Kacang

Budidaya Kacang Kapri, dari Pembenihan Sampai Panen

Budidaya Kacang Kapri mulai dari cara penanaman,
Nama Latin:
Pisum sativum

Nama Inggris: Edible Podded Pea
Famili : LEGUMINOCEAE

1. Cultivar
Giant Pod, Taichung No.11, KY Giant Pod No1.

2. Pembibitan
Persyaratan Benih

Benih tanaman  dikatakan bermutu baik, apabila secara visual:
a) Benih utuh dan tidak cacat, belum kadaluarsa.
b) Tidak mengandung campuran dengan biji atau benda-benda lain.
c) Mempunyai daya berkecambah tinggi, leblh dari 80% dan cepat tumbuh.
d) Bebas dari penyakit-penyakit berbahaya (seed- borne disease) dan bebas dari telur serangga.

Penyiapan Benih

Benih dikeluarkan dari polongnya, lalu dikeringkan selama 3 hari bila matahari bersinar penuh atau
sampai polong cukup kering. Sehingga, diharapkan tingkat kadar air benih sekitar 10-15%.
Benih kering disortasi terlebih dulu untuk mendapatkan benih yang utuh dan baik. Kemudian
benih tersebut ditempatkan dalam wadah yang rapat, misalnya botol atau kaleng. Selanjutnya
benih disimpan di tempat yang kering dan tidak terkena sinar matahari langsung.

 

Teknik Penyemaian Benih
Pada tanaman kacang kapri, bibit yang digunakan tidak memerlukan disemai terlebih dahulu, tetapi
bibit langsung ditanam pada lahan yang sudah siap ditanami.

 

Pengolahan Media Tanam

Persiapan
Tanaman kapri memerlukan tanah yang berstruktur gembur. Oleh karena itu sebelum penanaman,
lahan harus diolah sebaik mungkin. Tujuan pengolahan tanah adalah untuk menggemburkan
tanah, menghilangkan rumput atau tanaman liar, membuang gas-gas yang bersifat racun dalam
tanah, dan memperbaiki sirkulasi udara dalam tanah.

Pembukaan Lahan

Lahan yang akan ditanami sebelumnya dibersihkan dahulu dari gulma. Rumput dan tumbuhan liar
dibuang hingga lahan menjadi bersih. Dengan demikian, pengolahan selanjutnya menjadi lebih
mudah. Setelah lahan bersih, tanah digemburkan dengan cara dicangkul atau dibajak. Kedalaman
cangkulan sekitar 30 cm. Setelah tanah menjadi gembur, tahap selanjutnya tanah diratakan.

Pembuatan Bedengan

Setelah digemburkan dan diratakan, tanah dibuat menjadi bedengan-bedengan. Bedengan
mempunyal ukuran lebar sekitar 50 cm dan panjang yang disesuaikan menurut keadaan lahan. Agar
tanaman dapat menerima sinar matahari sebanyak-banyaknya, sebaiknya bedengan dibuat
memanjang arah Timur-Barat.
Jarak antar bedengan tersebut dibuat sekitar 25-30 cm. Di antara bedengan perlu dibuat parit untuk
saluran air. Bedengan tersebut terbentuk dari tanah galian parit yang dinaikkan. Tinggi bedengan
dibuat + 25 cm.

Pemupukan

Dosis pupuk kandang untuk flap hektamya sekitar 10-15 ton atau 1-1,5 kg/m2. Pemberian pupuk
kandang sebaiknya dilakukan 2-3 minggu sebelum tanam

 

Penanaman

Penentuan Pola Tanaman
Jarak tanam antar lubang adalah sekitar 15-20 cm, sedangkan jarak antar barisan 50 cm. Jadi,
bedengan dengan lebar 80 cm akan mempunyai baris tanaman.
Pembuatan Lubang Tanaman

Benih kapri ditanam dalam lubang tanam dengan kedalaman 2,5-5 cm. Setiap lubang berisi 2 butir
benih. Lubang benih dibuat dengan menggunakan tugal atau tongkat.
Cara Penanaman
Setelah benih ditanam, lubang ditutup kembali dengan tanah. Benih kapri akan kelihatan tumbuh 5
hari kemudian.

