Berpiknik Hutan Mangrove Di Daerah Surabaya

Kota Surabaya tidak boleh di pandang sebelah mata dalam hal pariwisata. Meski menjadi kota metropolitan, kota  yang dikenal sebagai kota para pahlawan, mempunyai obyek wisata menarik  seperti hanya kebun bibit, taman bungkul, pantai Ria Kenjerean, kebun binatang Surabaya, dan yang mulai di kenal sekarang adalah pelestarian Hutan Mangrove, meskipun pada awalnya tempat ini hanya dikenal dari komunitas pecinta lingkungan, Saat ini Hutan Mangrove sudah dikenal begitu luas karena banyak televisi dan media online yang menginformasikan.

Kota Surabaya sebenarnya memiliki potensi obyek wisata yang menarik dari pemandangan alam seperti pantai, situs dan pelestarian lingkungan, hingga wisata buatan seperti kolam renang atau sarana hiburan serta wisata sejarah, taman bermain, kebun binatang. Informasi ini mungkin sangat bermanfaat saat mengisi liburan.

Hutan Mangrove di daerah Surabaya, yang di jadikan tempat wisata. Sebenarnya ini tempat konservasi mangrove yang di kelola oleh pemerintah setempat, yang mana sekarang dikembangkan menjadi kawasan ekowisata. Daerah itu bernama Wonorejo,masuk dalam kecamatan Rungkut, terletak di pesisir timur kota Surabaya. Untuk berwisata sebaiknya berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB. Selain berangkat pagi yang perlu diperhatikan adalah kondisi cuaca.

Ada tiga opsi rute, pertama lewat arah juanda. Nah kalau lewat aloha lebih macet, karena harus muter-muter lagi jalannya. Opsi kedua lewat waru, terminal Bungurasih ke arah timur melalui jalan Brigjen Katamso atau jalan brebek. Sedangkan opsi ketiga rutenya ke Jemursari.

Sampai pertigaan Rungkut (rungkut lor dan rungkut kidul), sebenarnya anda tidak boleh lurus. Dari jalan raya Rungkut lurus saja, sampai ketemu traffic light, jalan Panjang Jiwo, ambil arah kanan. Melewati daerah Kedung Baruk, ambil lurus saja,sampai ketemu perempatan STIKOM, dari perempatan ambil jalan lurus, melewati depan STIKOM. Yang paling gampang ikuti aliran sungai kali Jagir, di jamin tidak bakalan kesasar.

Setelah melewati depan STIKOM, sepanjang perjalanan anda menemukan banyak kampus di wilayah ini, padahal bisa dibilang, wilayahnya agak di pinggiran kota Surabaya. Tapi memang cocok untuk area sekolah, sepi, tenang, sejuk pula, karena berdekatan dengan sungai besar. Terlihat berjejer, mulai dari STIKOM,

Jangan khawatir kepanasan, jika berangkat naik motor, sebab di Surabaya pohon-pohon di sepanjang jalan cukup melindungi anda dari sengatan Matahari. Sekitar 3 kilometer dari perempatan STIKOM, anda mulai memasuki perkampungan. Di area depan terdapat tanda, desa Wonorejo RT 04 Ambil jalan lurus saja,disitu terdapat tanda ekowisata mangrove Wonorejo.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!