close
Kesehatan

Cara Pembuatan Tempe Bahan Kedelai Impor dan Lokal

Cara Pembuatan Tempe Bahan Kedelai Impor dan Lokal sebenarnya sama saja, cuma perbedaannya harga perkilonya yang berbeda dan kedelai impor cendrung lebih tahan lama. Tetapi kualitas kedelai lokal lebih bagus untuk kesehatan.

Berikut tahapan cara membuat tempe kedelai

Dahlukan Biji kedelai yang telah dipilih/dibersihkan dari kotoran, dicuci dengan air yang
bersih selama 1 jam, kemudian lanjutkan langkah berikut:

  1. Setelah bersih, kedelai direbus dalam air selama 2 jam.
  2. Kedelai kemudian direndam 12 jam dalam air panas/hangat bekas air perebusan
    supaya kedelai mengembang.
  3. Berikutnya, kedelai direndam dalam air dingin selama 12 jam.
  4. Setelah 24 jam direndam seperti pada butir 3 dan butir 4 di atas, kedelai dicuci dan
    dikuliti ( dikupas ).
  5. Setelah dikupas, kedelai direbus untuk membunuh bakteri yang kemungkinan
    tumbuh selama perendaman.
  6. Kedelai diambil dari dandang, diletakkan di atas tampah dan diratakan tipis-tipis.
    Selanjutnya, kedelai dibiarkan dingin sampai permukaan keping kedelai kering dan
    airnya menetes habis.
  7. Sesudah itu, kedelai dicampur dengan larutan (ragi 2%) guna
    mempercepat/merangsang pertumbuhan jamur. Proses mencampur kedelai dengan
    ragi memakan waktu sekitar 20 menit. Tahap peragian (fermentasi) adalah tahap
    penentu keberhasilan dalam membuat tempe kedelai.
  8. Bila campuran bahan fermentasi kedelai sudah rata, campuran tersebut dicetak pada
    loyang atau cetakan kayu dengan lapisan plastik atau daun yang akhirnya dipakai
    sebagai pembungkus. Sebelumnya, plastik dilobangi/ditusuk-tusuk. Maksudnya ialah
    untuk memberi udara supaya jamur yang tumbuh berwarna putih. Proses
    percetakan/pembungkus memakan waktu 3 jam. Daun yang biasanya buat
    pembungkus adalah daun pisang atau daun jati. Ada yang berpendapat bahwa rasa
    tempe yang dibungkus plastik menjadi “aneh” dan tempe lebih mudah busuk
    (dibandingkan dengan tempe yang dibungkus daun).
  9. Campuran kedelai yang telah dicetak dan diratakan permukaannya dihamparkan di
    atas rak dan kemudian ditutup selama 24 jam.Setelah 24 jam, tutup dibuka dan
    campuran kedelai didinginkan/diangin-anginkan selama 24 jam lagi. Setelah itu,
    campuran kedelai telah menjadi tempe siap jual.
    Supaya tahan lama, tempe yang misalnya akan menjadi produk ekspor dapat
    dibekukan dan dikirim ke luar negeri di dalam peti kemas pendingin.
  10. Proses membekukan tempe untuk ekspor adalah sbb:
    Mula-mula tempe diiris-iris setebal 2-3 cm dan di-blanching, yaitu direndam dalam
    air mendidih selama lima menit untuk mengaktifkan kapang dan enzim. Kemudian,
    tempe dibungkus dengan plastik selofan dan dibekukan pada suhu 40°C sekitar 6 jam.
    Setelah beku, tempe dapat disimpan pada suhu beku sekitar 20°C selama 100 hari tanpa
    mengalami perubahan sifat penampak warna, bau, maupun rasa.

Tempe Selain Bahan Kedelai

Selain tempe berbahan dasar kacang kedelai, terdapat pula berbagai jenis makanan berbahan bukan kedelai yang juga disebut tempe. Terdapat dua golongan besar tempe menurut bahan dasarnya, yaitu tempe berbahan dasar legum dan tempe berbahan dasar non-legum. Tempe bukan kedelai yang berbahan dasar legum mencakup tempe koro benguk (dari biji kara benguk, berasal dari sekitar Waduk Kedungombo), tempe gude (dari kacang gude), tempe gembus (dari ampas kacang gude pada pembuatan pati, populer di Lombok dan Bali bagian timur), tempe kacang hijau (dari kacang hijau, terkenal di daerah Yogyakarta), tempe kacang kecipir (dari kecipir), dll

Tag:

pakan ternak, mesin pelet, mesin pertanian, peternakan, saham agro, jual benih biji buah, wisata agro, mesin pertukangan, mesin alat bangunan

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!