Lele

Teknis Pemeliharaan Ikan Lele Dumbo Hasilkan Omega 3 Tinggi

Lele dumbo mempunyai lima buah sirip yang terdiri dari sirip pasangan (ganda) dan sirip tunggal. Sirip yang berpasangan adalah sirip dada (pectoral) dan sirip perut (ventral), sedangkan yang tunggal adalah sirip punggung (dorsal), ekor (caudal) serta sirip dubur (anal). Sirip dada ikan lele dumbo dilengkapi dengan patil atau taji tidak beracun. Patil lele dumbo lebih pendek dan tumpul bila dibandingkan dengan lele lokal (Santoso, 1994).

Habitat Ikan Lele Dumbo

Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air, semua perairan tawar dapat menjadi lingkungan hidup atau habitat lele dumbo misalnya waduk, bendungan, danau, rawa, dan genangan air tawar lainnya. Di alam bebas, lele dumbo ini memang lebih menyukai air yang arusnya mengalir secara perlahan atau lambat. Aliran air arus yang deras lele dumbo kurang menyukainya (Santoso, 1994).

Lele dumbo asal Afrika ternyata sangat toleransi terhadap suhu air yang cukup tinggi yaitu 20º – 35ºC, disamping itu lele dumbo dapat hidup pada kondisi lingkungan perairan yang jelek. Kondisi air dengan kandungan oksigen yang sangat minim lele dumbo masih dapat bertahan hidup, karena lele dumbo memiliki alat pernafasan tambahan yang disebut organ arborescent (Santoso,1994).

Sifat Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus Burchell)

Pada siang hari lele dumbo memang jarang menampakkan aktivitasnya dan lebih menyukai tempat yang bersuasana sejuk dan gelap. Ikan lele dumbo bersifat nokturnal (aktif pada malam hari). Lele dumbo mencari makan biasa dilakukan pada malam hari, namun, pada kolam-kolam budidaya lele dumbo dapat dibiasakan diberi pakan pada siang hari (Santoso, 1994). Lele dumbo terkenal rakus, karena mempunyai ukuran mulut yang cukup lebar hingga mampu menyantap makanan alami di dasar perairan dan buatan misalnya pellet. Lele dumbo sering digolongkan pemakan segala (omnivora). Makanan berupa bangkai seperti ayam, bebek, angsa, burung, bangkai unggas lainnya dilahapnya hingga tulang belulangnya. Lele dumbo juga dikenal sebagai pemakan bangkai atau scavenger. Di kolam budidaya, lele dumbo mau menerima segala jenis makanan yang diberikan (Santoso, 1994).

Baca Juga :  Teknik Pembesaran Ikan Lele dan Antisipasi Hama Penyakit

Pemeliharaan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus Burchell )

Memelihara lele dumbo bisa dilakukan di berbagai tempat. Ikan lele umumnya dipelihara di kolam. Kolam bisa dibuat dari bermacam-macam bahan bisa beton, terpal, bahkan bisa dipelihara di sawah penduduk. Kolam beton bisa dibangun dengan syarat adanya lahan yang cukup. Ukuran kolam sebagai pedoman, setiap 1 m³ air dapat menampung 30-50 ekor lele berukuran sekitar 10 cm. Bila kedalaman kolam 1-1,5 m, maka setiap 1 m² kolam dapat digunakan untuk memelihara paling sedikit 30 ekor lele.

adjuvant online breast cancer, advanced breast cancer, articles on breast cancer, best breast cancer hospitals, breakthrough breast cancer breast cancer treatment, Breast Cancer, breast cancer articles, breast cancer australia, breast cancer awareness, breast cancer awareness month, breast cancer campaign, breast cancer causes, breast cancer charities, breast cancer charity, breast cancer cure, breast cancer definition, breast cancer diagnosis, breast cancer facts, breast cancer foundation, breast cancer images, breast cancer in men, Breast Cancer Information, mesothelioma cancer

Dinding kolam sebaiknya dibuat tegak lurus, karena lele memiliki patil yang dapat digunakan untuk merangkak dengan berpijak pada dinding yang agak miring. Dasar kolam sebaiknya dibuat agak miring ke arah pintu pengeluaran air, agar pengeringan kolam tidak mengalami kesulitan (Puspowardoyo dan Djarijah, 2002).

Variasi Kolam bisa dilakukan dengan berbagai cara karena tidak adanya spesifikasi ukuran kolam yang baku. Bisa bervariasi, luas minimal 20 m² dan maksimal 70 m². Tinggi kolam antara 80 cm -120 cm, kedalaman air antara 70 cm – 110 cm. Bentuk kolam pun bisa bervariasi, bisa segiempat panjang atau pun bujursangkar, dan bundar. Saluran pemasukan air posisinya sedikit di atas.

