Peternakan

Budidaya Trigona Itama Lebah Madu Lebih Menguntungkan Peternak

Budidaya Madu Trigona Itema, hasil jenis lebah unggul dan yang menguntungkan peternak. Madu sangat banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan dan vitalitas tubuh. Madu berkualitas didapat dari alam liar, tapi sekarang sudah mulai dibudidayakan oleh peternak. Jenis madu unggul yang dibudidayakan saat ini adalah lebah madu itema.

Hendry Mulia mendapatkan omzet Rp7-juta per bulannya dari menjual madu Trigona itama yang diternak di halaman rumahnya. Rumah dua lantai di Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu nampak mewah. Aksesori berupa dua tiang masing-masing di kanan dan kiri pintu kokoh menyangga atap rumah. Di pekarangan seluas 100 m2 Hendry Mulia meletakkan 28 potongan kayu di atas pilar-pilar beton. Di bagian atas kayu gelondongan itu Hendry ditaruh kotak-kotak berbahan tripleks.

Terdapat kotak berbahan plastik  menyerupai rumah-rumahan. Kayu gelondongan itu bukanlah ornamen taman, melainkan sarang lebah Madu Trigona Itema, salah satu spesies lebah tanpa sengat. Dari sarang itama itulah Hendry meraup omzet Rp6-juta—Rp7-juta per bulan. Untuk memperoleh omzet sebanyak itu Hendry hampir tak beraktivitas apa pun, selain membudidayakan lebah Trigona itama.

Lebah Madu Trigona Itama: Tanpa dikasih Pakan

Omzet itu ia peroleh dari hasil penjualan 6—7 liter madu itama per bulan. Madu hasil panen dari 28 log. Harga jual madu itama di tingkat peternak kini Rp1.000.000 per liter. Hendry menjual kepada kerabat dan rekan-rekan. Harga itu jauh lebih mahal daripada harga madu Trigona laeviceps—lebah tanpa sengat lain—yang rata-rata Rp250.000—Rp450.000 per liter. Apalagi jika dibandingkan dengan madu asal lebah Apis sp yang rata-rata Rp40.000—Rp50.000 per liter.

Hingga Februari 2015 Hendry 4 kali panen madu. Ia mulai beternak Lebah Madu Trigona Itema pada Juni 2014 dan panen perdana pada Agustus 2014. Pendapatan itu ia peroleh pada musim kemarau, yakni pada Agustus—November ketika banyak tanaman berbunga sebagai sumber nektar. Itulah sebabnya produksi madu trigona optimal. Di musim hujan Hendry tidak panen madu. Sebab, tanaman berbunga pada musim hujan sangat terbatas. Bunga mengandung nektar dan menjadi sumber pakan bagi itama.

Menurut ahli trigona dari Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Prof Dr Ir Mappatoba Sila, pada musim hujan trigona cenderung diam di dalam sarang. Madu dalam sarang menjadi cadangan pakan ketika kelulut—sebutan lain lebah trigona—tidak “bekerja” mencari makan. Dengan demikian, Hendry Mulia berhenti panen madu pada Desember—Maret.

Di Jelambar, Jakarta Barat, Keng Effendi menyulap lantai 4 rumahnya menjadi area budidaya itama. Pengusaha komputer itu menempatkan 15 koloni sejak Juli 2014. Ia juga membudidayakan 30 koloni di halaman rumah walet miliknya di kawasan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, dan 50 koloni di kawasan Patrol, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Dari jumlah koloni itu, Keng Effendi panen rata-rata 50 liter madu per bulan bila tengah kemarau. Sementara Josia Lazuardi membudidayakan 200 koloni itama di kebunnya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Josia memanen 50—100 liter madu itama setiap bulan pada kemarau. Nun di Pekanbaru, Provinsi Riau, Sielon juga membudidayakan 40 log itama sejak Agustus 2014.

Tren Madu Itama Peternak Lebah Madu

Akhir akhir ini banyak peternak mulai melirik lebah itama sebagai sumber pendapatan pilihan. Mengapa mereka memilih budidaya lebah madu itama ? Para peternak baru itu tertarik membudidayakan itama karena praktis. Mereka tak perlu mengeluarkan biaya produksi tinggi hanya saja investasi awal memang tinggi. Ukuran tubuh itama relatif kecil, hanya 7 mm. Akibatnya ia lebih mudah menelusup ke berbagai bunga yang sempit untuk mencari nektar sumber pakan.

Singkat kata, para peternak tinggal ongkang-ongkang kaki dan panen madu. Bandingkan, misalnya, dengan peternak lebah Apis cerana yang mesti menggembalakan lebah dan berpindah dari satu area ke wilayah lain untuk mengejar musim berbunga. Menurut Hendry budidaya lebah madu itama juga memungkinkan dilakukan di perkotaan karena tidak perlu lahan luas.

Sumber nektar dapat diperoleh dengan menanam aneka tanaman yang rajin berbunga, “Yang penting di sekitar area budidaya ada sumber nektar,” ujarnya. Bila syarat itu terpenuhi, maka rupiah datang meski dari halaman rumah. Itama juga tanpa sengat sehingga “aman” bagi penghuni rumah. Sebagian masyarakat kita takut pelihara lebah bebab dikhawatirkan disengat.

Hasil budidaya madu itama berupa madu berkhasiat dan berharga mahal. Harga madu itama di tingkat peternak bisa mencapai Rp1.000.000 per liter. “Walaupun harga jual relatif tinggi, hasil panen madu selalu habis. Jika dibudidayakan intensif, secara bisnis menjanjikan,” ujar Josia. Bahkan banyak pelanggan memesan sebelum panen. Mengapa permintaan madu itama amat tinggi? Siok Peng Kek dan rekan meneliti perbandingan kandungan fenolat total dan intensitas warna madu dari Apis sp dan Trigona sp.

Menurut riset para ahli gizi dari Departemen Pengolahan dan Teknologi Pangan, Universitas Putra Malaysia, kandungan fenolat total pada madu berkaitan erat dengan kadar antioksidan yang berfaedah menangkal kehadiran radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas ditandai menjadi penyebab penyakit mematikan seperti kanker. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolat total madu trigona rata-rata 784.3 mg gallic acid equivalent (GAE) per kg, lebih tinggi daripada madu Apis sp yang hanya 590,5 mg GAE/kg.

Tag:

Terpopuler

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!