Manfaat Timun dan Cara Budidaya Mentimun Hibrida Cepat Panen

Mentimun / timun / ketimun atau Cucumis sativus adalah sebuah tanaman yang masih termasuk ke dalam marga Cucurbitaceae atau disebut juga labu-labuan seperti melon dan  semangka. Timun adalah tanaman yang dapat beradaptasi segala macam iklim sehingga mudah menanamnya. Budidaya mentimun akan lebih maksimal pada kondisi iklim kering dengan penyinaran saat suhu 21-27oC. Ketinggian ideal mentimun cocoknya adalah 1000-1200 meter dari permukaan laut. Mentimun juga bisa ditanam di dataran rendah.

Timun tumbuh merambat dan buahnya banyak kandungan airnya, tapi rasanya beda dengan semangka dan melon yang manis, mentimun memiliki rasa yang netral atau tawar.

Manfaat timun untuk Kesehatan

Rasa yang netral mentimun bisa banyak dimanfaatkan pelengkap makan, bahan campuran untuk rujak, bahan makanan masakan lezat. Selain digunakan untuk makanan, mentimun juga memiliki berbagai manfaat seperti ;

– Mentimun berfungsi pemasok cairan untuk tubuh

– Mentimun  pelengkap vitamin yang dibutuhkan tubuh

– Mentimun  sebagai mineral yang baik

– Mentimun dapat mengurangi racun dalam tubuh

– Mentimun bisa menyehatkan pencernaan

– Mentimun dapat menghilangkan bau mulut

– Mempercantik tampilan mata

– Mentimun baik untuk kulit

Penyiapan Benih dan Pembibitan

  • Pembenihan Mentimun varietas local dapat dilakukan dengan memilih buah masak pohon, sehat dan tidak cacat. Varietas mentimun hasil silangan Balai Penelitian Tanaman Sayuran diantaranya Saturnus, mars dan pluto.
  • Buah dibelah, biji dikeluarkan dan dikeringkan hingga kadar air kurang lenih 12%, lakukan seleksi biji kemudian kemas dalam botol berwarna dan tutup rapat.
  • pembibitan dapat dilakukan di polibeg ukuran  8cm x 10 cm disi media tanah pupuk kandang perbandingan 1:1 atau 2:1 (volume 2/3 bagian pot).
  • Benih direndam air hangat suhu 55 derajat – 60 derajat celcius selama 15-30 menitatau air dingi selama 12 jam. Kemudian haruns dibungkus kain basah dan diperam 12 jam. Setelah benih berkecambah dipindahkan ke polibeg yang telah berisi media. 
  • Setelah 12-20 hari, semaian mentimun sudah siap ditanam dibedengan.

Penyiapan Lahan Timun

  • Tanah diolah dengan cara dibajak atau dicangkul sedalam 30-35 cm. Dikeringkan selama kurang lebih 14 hari. Dibuat bedengan, ukuran lebar 120 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar bedengan kurang lebih 30-40 cm.
  • Pemberian pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton/ha atau membuat lubang tanam ukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm dengan jarak 100 cm x 50 cm dan setiap lubang tanam diberi pupuk kandang 0,5 kg.
  • Bedengan diratakan kembali untuk ditanami benih mentimun.
  • Lahan yang baik untuk penanaman mentimun adalah tanah yang memiliki unsur hara yang masih baik, tanah harus digemburkan dahulu dengan cara di cangkul atau dibajak sedalam kurang lebih 20-30 cm untuk membalikan posisi tanah dari bawah ke atas. Setelah tanah siap kemudian dibuat bedengan dengan spesifikasi sebagai berikut ;- Buatlah ukuran bedengan dengan ukuran lebar 1 meter serta tinggi sekitar 20-30 cm- Panjang bedengan sesuai dengan panjang lahan- Jarak antara bedengan adalah sekitar 20 cm

    – Buat parit diantara bedeng dengan rapi untuk drainase

    – Setelah tanah bedengan siap kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik pada waktu siang hari atau saat cuaca panas agar panjang dan ketahanan mulsa berada pada kondisi maksimal.

    – Lubangi bedengan yang telah ditutupi mulsa dengan diameter 10 cm

    – Jarak antara lubang bedengan satu baris mendatar adalah 40 cm

    – Sementara jarak antar lubang bedengan satu baris ke bawah aadalah 50-60cm

    Setelah bedengan siap langkah selanjutnya adalah dengan memberikan pupuk alami yang berasal dari kotoran hewan, pada setiap lubang bedeng.

Cara Penanaman Timun

  • Waktu tanam dilakukan akhir MH/MK.
  • Pemupukan dasar Urea, TSP dan KCL masing- masing 150 kg/ha atau 450 kg/ha NPK, mentimun hibrida dosis 600 kg/ha NPK.
  • Semaian timun ditanam satu lubang satu benih.

Pemeliharaan Tanaman Timun

  • Penyulaman umur 15 HST
  • Pengairan, awal pertumbuhan disiram 2 kali sehari (pagi dan sore). Cara di leb atau disiram dengan gembor, selanjutnya disesuaikan dengan kondisi iklim.
  • Pemasangan ajir (turus) dari bambu kayu, 5 HST.
  • Penyiangan dan pemupukan dilakukan bersamaan. Pemupukan dilakukan pada saat tanaman umur 1 bulan setelah tanam. jenis dan dosis pupuk Urea 100 kg/ha, ZA 200 kg/ha, TSP 100 kg/ha dan KCL 100 kg/ha. Cara pemberian pupuk dilelatakan disekeliling tiap tanaman sejauh 15 cm dari batang.
  • Pemangkasan dengan pengurangan daun dilakukan pada umur 21 HST

Pengendealian hama dan penyakit Timun :

  • Oteng-oteng, kembang daun, Pengendalian : waktu tanam serempak disemprot dengan insektisida Sevin 85 S konsentrasi 0,1-0,2%. Lalat buah, pengendalian memasang perangkap “metil eugenol”, penyemprotan insektisida Melathion WP 0,1-0,2%. Kutu daun, pengendalian, disemprot insektisida perfekthion 0,1-0,2%. Penyakit tepung, pengendalian mencabut tanaman sakit dan disemprot fungisida berbahan aktif benomyl atau karbendazim. Antraknose, bercak-bercak coklat pada daun kemudian mati. Pengendalian : disemprot dengan fungisida berbahan aktif karbendazim atau mankozeb. Layu bakteri, layu seluruh daun dan tanaman mati, Pengendalian mencabut tanamn sakit. Kudis, pengendalian disemprot dengan fungisida ditiokarbamat. Busuk buah, pengendalian menghindari luka mekanis pada waktu dikebun panen. 
  • Untuk menghindari serangan hama dan penyakit mentimun cara yang paling efektif adalah melakukan pergiliran tanaman.

Tahap Pemanenan Timun

  • Panen umur 2-3 bulan setelah tanam (umur 48 HST mentimun local, hibrida umur 42 HST).
  • Panen dilakukan setiap 5-10 hari sekali.
  • Waktu panen jam 7.00 – 9.00 pagi, dengan cara memetik tangkai buah dengan gunting panen.

Salam tani indonesia, semoga manfaat info Manfaat Timun dan Cara Budidaya Mentimun Hibrida Cepat Panen.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!