Perkebunan

Dobel Nutrisi Buah Sawo Raksasa Mamey Sapote, Begini Cara Menanamnya

Biji Mamey Sapote, sawo raksasa, menjadi salah satu bibit buah termahal bidang agrobisnis di tanah air. Meski harganya mencapai 800an ribu, puluhan orang rela mengantre untuk mendapatkannya. Para pembeli mengidamkan bibit memey sapote yang nantinya akan menghasilkan sawo raksasa, ukurannya bisa mencapai 3 kali lipat dari sawo biasa. Di sisi lain, para penangkar buah kerepotan dalam memenuhi pesanan bibit memey sapote.

Menurut Prakoso, salah satu penangkar buah di Demak, mamey sapote susah diperbanyak sehingga keberadaan bibitnya langka dan harganya cukup tinggi. Jumlah biji terbatas karena buah penghasil biji baru matang setelah usia 9 bulan. Tanaman dari biji baru mulai berbuah pada usia 8 -1 5 tahun.

Perbanyakan vegetatif pun sulit, salah seorang peneliti di Taman Wisata Mekarsari mencoba mempraktekkannya. Ia mencangkok memey sapota dan membekali medianya dengan berbagai nutrisi, namun 6 bulan berlalu akar belum muncul. Padahal ramuan perangsang sudah diberikan. Ia mencoba teknik lain dengan sambung pucuk, namun kesulitan karena belum ada batang bawah yang cocol bagi memey sapote.

Kejadian serupa juga dialami Prakoso, bibit sambung pucuk diserang cendawan yang tumbuh subur pada kelembaban tinggi kemudian mengering dan mati. Ada beberapi bibit yang selamat, tapi harus diberikan perlakuan ekstra dengan menyemprotkan fungisida pascasungkup dan ditaruh di tempat yang teduh. Dengan berbagai perlakuan istimewa itu keberhasilan sambung pucuk dapat mencapai 60%.

Ada teknik lain untuk tingkat keberhasilan yang lebih tinggi yaitu dengan sambung susu. Tingkat keberhasilannya bisa mencapai 100%. Selama ini yang berhasil adalah sambung susu memey sapote dengan alkesah. Mengapa sambung susu dengan alkesah? Hal ini dikarenakan alkesah memili kekerabatan yang lebih dekat dengan memey sapote, secara taksonomi mereka masih berada dalam satu genus.  Sehingga alkesah lebih dekat kekerabatannya ketimbang sawo manila.

 

Susui Sawo Bongsor

  1. Siapkan batang bawah pohon alkesah berumur sekitar 8 bulan.
  2. Pilih tunas memey sapote yang tumbuh di sekitar batang seukuran dengan batang bawah. Tunas yang digunakan sebaiknya berwarna kecokelatan dan telah mengeras (semi hardwood).
  3. Ikatkan batang bawah di dekat tunas memey sapote yang akan disusui
  4. Buat sayatan sepanjang 1-2 cm pada tunas. Sayatan dibuat 4-5 cm dari titik tumbuh dengan tebal sayatan 50% dari diameter tunas.
  5. Batang bawah juga dipotong sehingga menyisakan 15-20 cm. Sayat ujung potongan dengan bentuk menyesuaikan sayatan pada tunas sehingga keduanya bisa disisipkan atau disambung.
  6. Sambungan kemudian diikat rapat dengan lilitan plastic bening sepanjang 25-30 cm.
  7. Sekali sepekan batang bawah disiram. Pentil buah yang tumbuh di sekitar batang memey sapote dirompes supaya pertumbuhan vegetatif optimal.
  8. Setelah susuan berumur 2.5 bulan, buat sayaran sekitar 0.5-1 cm dari titik sambung tunas. Tujuannya mempersiapkan supaya pohon susuan tidak stres ketika dipisahkan dari pohon induk.
  9. Setelah 2 pekan pisahkan susuan dari pohon induk dengan cara memotong habis sayatan yang telah dibuat pada tunas sebelumnya. Susuan kemudian dipindahkan ke pot yang lebih besar. Jadilah satu bibit memey sapote hasil susuan.

Walaupun tanaman Mamey Sapote dipindahkan ke pot yang lebih besar, daun baru tetap muncul. Bahkan, sambungan mulai tertutup sedikit demi sedikit saat umur bibit 6 bulan.  Di bandingan dengan sambung pucuk, bibit sambung susu lebih bagus pertumbuhannya. Pada sambung susu, nutrisi yang diperoleh dobel : dari pohon induk dan batang bawah. Sedangkan sambung pucuk hanya memperoleh nutrisi dari batang bawah. Namun Teknik sambung susu terkendala dari susahnya mendapatkan alkesah.

Demikian dulu tentang buah sawo raksasa Mamey Sapote, lain kali kita bahas tabulampot mamey sapote, budidaya mamey sapote, jenis jenis mamey sapote,  mamey sapote magana, mamey sapote havana,  mamey sapote lorito, tempat jual bibit mamey sapote unggul, mamey sapote key west. Semoga bermanfaat.

Tag:

Terpopuler

close

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!