Cara Membuat Sendiri Pupuk Hayati Cair dan Pupuk Hayati Padat

Diah Meidianti, pekebun sayuran bikin sendiri sumber nutrisi Pupuk Hayati dan telah sukses membudidayakan beragam sayuran di lahan kosong kompleks perumahan. Tanah perumahan yang dikenal tak subur, ia sulap menjadi tanah yang subur. Beragam sayuran, seperti kangkung, selada, kacang panjang, terong, dan pokcoy tumbuh subur tanpa adanya campur tangan pupuk anorganik. Pupuk seperti urea, KCL, dan TSP tak digunakannya. Ia hanya menggunakan jasa baik makhluk mini.

Cara Membuat Pupuk Hayati Cair

  1. Masukkan pupuk kandang berupa kotoran ternak ayam, kambing, atau sapi ke dalam drum. Tambahkan mikroba trichoderma, azospirillum, dan azotobacter ke dalam drum. Dosis masing-masing mikroba 0.5% dari total jumlah pupuk kandang.
  2. Tuangkan 20% air, aduk hingga homogen/rata.
  3. Tutup rapat drum dan letakkan di tempat yang teduh.
  4. Setiap 3 hari, suhu dalam drum dicek. Usahakan susu tetap pada 27-30o

Selama proses pembuatan pupuk hayati akan menghasilkan panas. Suhu dijaga pada 27-30oC  agar mikroba tidak mati kepanasan. Jika suhu lebih dari 30 oC, tambahkan air secukupnya dalam ke drum lalu aduk.

  1. Setelah 21 hari, proses pembuatan pupuk hayati selesai.

Tanda pupuk hayati telah jadi : cairan dalam drum tidak berbau, warna hitam kental, dan suhu stabil 27 oC.

  1. Saring cairan dalam drum untuk memisahkan cairan pupuk dan sisa kotoran.
  2. Pupuk hayati siap digunakan.

Dosis penggunaan pupuk cair hayati adalah 1 liter pupuk cair diencerkan dalam 10-20 liter air bersih. Hasil pengenceran inilah yang digunakan sebagai penyubur. Cara aplikasinya dengan cara dikocorkan ke tanah dekat pangkal batang tanaman.

 

Cara Membuat Pupuk Hayati Padat

Selain pupuk hayati cair, pupuk hayati dapat dibuat dalam bentuk padat. Pembuatan pupuk hayati padat dapat dibuat dari limbah rumah tangga, jerami, serbuk gergaji, dan kotoran ternak. Proses pembuatannya hamper sama dengan pupuk hayati cair. Mikroba yang digunakan pun sama, yaitu trichoderma, azospirillum, dan azotobacter. Ketiga mikroba itu dicampur menjadi satu. Berikut adalah cara membuat pupuk hayati padat :

  1. Bahan baku berupa limbah rumah tangga, jerami, serbuk gergaji, dan kotoran ternak ditumpuk secara berlapis dengan perbandingan 1:1. Bahan baku disusun seperti kue lapis dengan tinggi masing-masing bahan setinggi 30 cm.
  2. Di antara 2 bahan semprotkan cairan mikroba dengan dosis 0.5% secara merata di atas setiap bahan.
  3. Setiap 3 hari, tumpukan diaduk dan dijaga suhu pada 27-30o
  4. Setelah 21 hari, proses pembuatan pupuk hayati padat selesai.

Tanda pupuk hayati padat telah jadi : bahan baku berubah warna menjadi hitam dan remah.

  1. Pupuk hayati padat siap digunakan. Setiap 10 kg pupuk dapay dipakai untuk lahan berukuran 1.2m x 10m.

Menurut ahli mikrobiologi ITB, Dr. I Nyoman Pugeng Aryantha, pekebun dapat menggunakan berbagai macam akar tumbuhan (kangkung, rumput, dan ecenggondok) sebagai bahan baku pupuk hayati. Jika ditambahkan akar, pekebun tak perlu menambahkan mikroba dari luar, karena di akar tumbuhan sudah ada mikroba penambat nitrogen yang masih hidup.

Untuk membuat pupuk hayati dari akar, 15 gr akar beragam tumbuhan ditumbuk dan dimasukkan ke dalam larutan nutrisi. Larutan nutrisi tersebut dibuat dari 100 gr gula merah, gula pasir, dan molase dilarutkan ke dalam 1 liter air. Kemudian ditambahkan 5 gr tanah subur dan 5 gr kompos. Semua bahan  dicampur dalam drum/ember yang memiliku pompa sirkulasi. Bahan diperam selama 2 hari, cairan dalam drum sudah dapat digunakan sebagai starter.

Aturan pemakaian pupuk hayati dari akar adalah 10% starter dibiakkan kembali dalam 2.5 – 5% larutan nutrisi. 10% bahan hijauan yang sudah dihancurkan ditambahkan. Kemudian semua bahan tersebut difermentasi selama 5 hari. Bahan sesekali diaduk selama proses fermentasi. Setelah pupuk siap digunakan, 1 liter pupuk diencerkan dalam 10 – 50 liter air. Hasil pengenceran siap digunakan sebagai penyubur.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!