close
Kesehatan

Awas Demam Ketika Musim Hujan

Awas demam ketika musim hujan. Musim hujan memang menyenangkan karena cuaca yang sejuk dan teduh. Selain itu, tanaman di kebun menjadi segar. Tapi, ada yang harus diwaspadai selama musim hujan. Salah satunya adalah demam tifoid. Apa sih demam tifoid itu?

Demam tifoid merupakan penyakit yang mengancam kesehatan, bahkan nyawa, yang disebabkan bakteri Salmonela typhi. Bakteri tersebut dapat hidup dalam tubuh manusia. Bakteri itu berkembang biakdan menyebar melalui aliran darah di tubuh manusia. Tubuh bereaksi dengan deman dan gejala lainnya. Dokter Utama Budipratama Sp PD, spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Adi Husada, Undaan Wetan, mengatakan bahwa orang yang menderita demam tifoid masih membawa bakteri tersebut dalam tubuh mereka walau sudah sembuh. Mereka dapat menyebarkan bakteri tersebut kepada orang lain. Hal itu dapat dibuktikan dari kotoran mereka yang mengandung bakteri
Salmonella typhi. Demam tifoid dapat tersebar bila kita mengonsumsi makanan yang telah disiapkan orang yang membawa bakteri Salmonella typhi tersebut, meminum minuman yang mengandung bakteri Salmonela typhi, atau mencuci makanan dengan air yang mengandung bakteri Salmonella typhi. “Sekali saja, Salmonella typhi masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman sehingga akan berkembang biak dan menyebar ke aliran darah tubuh kita. Akibatnya, kita menjadi demam,”kata Budi. Ada dua cara yang paling ampuh untuk mencegah demam tifoid. Yakni, melakukan vaksin antidemam tifoid serta menghindari makanan dan minuman yang mengandung Salmonella typhi. Biasanya, bakteri tersebut bersarang pada makanan yang terbuka di pinggir jalan, tidak tertutup, serta terkena debu atau
dibuat dengan kondisi dapur yang kotor dan jorok. Typhoid fever disebabkan kuman Salmonella yang menyebar melalui makanan atau minuman yang tercemar tinja penderita tifoid. Penularannya dapat pula melalui lalat yang hinggap pada makanan atau minuman. Gejala tifoid, antara lain, demam tinggi sampai 40 derajat Celcius, banyak berkeringat, nyeri perut, sakit kepala, batuk, dan kadang muncul bintik-bintik merah pada permukaan kulit. Bila tidak diobati, penyakit tersebut akan memasuki stadium lanjut dengan gejala perdarahan
pada usus dan perforasi (kebocoran) usus. Sebelumditemukan antibiotika, angka kematian karena tifoid cukup tinggi. Istri presiden ke-16 AS, Abraham Lincoln, Mary Todd, dan putra ketiganya, William Wallace Lincoln, meninggal karena tifoid. Menurut Budi, pencegahan yang utama adalah menjaga higienitas dan sanitasi agar makanan dan minuman tidak terkontaminasi tinja dan air seni yang mengandung kuman Salmonella. Mencuci tangan merupakan tindakan yang sangat penting. Berdasar sejarah, tifoid disebarkan seorang juru masak
muda yang bernama Mary Mallon (yang terkenal dengan julukan Typhoid Mary). Tanpa disadari, dia menjadi carrier (pembawa) kuman tifoid dan menulari 53 orang. Tiga di antaranya meninggal dunia penyakit tersebut. Hindari sayur-sayuran mentah dan buah-buahan yang dimakan dengan tidak dikupas. Kupas sendiri buah-buahan dengan mencuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun. Jika memang
menyukai sayuran mentah yang diolah seperti lalap atau karedok, pastikan bahwa sayuran dicuci dengan bersih dan dengan air bersih. (jee)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

pakan ternak, mesin pelet, mesin pertanian, peternakan, saham agro, jual benih biji buah, wisata agro, mesin pertukangan, mesin alat bangunan

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!