Properti dan Rumah

Naik 25 Persen, Harga Rumah Makin Mahal

Surabaya – Naik 25 Persen, harga rumah makin mahal. Pengembang kurangi pembangunan rumah.  Harga rumah makin tidak terbendung. Pada 2013, harga rumah semua tipe mengalami kenaikan. Rumah tipe besar naik 27 persen, tipe menengah 29,6 persen, dan tipe kecil 20,2 persen. Semuanya naik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IV Jatim Dwi Pranoto mengatakan, beberapa penyebab kenaikan harga rumah adalah kenaikan harga bahan bangunan, kenaikan harga pemerintah bahan bakar minyak (BBM), serta kenaikan upah pekerja bangunan (tukang dan pembantu tukang). Penyebab lainnya adalah mahalnya perizinan dan upaya pengembang menambah fasilitas perumahan. Pada 2019, berdasar hasil survei indeks harga property residensial (IHPR) yang dilakukan BI Wilayah IV Jatim, harga rumah semua tipe diprediksi naik lagi.

Harga rumah tipe besar naik 33,1 persen, tipe menengah 25,9 persen, dan tipe kecil 17 persen. “Jika diprediksi, rata-rata kenaikan harga rumah pada 2014 sebesar 25,3 persen,” jelas Dwi kemarin (17/2). Selain kenaikan harga, pembangunan rumah pengembang pada triwulan IV/ 2013 turun 27,8 persen. Ironisnya, realisasi penjualan juga turun 23,1 persen. Penurunan permintaan rumah disebabkan kenaikan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dari perbankan. Tingginya uang muka pembelian rumah merupakan implikasi dari penerapan kebijakan loan to value (LTV) yang dikeluarkanBI. Itu juga mempersulit calon pembeli memiliki rumah idaman.

Langkah BI memperketat uang muka bertujuan untuk meningkatkan aspek kehati- hatian perbankan dalam menyalurkan KPR. Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Jatim Erlangga Satriagung menjelaskan, pada 2014, pembangunan rumah semua tipe oleh pengembang jelas akan turun. Sebab, ada banyak kendala yang dihadapi pengembang.

 

Erlangga mengungkapkan, pengembang yang membangun rumah tipe besar dan apartemen masih bisa menyiasati hambatan itu. Caranya, menyediakan rumah siap huni, kemudahan dalam pembayaran uang muka, dan pembayaran tunai bertahap dengan angsuran sampai 60 bulan. Pengembang yang membangun rumah tipe kecil dan menengah masih mengandalkan KPR dalam penjualan. Jika uang muka dinaikkan dan bunga KPR naik, penjualan pasti turun karena calon pembeli sulit menjangkau harga. (za/c1/jay)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler

close

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!