Jagung

Cara Menanam Jagung Hibrida Jenis Komposit Varietas Unggul

Cara Menanam Jagung Hibrida Jenis Komposit Varietas Unggul. Pengelolaan Tanaman dan sumberdaya Terpadu (PTT) adalah suatu pendekatan budidaya yang mengutamakan pengelolaan tanaman, lahan, air dan OPT secara terpadu

 

Koponen Teknologi Dasar Jagung Hibrida

Pengelolaan tanaman terpadu jagung hibrida dari aspek budidaya dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

 

Pemilihan Varietas dan Benih Bermutu Jagung Hibrida

Pada wilayah dengan periode hujan panjang dianjurkan menanam jenis jagung  hibrida atau jenis komposit unggul yang sesuai dengan referensi konsumen. Varietas unggul hasil Badan Litbang pertanian: Varietas Komposit: Lagaligo, Gumarang, Kresna, Lamuru, Palakka, Sukmaraga, Srikandi Kuning-1, Srikandi Putih-1, Anoman-1; (2) Varietas Hibrida: Semar-3, Semar-4, Semar-5, Semar-6, Semar-7, Semar-8, Semar-9, Semar-10, Bima- 1, Bima-2, Bantimurung, Bima-3 Bantimurung.

Benih jagung hibrida yang ditanam harus bermutu tinggi dengan daya kecambah tidak kurang dari 95%. Sebelum ditanam, benih dicampur dengan fungisida dengan takaran 2 g/kg benih. Agar dapat tercampur merata, fungisida dibasahi terlebih dahulu dengan air sebanyak 10 ml untuk setiap 2 g . Kebutuhan benih untuk 1 ha lahan berkisar antara 15-20 kg.

Populasi Tanaman Jagung Hibrida

Populasi tanaman anjuran 66.600 per ha, yaitu dengan menanam jarak 75 cm x 20 cm (1 biji/ lubang) atau 75 cm x 40 cm (2 biji/ lubang).

Penanaman Jagung Hibrida

Pada lahan datar sampai berombak, penanaman agung hibrida  dianjurkan menggunakan alat tanam ATB-2R Balitsereal (ditarik hand traktor). Alat tanam ini menanam benih dengan jarak 75 cm x 40 cm, 2 biji/lubang. Penanaman dapat juga dilakukan dengan system alur yang dibuat dengan bajak singkal. Benih diletakkan dalam setiap alur (jarak antar alur 75 cm, dalam alur 40 cm), 2 biji/lubang dan benih ditutup pupuk kandang. Penanaman juga dapat dilakukan menggunakan tugal kayu secara konvensional pada lahan sempit.

Tips Bisnis

Baca Juga: Dana Hibah Pelaku Usaha 2017 Tanpa Syarat

Baca Juga: Bentuk Bantuan Pendanaan dan Mekanisme Penyalurannya

Baca Juga: Bentuk Pembiayaan Dana Bantuan

Baca Juga: Sasaran Dana Dari Lembaga Bantuan Hibah

Baca Juga: Mekanisme Penyaluran Dana Oleh Lembaga Donor

Baca Juga: Contoh Proposal Dana Bantuan Budidaya Ikan

Baca Juga: Akses Lembaga Donor Dana Hibah Untuk Pelaku Usaha dan Organisasi

Baca Juga: Daftar Lembaga Penyedia Dana Pembiayaan

Baca Juga: Program Kemitraan Binaan Semen Gresik dan Tata Cara Pengajuan Pinjaman Mitra Binaan Semen Gresik

Baca Juga:  Perbedaan Kewirausahaan Kewiraswastaan dan Entrepreneurship

Pemupukan  Jagung Hibrida

Prinsip utama pemupukan adalah porsi pupuk seimbang sesuai fase pertumbuhan

1) Hanya diberikan jika dari hasil analisis tanah kekurangan unsur Sulfur (S).
2) Takaran dapat berubah sesuai hasil analisis tanah atau rekomendasi setempat.
3) Jika menggunakan pupuk majemuk, takaran N, P, dan K disetarakan

Tahapan pengamatan hara N pada tanaman jagung dengan Bagan Warna Daun (BWD) :
Pada umur 7-10 HST dan 28-30 HST, tanaman dipupuk sesuai Tabel 1.

