Bertani Jagung, Siasati Tanam Musim Kemarau

Datangnya musim kemarau di beberapa tempat, khususnya di lahan tadah hujan, acapkali memberikan tantangan tersendiri bagi para petani terkait komoditas yang hendak mereka tanam. Komoditas yang memiliki adaptasi bagus di musim kemarau, seperti jagung, menjadi salah satu pilihan yang rasional bagi petani. Hanya saja bercocok tanam jagung dalam kondisi lingkungan yang kering juga tetap memerlukan perhatian khusus agar hasilnya optimal.

Musim kemarau yang berdampak terhadap lahan pertanian, khususnya padi di sejumlah daerah, indonnesia.

“Imbauan itu untuk menghadapi kemarau yang sedang terjadi saat ini. Dari kajian yang dilakukan Agropedia, ada beberapa tanaman palawija yang bisa diambil oleh petani untuk ditanam pada lahan mereka saat kemarau. Namun, salah satu tanaman yang paling cocok, yakni jagung. Jagung saat ditanam tidak membutuhkan lebih banyak air. Sehingga kalau kemarau seperti saat ini bisa tetap dipanen oleh petani.

Tanaman jagung memang sangat cocok sebagai pengganti saat musim kemarau. Apa lagi jagung juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di pasaran. Terlebih lagi, tanaman jagung tidak terlalu membutuhkan tenaga lebih dari petani yang menanamnya untuk memberikan asupan air.

Jagung itu nilai ekonomisnya cukup bagus. Mulai dari biji sampai batang pohonnya juga bisa dimanfaatkan. Jadi tidak ada salahnya jika kemarau melanda petani yang tadinya menanam padi beralih menanam jagung.

Jagung pada dasarnya merupakan golongan tanaman yang sangat cocok ditanam di musim kemarau. Pasalnya, tanaman yang memiliki nama latin Zea mays ini memerlukan sinar matahari penuh selama masa hidupnya. Selain itu, tingkat penggunaan airnya juga tergolong sedang. Dari catatan Food and Agriculture Organization (FAO), kebutuhan air tanaman jagung berkisar antara 400 hingga 500 mm.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!