Manfaat Limbah Karbit Sebagai Pestisida dan Pupuk Tanaman

Manfaat Limbah Karbit Sebagai Pestisida dan Pupuk untuk tanaman. Manfaat Limbah Karbit pembuangan sisa proses bergabung pengelasan yang menggunakan asetilena (gas aseteline = C2H2) sebagai bahan bakar. Limbah karbida mengandung sekitar 60% kalsium.

Komposisi kimia dari limbah karbit antara lain 1,48% SiO2, 59,98% CaO, Fe2O3 0,09%, 9,07% Al2O3, MgO 0,67% dan 28,71% dari elemen lainnya.

Limbah Karbit

Etilena adalah hormon pertumbuhan yang umumnya berbeda dari hormon lain seperti auksin, giberelin dan sitokinin. Dalam keadaan normal, Ethylene adalah bentuk gas (C2H4) dengan struktur kimia yang sangat sederhana. Ethylen dihasilkan selama respirasi buah, daun dan jaringan lain di dalam tanaman. Karena diproduksi oleh tanaman dalam jumlah besar hormon ini dapat mempercepat pematangan buah.

Dalam beberapa laporan jurnal pertanian diposisikan karbida sebagai pupuk, pengganti kapur pertanian (karena hampir 36% masih kapur), pemadat tanah stabilisasi tanah, pestisida.

A. Limbah karbit sebagai Pestisida

1. Pembasmi Boring

Padi pada umur 0-30 hari dan keluar penggerek (ulat / kupu-kupu putih / kepompong coklat) pada usia primordia bahwa padi tidak berisi / hampa udara) dapat diatasi dengan menggunakan limbah karbida 2 kg dilarutkan dalam 8 liter air, diaduk, dan kemudian disimpan selama 24 jam. Kemudian air jernih yang dihasilkan oleh campuran itu digunakan untuk menyemprot penggerek batang (1 liter ampas karbida cair + 14 liter air masuk ke penyemprot tangan) di pagi hari, kemudian 4-5 hari kemudian disemprot dengan bahan semprot yang sama di sore hari. Ampas karbida sendiri dapat digunakan untuk pupuk sebagai pohon buah antibodi (mangga, nangka, dll).

Bagaimana mengidentifikasi penggerek : Mengecek ladang di malam hari, menggunakan lampu dg warna merah, lihat, ada hama senter mendekati kita? Jika ada paling tidak lima (5) ekor hama / kupu-kupu / mati / keluar, maka penyemprotan dengan residu kalsium karbida harus segera dilakukan.

Antisipasi terhadap kelembapan (yang bisa mengarah pada serangan yang akan datang Blast disease) dengan jarak spasmodik (30 x 40 cm) sehingga sinar matahari yang cukup, kelembaban menurun, hama tidak bisa bertahan.
Caterpillars deadheart 36 jam kemudian berubah menjadi kupu-kupu; 24 jam kemudian berubah menjadi kepompong.

2. Untuk Leptocorisa Oratorius Fabricius. : hama dalam nasi ketika indung telur mulai mengandung beras): semprot dengan residu karbida cair.

3. Untuk Leafhoppers (hijau; coklat, punggung putih, menyerang pada semua umur beras): semprot dengan residu kalsium karbida cair.

4. Untuk Armyworm: Solusinya adalah mengelilingi plot yang akan diperlakukan dengan plastik. Semprotkan dengan residu karbit air pada malam hari.

B. Karbida Limbah sebagai Pupuk

Metode I : Cara menggunakan limbah karbida adalah untuk mencairkan larutan terlebih dahulu. Biasanya konsentrasi yang digunakan adalah + 30 cc / lt. air. Penggunaan dosis yang terlalu rendah konsentrasinya memberikan efektivitas buruk sebaliknya ketika konsentrasi terlalu tinggi akan memberi pemborosan. Setelah diencerkan larutan limbah karbit (30 cc / liter air) disemprotkan pada tanaman yang siap berbuah, berusia antara 57-60 hari setelah transplantasi.

Metode II: Campur 25 gram sisa karbit dengan 1 liter air. berikan kepada tanaman yang siap berbuah 10 cc / masing-masing tangkai.

Methode III : Untuk lahan sawah Anorganik: penggunaannya dicampur dengan urea, yaitu 150 kg urea dan 900 kg sampah karbida untuk 1 ha lahan.

 

Demikain Manfaat Limbah Karbit Sebagai Pestisida dan Pupuk tanaman, semoga bermanfaat./ bangsa putra

Tag:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!