Perkebunan

Buah Naga Kuning, Hormon Giberelin Berperan Penting dalam Pembesaran Buah

Di masa lampau, tinggi orang jepang rata-rata 150-160 cm, namun pascaperang dunia II mereka melakukan perbaikan gizi dengan mengkonsumsi 5.1 gr/hari protein hewani. Sehingga terjadi penambahan tinggi berat badan mereka sekitar 5-10 cm. Fakta itu sama seperti buah naga kuning yang dirawat Daniel Kristanto.

Jika pada orang jepang kunci utama pertumbuhan tinggi badan adalah protein hewani, maka pada buah naga kuning hormon giberelin lah yang berperan penting dalam pembesaran buah. Hormon giberelin memanglah umum dipakai untuk pembersaran buah. Hormon giberelin berperan dalam memperpendek atau bahkan meniadakan fase istirahat sel. Tanpa istirahat sel dipacu terus membelah sehingga jumlahnya menjadi semakin banyak. Itu artinya daging buah yang dihasilkan bertambah, pantas saja jika bobotnya naik.

Hormon giberelin yang dipilih Daniel adalah GA3 10%. 1 gr GA3 10% dilarutkan ke dalam 2 L air, komposisi ini cukup digunakan untuk 400 tanaman. Larutan GA3 disemprotkan pada pentil buah yang muncul setelah 2-3 hari kuntum buah layu. Setelah 35 hari, buah akan tampak membesar. Bobotnya sekitar 150 gr dan warna kulit masih kehijauan. Nah saat itu lah larutan GA3 dengan dosis yang sama kembali disemprotkan pada setiap buah. Bila warna kulit sudah kekuningan, maka itu adalah tanda buah naga kuning sudah memasuki fase pematangan. Pada fase pematangan, perlakuan GA3 tidak efektif.

Pada umumnya ada 10-15% dari populasi buah sudah menunjukkan tanda-tanda mulai memasuki fase pematangan. Agar tidak terlanjur kuning, disemprotkan boron dan mangan masing-masing sebanyak 1 sendok teh dan dilarutkan dalam 15 L air. Perlakuan ini diimbangi dengan pemberian larutan fermentasi teh. Daun teh mengandung kalium yang cukup tinggi. Kalium inilah yang berfungsi untuk menguatkan sel sehingg batang menjadi kokoh dan buah naga kuning tidak mudah rontok.

Penambahan hormon giberelin dan larutan fermentasi teh hanya cocok dilakukan di dataran berketinggian 800 m dpl. Buah cenderung cepat matang di dataran rendah. Pada umur 65 pasca bunga, buah masih berbobot 125-150 gr sudah kuning. Di dataran rendah buah cepat matang karena total heat unit lebih cepat terpenuhi. Total heat unit adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk pembentukan dan pematangan buah. Akibatnya buah tidak sempat membesar tapi sudah siap dipanen.

Di dataran tinggi, total heat unit lebih panjang sehingga buah naga kuning sempat membesarkan buah sampai 80 hari setelah pembungaan dan siap panen. Pada dataran tinggo, bobot buah naga bisa mencapai 250-280 gr. Jika diberikan perlakuan hormon giberelin, bobotnya bisa bertambah hingga 300-330 gr.

Teknik ini haruslah dilakukan dari awal, agar tanaman tidak stress. Yang paling utama dan penting adalah memperkuat perakaran dan batang. Perakaran buah naga kuning sedikit dan lemah, jumlahnya hanya 80% dari perakaran buah naga merah. Tekstur akar buah naga kuning lembut dan tipis, akibatnya mudah putus. Batang buah naga kuning hanya 1/3-1/2 dari batang buah naga merah. Jika akar dan batang kecil, maka aliran hara dari tanahpun juga kecil. Perlu rekayasa untuk mengatasinya.

Untuk memperbanyak jumlah akar, batang naga kuning sepanjang 20 cm dengan 1 tunas direbahkan  menghadap ke atas. Batang akan tumbuh akar karena menyentuh tanah. Sedangkan tunas akan berkembang menjadi batang utama.

Setelah jumlah akar cukup banyak, dilakukan serangkaian pemupukan. Kunci sukses memperbesar bobot buah naga kuning adalah perawatan yang dimulai sejak awal, agar tanaman tidak stress. Berikut adalah rangkaian perawatan buah naga kuning :

  1. Penanaman
  • Pilih bibit yang perakarannya banyak.
  • Berikan TSP 50 gr/tanaman 2 minggu sebelum penanaman. TSP memperkuat akar.
  • Benamkan pupuk kandang kering 7 kg/tanaman dan 1/3 genggam dolomite 3 kali setahun.
  1. Tahun pertama
  • Sepekan setelah tanam berikan 40 gr NPK dan pupuk multimikro yang mengandung mangan, boron, dan Fe sebanyak 15 cc. keduanya dilarutkan dalam 15 L air. Pemberiannya 2 kali sebulan sampai panen.
  • Saat umur 1 bulan berikan NPK (N dan K tinggi) 15 gr/tanaman setiap 2 bulan sampai tanaman berumur 6 bulan.
  • Pada umur 7 bulan beri NPK 20 gr/tanaman setiap sebulan sampai tanaman berumur 12 bulan.
  1. Fase buah
  • Umur tanaman 7 bulan memasuki tahap pembungaan. Seragamkan pembungaan dengan 10 cc paklobutrazol dan 4 sendok KNO3¬≠ dalam 14 L air. Itu untuk 1.200 tanaman. Pemberiannya setiap 2 minggu selama 2 bulan.
  • Biarkan cabang sepanjang 80 cm memproduksi 1 buah.
  1. Pembesaran buah Naga Kuning

Pemberian hormon giberelin berkadar 10% dengan dosis 1 gr per 2 L air untuk 400 tanaman. Perlakuan diulang saat buah masih hijau dan memasuki tahap pematangan. Yaitu selang 35 hari dari pentil.

Pupuk berkadar N dan K tinggi diberikan agar batang lebih tebal. Batang buah naga kuningdipertahankan hingga panjangnya 120-130 cm. kemudian ujungnya dipotong 3 cm untuk menghadirkan 4 tunas baru bakal cabang produksi. Di cabang tersebut nantinya akan muncul buah jumbo pascaperangsangan dengan hormon.

Demikian dulu tentang Buah Naga Kuning, Hormon Giberelin Berperan Penting dalam Pembesaran Buah, lain waktu ada yang lebih menarik bidang agrobisnis naga kuning dan peluangnya untuk kita ulas, diantaranya buah naga kuning dan hitam, buah naga kuning jumbo, manfaat buah naga kuning, harga buah naga kuning per kilo, buah naga kuning jember, buah naga kuning super, bibit buah naga kuning, buah naga kuning banyuwangi. Terima kasih/trubus.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!