Mengapa Orang Dewasa Butuh Juga Imunisasi ? Yuk Cari tau

Umumnya banyak orang perfikiran kalau vaksinasi atau imunisasi hanya perlu diberikan untuk anak-anak. Padahal, imunisasi juga penting untuk orang dewasa khususnya kelompok usia lanjut, sebab bisa mencegah dari kematian secara signifikan.

Disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI)- Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Samsuridjal Djauzi, dan dalam seminar ‘Lindungi Bangsa, Cegah Meningitis’, Senin, (23/4/2012) di Jakarta.

 

Imunisasi untuk orang dewasa

Dalam seminarnya, Samsuridjal mengatakan, imunisasi untuk orang dewasa sama pentingnya dengan imunisasi pada anak. Bahkan, imunisasi pada orang dewasa dapat mencegah risiko kematian seratus kali lipat lebih tinggi ketimbang imunisasi pada anak.

Imunisasi pada orang dewasa kurang populer ketimbang anak-anak. Karena dari sejarahnya sendiri di Indonesia, imunisasi dewasa baru mulai pada tahun 2003 dan karena itu gaungnya kepada masyarakat masih kurang,” ucapnya.

Menurut Samsuridjal, tujuan dari pada imunisasi terhadap orang dewasa dan anak berbeda. Pada anak, pemberian imunisasi ditujukan untuk menyiapkan anak agar memiliki kekebalan tubuh yang kuat, jadi tidak mudah sakit. Namun pada orang dewasa terutama pada orang berusia lebih lanjut, imunisasi dapat mencegah kematian yang cukup signifikan.

Beberapa penyakit orang dewasa yang dapat dicegah dengan imunisasi di antaranya, hepatitis B, hepatitis A, tetanus, MMR, tifoid, influenza, HPV (kanker leher rahim), pneumokok dan meningokok. Lebih lanjut Samsuridjal menyampaikan, di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, sudah ada program khusus untuk pemberian imunisasi kepada orang dewasa berusia lanjut, di antaranya dengan pemberian vaksinasi influenza (cakupan 60 persen) dan pneumokok (cakupan 70 persen).

“Mudah-mudahan negara kita membuat program imunisasi bukan hanya untuk anak saja, tetapi juga orang dewasa,” imbuhnya.

Menurut Samsuridjal, ada beberapa hal yang mendasari kenapa imunisasi pada orang dewasa kurang diperhatikan. Lima hal di antaranya adalah kurangnya informasi mengenai efektivitas, belum ada pedoman, layanan vaksinasi masih terbatas, harga vaksin yang tidak terjangkau dan belum ada dukungan pembiayaan asuransi.

Imunisasi pada orang dewasa sebenarnya sudah berjalan, tetapi pelayanannya belum merata dan masih dalam skala yang kecil. Perlu upaya dari berbagai pihak untuk mengupayakan agar cakupannya meningkat.

Menurutnya pula, “Vaksin bisa untung¬† bagi orang yang divaksin, namun bila cakupannya kecil, tidak terlalu menguntungkan untuk masyarakat. Perlu cakupan yang lebih luas,” tutupnya.(kompashealth)

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!