Berkebun Cabe Dengan Metode Hidroponik

Berkebun Cabe Dengan Metode Hidroponik. Cabe merupakan salah satu jenis bumbu dapur yang tak pernah absen di masakan Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia sangat suka dengan cita rasa pedas yang dihasilkan oleh cabe. Dengan melihat karakteristik masyarakat seperti ini, banyak inovasi makanan yang memanfaatkan cabe untuk meningkatkan nilai jual olahan makanannya. Mulai dari mie sampai ceker ayam, pemuda pemudi menyukainya jika dimasak super pedas. Ada pula orang berinovasi dengan bakso isi cabe, tahu isi mercon dan lain-lain.

Di sisi lain, harga cabe dinilai tidak stabil. Bahkan dalam suatu kondisi, harga cabe bisa melambung tinggi. Sehingga masyarakat penyuka pedas sering mengeluh ketika harga cabe melambung. Hal ini tak akan terjadi pada anda jika anda bisa membudidayakan cabe sendiri. Anda bisa menggunakan pekarangan anda untuk menanam cabe. Penanam perawatan cabe tidaklah susah, setiap orang bisa melakukannya.

Jika anda hidup di perkotaan yang memiliki lahan tanam sempit, anda bisa menggunakan hidroponik untuk menanam cabe. Metode ini cukup populer di kalangan masyarakat perkotaan. Bagi anda yang sibuk, ini lah salah satu solusinya. Metode ini tidak memerlukan media tanah dan tak perlu menyiram setiap saat.

Berkebun Cabe Dengan Metode Hidroponik

Sebelum membahas lebih lanjut, marilah kita kupas sekilas mengenai metode hidroponik. Metode hidroponik adalah menanam tanaman dengan cara memanfaatkan air tanpa media tanah. Air yang digunakan dicampur dengan vitamin atau nutrisis terlebih dahulu. Tujuannya agar tanaman dapat tumbuh optimal.

Tanpa tanah bukan berarti tanpa media, tapi harus ada medianya untuk menopang tegaknya tanaman. Media yang digunakan biasanya sekam bakar, gabus, pecahan genting/batu bata, pupuk kandang, hidrogel, serbuk kayu, dan masih banyak lagi.

Menanam cabe bisa menggunakan motode hidroponik. Metode ini digemari ibu-ibu karena perawatannya sederhana. Selain itu, ibu-ibu bisa menggunakan cabe tanpa membeli di tukang sayur. Tak perlu khawatir dengan ketidakstabilan harga cabe deh.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!