Perkebunan

Biriba Rollinia Deliciosa Srikaya Malinau Berasa Manis dan Berdaging Asal Brazil

Biriba rollinia deliciosa, buah berkulit kuning dan berduri tumpul asal Brazil memiliki cita rasa enak, dan ada asamnya. Warga Malinau menyebutnya Srikaya Malinau karena berasa dan berdaging mirip srikaya. Rasanya tidak semanis skrikaya, tapi tidak semasam sirsak. Memiliki cita rasa yang menyegarkan seperti itu membuat Biriba menjadi buah favorit di sana. Tak jarang sosoknya dijajakan di pasar tradisional.

Syarat utama buah diterima oleh konsumen adalaha rasa enak, syarat lainnya adalah praktis dikonsumsi. Kedua syarat itu dimiliki Biriba. Jika kematangan Biriba mencapai 80%, buah tak perlu dikupas. Buah cukup diiris lalu dikonsumsi. Ada cara lain untuk mengkonsumsinya, yaitu buah dibelah dua lalu disendok.

Daging Biriba lebih lembut daripada daging srikaya dan sirsak, sehingga mudah untuk mengolahnya. Biasanya diolah menjadi jus, es buah, atau pudding. Jumlah biji sedikit juga menjadikan Biriba praktis untuk diolah. Keunggulan lainnya adalah bobot buah yang cukup jumbo, bisa mencapai 2 kg.

Sayangnya, umur simpan Biriba pendek. Biriba maksimal tahan 4 hari jika dipanen pada tingkat kematangan 75%. Melebihi itu, rasa Biriba berubah menjadi lebih asam karena adanya proses fermentasi. Jangkauan Biriba hanya sampai pasar lokal, hal ini dikarenakan kulitnya sangat rentan atau mudah menghitam jika terkena gesekan atau hantaman saat pengangkutan. Biriba tak cocok untuk pasar interlokal yang memakan waktu proses pengangkutan.

Kendala pengangkutan itu tak akan jadi masalah jika Biriba ditanam di daerah yang terjangkau pasar. Biriba merupakan tanaman yang mudah beradaptasi, sehingga penyebarannya luas. Itulah mengapa Biriba banyak ditemukan diberbagai negara tropis di Amerika, Asia, hingga Australia.

Taman Wisata Mekarsari berhasil menanam 30 Biriba, pada umur 2.5 tahun tanaman asal biji sudah berbuah. Itu menjadi bukti bahwa budidaya Biriba sangar mudah dan cocok bai hobiis tanaman buah. Pertumbuhan tanaman Biriba sangat cepat, usia 1 tahun tingginya mencapai 2 m.

Biriba mudah diperbanyak, tingkat keberhasilan perbanyakan dengan biji mencapai 80%. Berikut adalah cara menanam biji Biriba :

  1. Semai biji pada media campuran tanah, pupuk kandang, sekam, dan kompos dengan perbandingan 1:2:3:2.
  2. Setelah 3-4 minggu, biji berkecambah.
  3. Ketika muncul 3-4 daun, pindahkan ke polibag berdiameter 25-35 cm.
  4. Tanaman dapat dipindah ke lahan setelah 6 bulan.

Hasil perbanyakan dengan biji sama dengan tanaman induknya, tak berubah. Itu karena Biriba memiliki bunga sempurna sehingga putik bisa diserbuki dari pollen bunga yang sama. Jika ingin berbuah dengan cepat, bisa diperbanyak secara vegetatif. Biriba disambung pucuk dengan batang bawah mulwo Annona reticulate, cara ini bisa menghasilkan buah pada umur 1 tahun.

Untuk merawat tanaman Biriba tak perlu repot, cukup diberi pupuk kandang 6 bulan sekali. Dosis tanaman yang di atas 1 tahun adalah 30-40 kg per pohon. Berikan pupuk NPK 150 gr juga. Tambahkan pula pupuk daun yang disemprotkan pada daun. Waktu terbaik pemberian pupuk adalah pada saat pascaberbuah. Usai berbuah tanaman butuh pasokan nutrisi yang telah terkuras saat berbuah.

Tanaman Biriba mamopu berbuah meski ditanam dalam pot, contohnya di Mekarsari. Media tanam merupakan campuran pupuk kandang, sekam, dan kompos dengan perbandingan 1:2:3. Namun tanaman Biriba lebih pendek jika ditanam dalam pot, ukuran buahnya juga lebih kecil kira-kira 300 gr saja. Hal tersebut terjadi karena jangkauan akar Biriba menyerap nutrisi terhalang dinding pot. Agar tumbuh subur gunakan pot minimal berkapasitas 40 liter media. Sumber nutrisinya menggunakan 20 gr NPK mutiara 16:16:16 setiap 3 bulan sekali.

Tanaman Biriba sebaiknya rutin dipangkas, karena pertumbuhannya yang cepat menyebabkan percabangan tak beraturan. Selain merapikan, pemangkasan dapat merangsang bunga. Dari banyanya bunga, yang jadi buah hanya sedikit. Sebabnya adalah letak organ reproduksi yang cukup dalam dan sedikit tertutup mahkota. Akibatnya serangga dan angin sulit membantu penyerbukan.

Di daerah Brazil, Biriba bisa berbuah lebat karena di sana ada serangga khusus yang membantu penyerbukannya. Sedangkan di Indonesia tidak ada serangga khusus tersebut. Cara mengatasinya, dibantu penyerbukannya dengan kuas kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler

close

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!