Manfaat Jamur untuk Diabetes

Jamur memiliki cita rasa yang lezat dan unik, sehingga kebanyakan orang menyukai. Untuk memasak jamur, kita tak perlu khawatir akan tak enak rasanya, sebab jamur seolah telah memiliki penyedap alami yang ekstra. Walaupun hanya di tumis secara sederhana, jamur tetap nikmat di lidah. Namun tak hanya itu saja kelebihan jamur, sebab ia juga kaya akan zat yang kita sebut sebagai nutrisi dan banyak manfaatnya bagi kesehatan.

Bentuk fisik jamur ini yang seperti cangkang tiram menyebabkannya disebut dengan jamur tiram (Pleourotus spp), dikenal juga dengan nama shimeji, oyster mushroom atau supa liat. Jamur tiram ini ada beberapa jenis, selain jamur tiram putih, ada juga jamur tiram coklat dan jamur tiram merah jambu.

Jamur bisa menjadi makanan diet rendah energi yang ideal bagi penderita diabetes. Hal ini karena jamur tanpa lemak, tanpa kolesterol, karbohidrat yang sangat rendah, protein tinggi, vitamin, mineral,  dan serat. Selain itu, mereka mengandung insulin alami dan enzim yang membantu mogok gula atau pati makanan. Sekali lagi, jamur diketahui mengandung senyawa tertentu yang akan membantu fungsi hati, pankreas dan kelenjar endocrinal lainnya, sehingga meningkatkan pembentukan insulin dengan jumlah yang tepat. Penderita diabetes mudah terkena infeksi, terutama di kaki yang cenderung berlangsung lama. Antibiotik alami dalam jamur dapat membantu melindungi penderita diabetes dari infeksi yang ditakutkan.

Rasanya unik (exotic taste) dan lezat. Dapat dimakan secara tunggal atau dikombinasikan dengan makanan lain, dalam kondisi segar sebagai lalapan ataupun dimasak.

Tekstur jamur tiram yang unik membuatnya dapat diolah dengan berbagai macam masakan, misalnya disup, ditumis, dibakar, dipepes, digulai dan digoreng. Bahkan jamur ini dapat dijadikan tepung sebagai bumbu penyedap berbagai jenis makanan.

Jamur tiram merupakan salah satu jamur kayu yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia. Masyarakat umumnya lebih mengenal jamur ini dari sisi kulinernya, padahal kandungan gizi jamur tiram lebih kaya daripada daging dan hampir sama dengan kandungan gizi dari telur dan susu.

Organisasi Jamur Dunia (Mushworld) aktif mempromosikan jamur ini sebagai bahan pangan masa depan, karena relatif mudah dibudidayakan dan bergizi tinggi.

Jamur ini mengandung protein, karbohidrat, serat, lemak nabati, vitamin C (asam askorbat), vitamin yang biasanya ditemui pada hewan yaitu B1 (Tiamin), B2 (Riboflavin), B3 (Niacin) dan B12 (sianokobalamin), pro-vit. D (Ergosterol), asam folat, mineral Na, K, Ca, Fe, P, dan asam amino esensial khususnya lisin yang kadarnya pada jamur ini lebih banyak daripada sereal.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!