Industri Agro

Indonesia Surga Rumput Laut Dunia

Dari sekian banyak keunggulan komoditas Indonesia di Dunia, ternyata rumput laut mampu menambah peringkat negeri ini secara global. 10.000 tahun yang lalu para arkelog menemukan bukti jika manusia purba sudah mengonsumsi rumput laut.

Pada abad 46 sebelum mahesi bangsa Yunani juga sudah menikmati tumbuhan yang terendam air laut ini. Bangsa Asia, terutama Asia timur adalah pengonsumsi rumput laut terbesar. Pada tahun 1899 lewat ekspedisi Sibolga, Max Weber dan istrinya van Bosse mulau mengenalkan rumput laut di Nusantara. Perdagangan rumput laut dimulai sekitar tahun 1940 di Makassar dan Surabaya.

Baru tahun 1967 dimulailah budi daya rumput laut yakni di kepulauan seribu. Indonesia sebagai negara maritim, memiliki potensi yang luar biasa dalam pengembangan rumput laut. Bagaimana tidak, Indonesia saat ini tercatat sebagai produsen rumput laut terbesar di Dunia, meski baru memasok rumput laut kering atau barang mentah dan bukan produk olahan bernilai tambah.

Menurut data yang dikompilasi dari Kementerian Perindustrian dari total produksi rumput laut kering dunia sekitar 424.000 ton, Indonesia memasok 56% atau sekitar 237.800 ton per tahun. Di dunia, terdapat lebih dari 500 jenis produk turunan menggunakan rumput laut. Sementara saat ini sebanyak 152.900 ton atau 64,3% rumput laut produksi dalam negeri diekspor dalam bentuk kering atau belum diolah.

Dalam sebuah kegiatan International Seaweed Symposium (ISS) yang sedang berlangsung di kota Kopenhagen Denmark, Indonesia memiliki kesempatan untuk mengundang sejumlah pengusaha Dunia dalam bidang industri rumput lain untuk menghadiri forum bisnis tentang, Update on The Indonesian Seaweed Industry, forum bisnis ini diikuti oleh sekitar 50 pelaku usaha, praktisi dan akademisi dari sejumlah negara antara lain Amerika Serikat, India, Tiongkok, Jepang, Denmark, dan pengusaha lainnya.

Duta Besar RI untuk Denmark, Muhammad Ibnu Said menyampaikan, pentingnya peningkatan industri rumput laut dan mengharapkan agar para pengusaha dapat memanfaatkan potensi rumput laut Indonesia yang begitu besar. Rumput laut tidak hanya sebagai sumber pendapatan bagi petani melainkan pula dapat mengentaskan kemiskinan terutama bagi para petani di sepanjang garis pantai Indonesia. Indonesia saat ini merupakan pengekspor rumput laut terbesar di dunia, dan mendapat perhatian dunia. [] Gnfi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!