Sapi

Pengembangan Agroindustri Peternakan Sapi Targetkan Cukupi 90% Kebutuhan Daging Nasional

Pengembangan usaha peternakan sapi atau Agroindustri sapi targetkan mendongkrak target nasional dan mengurangi ketergantungan impor daging sapi. Pengembangan peternakan sapi nasional harus ditujukan untuk :

(a) meningkatkan manfaat potensi sumberdaya genetik dan sumberdaya peternakan
lainnya bagi kesejahteraan peternak dan masyarakat,
(b) menciptakan kebijakan yang tepat dalam merespon perkembangan global yang sangat dinamis, dan

(c) mengembangkan agribisnis maupun agroindustri sapi pola integrasi in-situ maupun ex-situ, baik secara
vertikal maupun horizontal, berbasis ketersediaan bahan pakan sumber serat, energi dan protein dengan
memperhatikan ketersediaan teknologi, kondisi sosial budaya masyarakat, agroekosistem, dan/atau wilayah .
Sasaran yang akan dicapai adalah mengurangi ketergantungan impor daging maupun sapi potong, yang dalam 10 tahun mendatang dapat mencukupi 90 persen kebutuhan daging nasional .

Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut, perlu ditetapkan kebijakan pengembangan usaha peternakan sapi, antara lain:

(a) berorientasi pada petani/peternak serta pelaku agribisnis peternakan dan agroindustri terkait lainnya, serta mengacu kepada dinamika perkembangan global dan semangat desentralisasi,

(b) menjamin agar produk yang dihasilkan mempunyai daya saing, sesuai kebutuhan pasar yang menghendaki ASUH, serta ramah lingkungan dan mampu menjamin
keberlanjutan usaha, serta

(c) melindungi dari serbuan produk dumping, ilegal atau yang tidak ASUH, melalui kebijakan maupun perlindungan tarif clan non-tarif

 

Arah pengembangan ternak sapi melalui peningkatan populasi ternak dapat dilakukan melalui beberapa cara, antara lain :

(a) mempercepat umur beranak pertama, dari sekitar 4,5 tahun menjadi kurang dari 3,5 tahun,

(b) memperpendek jarak beranak dari 18 bulan menjadi sekitar 12-14 bulan sehingga diperoleh tambahan jumlah anak selama masa produksi sekitar 2 ekor/induk,

(c) menekan angka kematian anak dan induk,

(d) mengurangi pemotongan ternak produktif dan ternak kecil/muda,

(e) mendorong perkembangan usaha perbibitan penghasil sapi bibit, serta

(f) menambah populasi ternak produktif, melalui impor sapi betina produktif.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler

close

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!