 

Pemeliharaan Tanaman

Penyiangan
Pengendalian gulma dilakukan dengan penyiangan yang biasanya dilakukan dua kalis elama pertumbuhan tanaman. Pada saat tanarnan berumur sekitar 3 minggu dilakukanpenyiangan pertama. Penyiangan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur kira-kira 6 minggu.

Penyiangan ini dilakukan dengan bantuan kored atau dengan cara pencabutan. Pembubunan dan Penggemburan  menggemburkan tanah yang memadat di sekitar tanaman akibat siraman hujan dan penyinaran matahari. Bersamaan dengan penggemburan, tanah di sekitar pangkal batang dibumbun dengan tanah supaya akar tidak muncul ke permukaan tanah. Biasanya kegiatan pembumbunan tanah ini dilakukan bersamaan waktunya dengan penyiangan.

Perempelan/Pemangkasan
Pemangkasan pucuk-pucuk kapri dilakukan sebanyak dua kali, yaitu setelah tanaman berumur 3 minggu dan 5 minggu.

Pemupukan

Pupuk anorganik seperti pupuk Urea, TSP, dan KC1 diberikan saat tanaman dalam pertumbuhan.
Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan disajikan pada Tabel 12. Pemberian pupuk Urea
dilakukan dua kali. Setengah dosis diberikan pada saat penanaman dan sisanya diberikan pada saat
tanaman berumur 3 minggu. Pupuk TSP dan KCI diberikan seluruhnya pada saat penanaman.
Tabel 12. Rekomendasi Pupuk untuk Kacang Kapri pada Tanah Mineral dengan Tingkat Kandungan P
dan K Sedang (Maynard and Hocmuth, 1999)

Umur Urea ZA SP36 KCl Target
pH
Kg/ha/musim tanam 6.5
Preplant 124 250 180 –
3MST 124 –
MST = Minggu Setelah Tanam

Pengairan dan Penyiraman
Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

Waktu Penyemprotan Pestisida

Pupuk daun diberikan pada tanaman dengan cara disemprotkan pada permukaan bawah daun.
Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Pada saat sinar matahari terik, hujan, atau
angin kencang sebaiknya jangan menyemprot karena pupuk akan mudah lenyap sebelum diserap oleh tanaman. Penyemprotan pupuk daun dapat dilakukan pada umur sekitar 20-30 hari setelah tanam.

Pemeliharaan Lain

Tanaman kapri mempunyai sulur dan tumbuh merambat. Oleh karena itu, tanaman kapri yangakan dipanen  polong dan bijinya perlu disangga dengan turus atau lanjaran untuk merambatkan tanaman.
Pada saat tanaman berumur 3 minggu atau tingginya sudah sekitar 15 cm dilakukan
pemasangan turus. Sebagai turus dapat digunakan bambu atau potongan bambu yang panjangnya
sekitar 150 cm. Turus tersebut ditancapkan di samping tanaman dalam posisi miring atau tegak lurus.

Panen Kacang Kapri

Ciri dan Umur Panen
Kapri polong muda: polong dipilih yang besar bentuknya, tetapi masih muda. Umur tanaman
mencapai 60 hari.
Biji kapri: polong bijinya sudah penuh dan warna bijinya masih hijau. Umur tanaman ± 70 hari.
Pucuk kapri: umur tanaman 26-30 hari, dan dilakukan pemanenan kembali pada 8 hari
kemudian. Pucuk panjangnya 12-13 cm dan dilakukan pada pagi hari (09.00-10.00) atau sore hari
(16.00).

Cara Panen
Kapri polong muda: guntinglah tangaki buahnya, usahakan tangkai polongnya ikut terpotong

Biji kapri: menggunting tangkai buahnya, dan diusahakan tangkai polong ikut terpotong.
Pucuk kapri: pemanenan dilakukan dengan menggunakan tangan dipetik seperti memetik daun teh.

Periode Panen Kacang Kapri

Kacang Kapri polong muda: pemanenan dilakukan setiap 3 hari sekali dan setelah 5-8 kali panen atau sekitar 90hari panen dihentikan.

Biji kapri: selang pemanenan dilakukan setiap 3 hari dan harus dihentikan pada saat tanaman sudah berumur ± 100 hari.
Pucuk kapri: penen kedua dilakukan 8 hari kemudian, dan setiap 5 hari sekali sampai musim panen berakhir, biasanya tanaman berumur 90 hari.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!