Baca Juga :  Pakan dan Kebiasaan Makan Lele Dumbo

Kolam dilengkapi dengan 2 atau 3 pembuangan yaitu pembuangan atas, tengah dan bawah. Lubang pembuangan atas untuk membuang kotoran dan fitoplankton yang berlebih atau tebal biasanya dilakukan pada siang hari.

Lubang bawah untuk membuang endapan yang berasal dari sisa-sisa pakan, kotoran ikan, maupun plankton yang mati. Kualitas air diusahakan sesuai kultur ikan. Air diupayakan tidak terlalu bening agar lele merasa lebih nyaman (Puspowardoyo dan Djarijah, 2002).

Kolam terpal adalah kolam yang dasarnya maupun sisi-sisi dindingnya dibuat dari terpal. Kolam terpal dapat mengatasi resiko-resiko yang terjadi pada kolam gali maupun kolam semen. Pembuatan kolam terpal dapat dilakukan di pekarangan ataupun di halaman rumah.
Keuntungan lain dari kolam terpal adalah :
1. Terhindar dari pemangsaan ikan liar.
2. Dilengkapi pengatur volume air yang bermanfaat untuk memudahkan pergantian air           maupun panen. Selain itu mempermudah penyesuian ketinggian air sesuai dengan usia ikan.
3. Dapat dijadikan peluang usaha skala mikro dan makro.
4. Lele yang dihasilkan lebih berkualitas, lele terlihat tampak bersih, dan seragam (Puspowardoyo dan Djarijah, 2002; Margolang, 2008).

Kandungan Omega 3 pada Ikan Rucah Untuk Pakan Lele Dumbo

Omega-3 merupakan asam lemak yang memiliki posisi ikatan rangkap pertama pada atom karbon nomor 3 dari ujung gugus metilnya (Nettleton, 1995; Rasyid 2003). Asam lemak omega 3 yang mempunyai arti khusus dalam ilmu gizi adalah alfa-asam linolenat (18:3 ω-3) serta turunannya, asam eikosapentanoat EPA (C 20:5 ω-3) dan dokosaheksaeonat DHA (C 22:6 ω-3) (Almatsier, 2004).
Jenis asam lemak tak jenuh pada minyak ikan hampir sama dengan minyak pada tumbuhan. Perbedaannya hanya pada kadar asam lemak tertentu misalnya, asam lemak utama pada minyak ikan berkonfigurasi omega-3, sedangkan pada tumbuhan dan hewan lainnya lebih banyak mengandung asam lemak berkonfigurasi omega-6 (Netlleton, 1995; Rasyid, 2003; Schmidt et al, 2001).

Baca Juga :  Ikan Lele Dumbo Hasil Persilangan Ikan Lele Lokal Afrika dengan Lele Lokal dari Taiwan

Asam lemak omega 3 adalah asam a-linolenik (18:3) ditemukan terutama dalam tanaman dan asam eikosapentaenik (20:5) dan asam dokosahexaenoik (22:6) khususnya ditemukan hewan air, EPA dan DHA disintesis oleh fitoplankton, yang kemudian dikonsumsi oleh ikan, mollusca dan crustaceae, dengan demikian dikonsentrasikan dalam rantai makanan air (Farrell, 1998 ; Mu’nisa, 2003).

Sumber diet utama omega 3 pada manusia adalah ikan. Alga laut dan fitoplanton mensintesis omega 3 dimana masuk kedalam rantai makanan. Variasi kandungan minyak pada ikan menyolok berbeda spesis dan kandungan omega 3 pada berbagai minyak diantara spesies yang berbeda. Ikan yang ditemukan pada air dingin lebih tinggi kandungan omega 3 dibanding pada air hangat dan kandungan omega 3 pada ikan laut lebih tinggi dibanding pada air air tawar (Farrell, 1998 ; Mu’nisa, 2003).

Ikan rucah sebagai hasil tangkapan sampingan pada siklus hidupnya mengkonsumsi alga laut dan fitoplankton, dengan demikian ikan rucah ini mengakumulasi omega 3 dalam tubuhnya. Ikan rucah sebagai ikan murah dan tidak ekonomis ini akan dimanfaatkan sebagai sumber alternatif penghasil omega 3 pada ikan lele dumbo.

Hipotesa dari penambahan tepung ikan rucah sebanyak 50% pada pakan buatan akan menghasilkan omega 3 yang paling tinggi pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Burchell).

Tag:

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!