

Dengan teknologi pengolahan pakan, limbah sayuran dapat diolah menjadi tepung, silase, maupun asinan, yang dapat digunakan sebagai pakan ternak. Manfaat dari teknologi pengolahan pakan antara lain dapat meningkatkan kualitas nutrisi limbah sebagai pakan, serta dapat disimpan dalam kurun waktu yang cukup lama sebagai cadangan pakan ternak saat kondisi sulit mendapatkan pakan hijauan.

Tepung Limbah Organik Pasar

Pengolahan limbah sayuran menjadi tepung  merupakan salahsatu upaya untuk memperpanjang masa  simpan. Di mana kandungan  kadar air menjadi rendah  sehingga aktivitas air (Aw)  yaitu jumlah air bebas yang  dapat dimanfaatkan oleh  mikroorganisme sedikit  jumlahnya. Hampir semua  jenis limbah sayuran dapat  diolah menjadi tepung. Tahapan proses pembuatan  tepung limbah organik pasar  untuk pakan ternak, adalah:

  1. Pemilahan, pemisahan dan pembersihan limbah organik pasar.

  2. Pencacahan dan pengepresan.

Limbah organik pasar terutama yang mempunyai  kadar air tinggi (>70%) seperti kol, caisim dan sawi putih terlebih dahulu  dicacah dan dipres dengan menggunakan mesin pencacah dan pengepres  untuk membantu mengurangi kadar airnya, sehingga mempercepat proses  pengeringan. Akan tetapi apabila proses pengeringan terhambat, limbah sayuran  yang sudah melalui proses pencacahan dan pengepresan umumnya akan lebih  mudah mengalami proses pembusukan.

  1. Pengeringan.

Pengeringan limbah sayuran dapat dilakukan dengan menggunakan  sinar matahari, mesin pengering (dryer), maupun dengan menggunakan oven  pada suhu 65oC hingga kadar airnya menjadi 10%. Lama pengeringan limbah organik pasar dengan kadar air yang tinggi dapat mencapai 2-5 hari.

Baca Juga :  Polland Gandum Kaya Protein Tinggi Sangat Bagus Untuk Campuran Pakan Ternak

4. Penepungan.

Limbah organik pasar yang sudah kering kemudian digiling menjadi tepung hingga lolos saringan 100 mesh dan siap digunakan sebagai bahan pakan.

Silase Limbah Organik Pasar

Pengolahan bahan pakan menjadi silase bertujuan untuk memperpanjang masa  simpan pakan. Silase merupakan bahan pakan dari hijauan pakan ternak maupun limbah pertanian yang diawetkan melalui proses fermentasi anaerob dengan  kandungan air 60-70%. Kadar air bahan yang akan diolah menjadi silase tidak boleh terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Untuk bahan-bahan yang memiliki kadar air cukup tinggi (> 80%), perlu dilakukan pelayuan, penjemuran atau dikering-anginkan terlebih dahulu sebelum proses pembuatan silase dimulai untuk menurunkan kadar airnya. Proses pembuatan silase pada limbah organik pasar antara lain sebagai berikut:

Baca Juga :  Teknologi Sederhana, Kemasan Aktif Pengawet Daging
  1. Pemilahan, pemisahan dan pembersihan limbah organik pasar.
  2. Penyiapan bahan aditif berupa campuran 0,625 kg dedak + 0,625 kg molases + 0,5 cc probiotik yang diaduk hingga merata untuk ditaburkan selapis demi selapis pada saat penumpukan biomassa.

Bahan aditif yang ditambahkan berfungsi untuk mempercepat proses fermentasi serta untuk meningkatkan dan mempertahankan kadar nutrisi pada bahan baku silase.

  1. Sebanyak 25 kg biomassa limbah organik pasar dicacah/dipotong-potong dengan ukuran 3-4 cm, dimasukkan ke dalam drum/silo yang telah dilapisi plastik selapis demi selapis diikuti dengan penaburan bahan aditif dan pemadatan (sambil diinjak-injak) agar tidak ada lagi udara di antara tumpukan bahan silase, lalu ditutup rapat.
  2. Drum/silo ditempatkan di tempat yang sejuk untuk proses fermentasi selama 30-45 hari.
  3. Setelah 30-45 hari silase telah jadi dan dapat dikeluarkan dari drum/silo untuk diberikan kepada ternak. Silase yang telah dibuka, tidak dapat disimpan lama. Sebelum diberikan pada ternak perlu diangin-anginkan atau dibiarkan terlebih dahulu selama beberapa jam.

Silase yang berkualitas baik memenuhi persyaratan antara lain mempunyai pH sekitar 4, kandungan air berkisar antara 60%-70%, hasil fermentasi berbau segar/wangi dan tidak berbau busuk/tengik, warna hijau masih jelas pada bahan hijauan, serta tidak berlendir. Silase dapat disimpan untuk jangka waktu lama, selama tidak ada udara yang masuk ke dalam drum/silo.

Baca Juga :  Limbah Organik Alternatif Pakan Ternak Bernilai Ekonomi Tinggi

Asinan Limbah Organik Pasar

Limbah organik pasar yang umumnya digunakan untuk membuat asinan adalah sayuran berupa caisim, kol serta sayuran daun lainnya. Pemberian limbah organik pasar dalam bentuk asinan bertujuan untuk meningkatkan nafsu makan pada ternak serta kandungan bakteri penghasil asam laktat dalam asinan berfungsi untuk membantu pencernaan. Proses pembuatan asinan limbah organik pasar pada prinsipnya merupakan proses fermentasi anaerob dengan menggunakan bakteri penghasil asam laktat.

 Tahapan pembuatan asinan limbah organik pasar adalah sebagai berikut:

1). Sayuran yang telah dibersihkan direndam dalam larutan garam dan dibiarkan minimal 6 jam.

2). Sayuran dicuci kembali dan ditiriskan.

3). Masukkan sayuran ke dalam wadah/gentong, tambahkan garam dan gula, lalu  tutup rapat dan simpan sedikitnya 2-3 hari. Proses penyimpanan yang lebih  lama akan menghasilkan asinan yang lebih baik, karena fermentasi berlangsung  sempurna.

Asinan tersebut dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama selama tidak ada udara yang masuk ke dalam wadah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!