Peluang Pasar Hasil Perikanan Di Pasar Makro Domestik

Secara makro peluang pasar hasil perikanan adalah pasar domestik (dalam negeri) dan luar negeri. Pasar domestik adalah penduduk Indonesia yang berjumlah 220 juta jiwa, dengan konsumsi ikan per kapita 22 kg/kapita/ tahun.

Tingkat konsumsi ikan total meningkat setiap tahun, yaitu tahun 2000 (4,51 juta ton/th), tahun 2001 (4,68 juta ton/tahun), tahun 2002 (4,84 juta ton/th), dan tahun 2016 (5,31 juta ton/tahun). Sedangkan peluang pasar ekspor antara lain ke Jepang (40 persen), Amerika Serikat (15 persen), Eropa (20 persen), RRC (10 persen), Hongkong (5 persen), Singapura (5 persen) dan negara lainnya sebesar 5 persen.

Kendati nilai dan produksi perikanan setiap tahunnya meningkat, saat ini sektor perikanan Indonesia belum terintegrasi baik hulu-hilir (vertikal) maupun horizontal (antar daerah dan dengan komplementarinya). Di sisi lain, pemasaran pun masih dikuasai asing dan perbankan belum berperan cukup. Agunan masih menjadi prasyarat mutlak dan equity masih 30 persen.

Sehubungan dengan potensi yang ada di atas maka pengembangan perikanan budi daya harus mendayagunakan potensi sumberdaya perikanan budidaya Indonesia. Dengan demikian diharapkan optimalisasi pengembangan dapat meningkatkan produksi berbasis ekonomi rakyat, perolehan devisa negara dari aktivitas ekspor, dan mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat pembudidaya di perdesaan.

Potensi yang demikian besar dan harapan yang tersimpan pada sektor perikanan, tidak bisa lepas dari kenyataan yang ada. Kekayaan hayati yang ada tidak mampu bersaing baik di tingkat global maupun nasional. Sampai saat ini, secara umum budi daya perikanan didominasi oleh komoditas ikanikan impor baik untuk ikan hias maupun ikan konsumsi.

Contoh yang paling mudah diutarakan adalah pada jenis-jenis ikan budidaya. Dari komoditas ikan konsumsi yang sekarang ini sudah memasyarakat, semuanya didominasi oleh jenis introduksi yang didatangkan dari luar, seperti ikan mas, nila, patin Bangkok, lele dumbo, bawal air tawar, udang vanamei dan stylostris./(sumber: Departemen Kelautan dan Perikanan, 2016).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!