Umur 40-45 HST, dilakukan pengamatan hara N pada daun ke-3 dari atas. Lindungi daun dari sinar matahari agar tidak terganggu pantulan cahaya. Daun diletakakkan diatas BWD. Bandingkan warna daun dengan skalawarna BWD. Rata-ratakan nilai warna dari daun yang diamati.

Bahan organik diberikan saat tanam sebagai penutup benih sebanyak 25 – 50 g/lubang atau setara 1,5 – 3,0 t/ha.

 

Pengelolaan Irigasi Lahan Jagung Hibrida

Pada lahan kering di musim hujan, perlu dibuat sal uran drainase pada saat pembumbunan. Pada lahan sawah di musim kemarau dan lahan sawah tadah hujan, pengairan tanaman mutlak diperlukan.

 

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT JAGUNG HIBRIDA

Hama lalat bibit, penggerek batang, dan penggerek tongkol d i s e m p r o t i n s e k t i s i d a karbofuran. Penyakit bulai dikendalikan dengan perlakuan benih (benih dicampur fungisida Metalaksil 2g/kg benih).

 

PENGENDALIAN GULMA JAGUNG HIBRIDA

Peny iangan per tama umur 14-20 HST, penyiangan kedua tergantung kondisi gulma, dilakukan secara manual atau herbisida kontak Paraquat 1,0-1,5 l/ha.

 

PANEN DAN PROSESING HASIL  JAGUNG HIBRIDA

Sebelum panen bagian tanaman di atas tongkol dipangkas saat biji masak fisiologis atau kelobot mulai mongering/berwarna cokelat. Panen saat cuaca cerah, pada kadar air biji 30% biji mengeras dan telah membentuk lapisan hitam minimal 5% barisan biji. Tongkol segera dijemur. Pemipilan dilakukan jika kadar air 20% dan biji dijemur lagi hingga kadar air 14% dan siap dipasarkan .

 

TEKNOLOGI BUDIDAYA SPESIFIK LOKASI JAGUNG HIBRIDA

a. Lahan kering
Pemupukan Jagung Hibrida

Cara pemberian pupuk: w w Pada umur 7-10 HST dan 28-30 HST, tanaman dipupuk sesuai Tabel 3. Pemberian pada lubang tugal sedalam 5 cm – 10 cm, dengan jarak 5 cm – 10 cm di samping tanaman dan lubang ditutup tanah. Umur 40-45 HST, dilakukan pengamatan hara N pada daun ke-3 dari atas. Lindungi daun dari sinar matahari agar tidak terganggu pantulan cahaya. Daun diletakakkan diatas BWD. Bandingkan warna daun dengan skala warna BWD. Rata-ratakan nilai warna dari daun yang diamati.

b. Lahan Sawah
Pemupukan Jagung hibrida

Takaran Pupuk Anorganik pada Jagung Hibrida

*) diberikan jika tanah kekurangan unsur hara Sulfur (S)
**) Takaran pupuk dapat diubah sesuai ketersediaan hara tanah hasil
analisis tanah

Cara pemberian pupuk: w w Pada umur 7-10 HST dan 28-30 HST, tanaman Jagung hibrida  dipupuk sesuai Tabel 4. Pemberian pada lubang tugal sedalam 5 cm – 10 cm, dengan jarak 5 cm – 10 cm di samping tanaman dan lubang ditutup tanah. Umur 40-45 HST, dilakukan pengamatan hara N pada daun ke-3 dari atas. Lindungi daun dari sinar matahari agar tidak terganggu pantulan cahaya. Daun diletakakkan d i a t a s B W D . Bandingkan warna daun dengan skala warna.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler

close

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!