Pertanian

Agribisnis jahe di Kabupaten Karanganyar Punya Prospek Ekspor

Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu daerah yang mengembangkan tanaman obat-obatan seperti, jahe, kunyit, temulawak kencur dan lain-lain. Hal ini didukung dengan keadaan daerahnya yang sangat cocok untuk tanaman obat-obatan, akan tetapi dari tanaman yang diusahakan yang menjadi komoditi unggulan tanaman obat yang dikembangkan adalah jahe, karena jahe dinilai mempunyai manfaat yang lebih banyak dari tanaman obat yang lain.

Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Jahe banyak kita jumpai di sekitar kita yang hanya dijadikan sebagai bumbu masak atau penghangat badan. Rasa dominan pedas disebabkan oleh suatu senyawa keton bernama zingeron. Disamping itu jahe juga termasuk suku Zingiberaceae (temutemuan) dan merupakan salah satu rempah-rempah penting, karena dalam dunia industri rimpang jahe dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan obat-obatan modern, sehingga dapat kita lihat perkembangan industri herbal medicine and health food di Indonesia dewasa ini meningkat dengan pesat .

Komoditas jahe masih menjanjikan peluang besar untuk dikembangkan terus melalui pengembangan sumber-sumber pertumbuhan seperti optimalisasi produktivitas lahan usaha, produktivitas tanaman, penekanan kehilangan hasil baik pra panen maupun pasca panen, peningkatan mutu dan diversifikasi produk serta perdagangan bahan jadi produk dalam negeri. Saat ini permintaan akan jahe oleh negara importir terus mengalami peningkatan,  akan tetapi permintaan tersebut belum semuanya dapat dipenuhi mengingat produksi jahe masih terserap untuk kebutuhan dalam negeri.

Pengembangan sistem agribisnis tanaman obat khususnya jahe merupakan satu kesatuan dalam upaya kegiatan-kegiatan pertanian mulai dari subsistem pengadaan masukan sarana produksi, budidaya, pengolahan, pemasaran dan subsistem kelembagaan pendukung. Tujuan tersebut dapat tercapai dengan optimal secara kualitas, kuantitas dan kontinyuitasnya, maka diperlukan pengembangan agribisnis yang baik

Jahe umumnya dipanen setelah berumur 8–10 bulan saat kadar oleoresin optimum ditandai dengan rasa pedas dan bau harum. Setelah dipanen jahe sesegera mungkin dijual ke pasar, kemudian sebagian ada yang disimpan.  Pengembangan jahe dapat dilihat dari segi produksi tanaman ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, meskipun pada tahun tertentu juga mengalami penurunan. Pengolahan jahe dapat diolah berupa jahe segar, jahe kering, awetan jahe, jahe bubuk, dan juga jahe dapat dijadikan sebagai obat atau jamu, akan tetapi kebanyakan dari hasil olahan jahe hanya dipasarkan dalam negeri.

Jahe yang dipasarkan ada yang berbentuk rimpang jahe, hal ini disesuaikan dengan permintaan pasar, sedangkan yang di pasarkan ke luar negeri adalah jahe yang sudah berbentuk olahan produk yang berupa jamu, namun ada juga yang berupa rimpang segar, ini juga sesuai dengan permintaan. Jenis jahe yang diekspor kebanyakan adalah jenis jahe emprit,  meskipun ada sebagian yang mengusahakan jenis jahe yang lain.

Karanganyar sebagai salah satu yang mengusahakan tanaman jahe perlu terus mengembangkan komoditas jahe dengan kemudahan kredit perbankan yang berbunga rendah, baik untuk para petani maupun pengusaha yang berkeinginan menjadi eksportir jahe. Oleh karena itu, apabila ada kebijakan untuk pengembangan komoditas jahe perlu disiapkan segala sesuatunya terutama menyangkut langkah-langkah strategis.

Perlu diketahui kemana hasil produksi akan dipasarkan baik menyangkut harga maupun jenis produksi yang diinginkan oleh eksportir atau pedagang pengumpul, benih yang berkualitas harus benar-benar dijamin ketersediaannya dan kalau telah ada sebaiknya digunakan benih yang bersertifikat, pemilihan lokasi penanaman harus sesuai dengan tanaman jahe dan lain-lain, sehingga tingkat kegagalannya akan dapat diminimalkan dan produksi akan semakin meningkat menjadi lebih baik yang berakibat pengembalian kredit dari petani dan pengusaha komoditi jahe akan lancar dan tepat waktu.

Kecenderungan peningkatan produksi jahe dari tahun ke tahun Luas Panen 415,00 , Produksi 2.088,250, Produktivitas 50,32 (ku/ha). Sehingga dengan adanya peningkatan produksi jahe yang terus meningkat menunjukkan bahwa masih terbukanya peluang untuk mengembangkan agribisnis jahe di Kabupaten Karanganyar.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler

close

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!