close
Bisnis

Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) BPD Jatim

Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia ( APPMI ) BPD Jatim. APPMI Ikut Pikirkan Nasib Pelaku UKM dan Perajin Kain Nusantara.  SIAPA sangka para perancang dan pengusaha mode yang bernaung dalam APPMI tidak hanya memikirkan kemajuan karir, pasar, dan fashion show mereka. Mereka juga memiliki perhatian lebih terhadap pelaku UKM dan perajin kain Nusantara di seluruh Indonesia.
Khususnya di Jatim. “Hal itu tidak lain karena kami adalah satu di antara konsumen mereka. Kami memakai kain batik, kain tenun, dan songket, dan rajut mereka. Jadi, kami tahu keluh-kesah mereka. Sehingga, itu menggugah kami untuk turut memperjuangkan mereka,” terang Denny Djoewardi, Ketua APPMI BPD Jatim. Denny menerangkan, pengusaha, perancang mode, dan para perajin kain tradisional merupakan pelaku dalam industri fashion . Oleh karena itu, mereka sadar, sebagai sesama pelaku, mereka harus maju dan berkembang bersama.
Beberapa hal menjadi keprihatinan para anggota APPMI selamaini. Di antaranya adalah kemampuan para pelaku UKM dan perajin kain untuk maju dan dukungan pemerintah. Baik dalam urusan permodalam maupun promosi. “Kami tahu kebanyakan pelaku UKM dan perajin berasal dari golongan ekonomi dan pendidikan rendah. Sehingga, kemampuan mereka untuk maju terbatas. Padahal, jika benar-benar didukung penuh dan diberikan pasar yang bagus, mereka bisa hidup lebih baik dan sejahtera,” paparnya. Denny menambahkan, kesan yang terlihat dari para desainer selama ini adalah sukses dan hidup mewah. Padahal, jika masyarakat memaha- mi, mereka juga turut kesusahan dan prihatin jika melihat kondisi para yang belum mampu berkembang. “Oleh karenanya, kami selalu mencoba untuk membantu mereka mempromosikan produk mereka.
Kami juga membantu mereka untuk mengembangkan desain. Selain itu, kami juga tetap menggunakan kain Nusantara dalam desain kami, agar mereka dapat hidup lebih sejahtera,” tegasnya. Denny menuturkan, saat ini per-saingan dalam industri fashion memang makin ketat. Adanya Ma- syarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 akan membuat persaingan makin berat. Banyak produk fashion luar dengan harga yang jauh lebih rendah masuk ke negeri ini. “Padahal, kami ini menjual kualitas dan tradisi. Satu di antaranya kain tradisional. Tapi, nanti kami harus bersaing habis-habisan dengan
produk pabrikan,” jelasnya. Denny berharap pemerintah daerah harus lebih peduli dan memberikan dukungan yang penuh. Bukan hanya bagi para pengusaha dan perancang mode saja, tetapi juga bagi para pemilik UKM dan perajin kain Nusantara. “Jatim terkenal dengan daerah penghasil batik yang besar.
Kekayaan motif batik di Jatim juga beragam. Namun, program-program pemerintah belum ada yang secara khusus memberikan perhatian dan dukungan untuk industri batik ini,” tuturnya. Dia dan para anggota APPMI BPD Jatim sudah berkomitmen untuk memajukan para UKM dan perajin kain tradisional. Termasuk melalui agenda-agenda dan kegiatan dari APPMI sendiri. Seperti, melalui lomba desain, fashion show, pameran, dan pelatihan desain bagi para perajin kain Nusantara. Selian itu, untuk memajukan indus-tri fashion di Indonesia, mereka mela- kukan studi mengenai tren dan desain yang ada di luar negeri. Sehingga, pasarnya lebih luas dan melakukan promosi ke pasar internasional. “Kami sebagai pelaku dan pejuang di industri ini memang ingin mengusahakan yang terbaik dan memajukan nama Indonesia ke dunia inter- nasional,” pungkasnya. (nur/c2/hen) Di dunia fashion design, masyarakat pasti mengenal Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).
Asosiasi ini merupakan tempat bernaung komunitas para perancang dan pe- ngusaha mode di Jatim. khususnya Surabaya. Selain sebagai tempat berkumpulnya para desainer untuk arisan atau menggelar fashion show bersama, APPMI juga berkomitmen untuk mema- jukan UKM dan industri fashion di Jatim. ISTIMEWA TETAP PEDULI: Anggota APPMI BPD Jatim berkomitmen untuk memajukan UKM dan perajin kain tradisional melalui agenda-agenda dan kegiatan dari APPMI. Rutin Gelar Lomba dan Workshop Desain.
Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) BPD Jatim merupakan wadah bagi para pe- rancang busana di Jatim. Baik bagi para perancang profesional maupun perancang muda. Saat ini, anggota APPMI Jatim berjumlah 19. Enam orang mejadi pengurus. Para anggota tersebut sebagian besar adalah para perancang dari Surabaya dan satu perancang dari Malang.
APPMI BPD Jatim merupakan kepanjangan tangan dari APPMI Pusat yang berada di Jakarta. Badan pengurus daerah ini dibentuk untuk memudahkan komunikasi secara lokal dan koordinasi dalam suatu event dan organisasi.
APPMI ini bukan hanya sebagai wadah berkumpul bagi para desainer, sharing , arisan, atau merencanakan suatu
event bersama saja. APPMi juga konsen terhadap pengembangan UKM. Mereka merupakan satu di antara konsumen. Mereka turut menyumbang ide, khususnya bagi perajin kain tradisional di seluruh Indonesia. Para pengurus APPMI selalu mengadakan pertemuan satu minggu hingga satu bulan sekali. Tujuannya membahas kegiatan dan rencana-rencana mereka dalam memajukan UKM dan industri fashion di daerah. Sedangkan, para anggota biasanya rutin berkumpul beberapa bulan sekali.
Sebagai perkumpulan para peran- cang busana, setiap pertemuan, mereka membahas mengenai tren fashion yang sedang berkembang, event-event yang akan mereka selenggarakan, dan kegiatan-kegiatan sosial mereka. Terkait konsentrasi terhadap pe- ngembangan desain dan pendidikan, mereka rutin mengadakan lomba dan workshop desain dalam rangkaian kegiatan fashion show yang mereka gelar. Dari gelaran itu bisa ditemukan bibit-bibit unggul para desainer muda. Kegiatan pengembangan UKM dan perajin menjadi satu di antara konsen trasi khusus bagi mereka.
Karena sebagian besar para desainer menggunakan kain-kain tradisional dari para perajin di seluruh Nusantara. Termasuk dalam pengembangan desain dan motif. Mereka selalu mencoba untuk mendorong para perajin guna meningkatkan daya jual produk lebih tinggi. Sehingga, kesejahteraan mereka meningkat. Penghargaan juga bagi desainer menjadi ajang untuk mengukur kompetensi agar mampu bersaing dengan kompetitor. (nur/c2/hen) radarsbycom
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

pakan ternak, mesin pelet, mesin pertanian, peternakan, saham agro, jual benih biji buah, wisata agro, mesin pertukangan, mesin alat bangunan

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!