Indonesia Perjuangkan UKM Era MEA 2015 di Forum Dunia

Perjuangkan UKM era MEA 2015 di forum Dunia. Mayoritas pelaku usaha berlatar industri kecil, ada sejumlah upaya untuk mengamankan kepentingan nasional dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA ) akhir 2015.

Salah satunya, melalui upaya diplomasi, pemerintah akan memaksa negara lain untuk memberikan keistimewaan bagi para pelaku usaha kecil menengah ( UKM ).

“Indonesia menekankan pentingnya peran UKM untuk mendorong Ekonomi regional dalam pertemuan RCEP ( Regional Comprehensif Economic Partnership ) yang terdiri atas sepuluh Negara ASEAN plus mitra enam negara mitra dagang, yaitu : Australia, Selandia Baru, Korea, Tiongkok, Jepang, dan India” ujar Dirjen Kerja sama Perdagangan Internasional Kementrian Perdagagan Bachrul Chairi kemarin. 15/2.

Pertemuan RCEP yang ke 7 itu digelar di Bangkok, Thailand, pada 4-13 Februari 2015. Dalam pertemuan regional yang penting tersebut, perwakilan Indonesia mengajukan konsep Small and Medium Enterprises ( SME ) Friendly. “intiya kita meminta RCEP lebih mendorong keterlibatan UKM dalam mata rantai pasok kawasan regional maupun global. Hal ini perlu diupayakan karena pelaku UKM paling banyak” tandasnya.

Sebagaimana di Indonesia, mayoritas jumlah pelaku usaha berskala UKM sehingga layak untuk diperjuangkan di forum Internasioanal. “Lebih dari  95 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UKM. Karena itu, kita wajib mengusulkan agar RCEP dapat lebih mendukung dan mendorong keterlibatan UKM di era perdagangan bebas dunia”, sambungnya.

Menurut Bachrul, hal kitu menjadi misi penting yang disampaikan perwakilan Indonesia dalam forum RCEP beberapa hari lalu. Indonesia berharap produk produk UKM diberi perlakuan khusus di sepuluh negara ASEAN serta enam negara mitra dagang. ” Kita minta kemudahan bea masuk, prosedur kepabeanan, harmonisasi standar, serta akses finansial,” terangnya.

Bagi Indonesia, kata Bachrul, pemberlakuan MEA 2015 akan memberikan beberapa tantangan yang tidak hanya bersifat internal di dalam negeri, tetapi juga persaingan dengan sesama negara ASEAN dan negara lain di luar ASEAN seperti Tiongkok dan India.  “Persaingan yang ketat ini akan berdampak pada harga yang kompetitif pula. Bukan hanya komoditas, produk jasa harus berdaya saing tinggi,” lanjutnya.

Pemerintah menyadari bahwa peran UKM sebagai kelompok usaha yang memiliki jumlah yang paling besar dan cukup dominan dalam perokonomian harus diamankan.” Peluang Indonesia untuk dapat bersaing dalam MEA 2015, sebenarnya cukup besar. Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki skala ekonomi besar. Ini juga didukung proporsi penduduk usia produktif dan pertumbuhan kelas menengah yang tinggi.” jelasnya.wir/c22/agm/jawapos.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!