Walet

Percontohan Agroindustri Sarang Burung Walet Singkawang Sebagai Subsistem Usahatani

Percontohan Agroindustri Sarang Burung Walet Singkawang Sebagai Subsistem Usahatani . Pemberdayaan ekonomi rakyat identik dengan pemberdayaan usaha kecil (keluarga), karena secara struktural perekonomian nasional sebagian besar disusun oleh unit-unit skala kecil, yang umumnya bergerak di sektor agroindustri.

Selama ini kegiatan usaha kecil hanya memanfaatkan keunggulan komparatif dengan mengandalkan kelimpahan sumberdaya yang dimiliki dan hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Usaha kecil masih akrab dengan kemiskinan, karena tingkat pendapatan masih rendah. Keunggulan komparatif harus didayagunakan menjadi keunggulan kompetitif dengan menentukan kegiatan usaha yang berorientasi pasar. Cara yang ditempuh adalah dengan meningkatkan pangsa pasar dan nilai tambah melalui pemanfaatan modal (capital-driven), pemanfaatan inovasi teknologi (innovation-driven) serta kreativitas sumberdaya manusia (skill-driven).
Agroindustri haruslah menjadi motor penggerak bagi subsistem yang lain untuk membangun keunggulan komparatif. Sejalan dengan upaya pengembangan agroindustri tersebut, maka pada subsistem usahatani perlu dilakukan diversifikasi jenis usaha yang mampu menangkap peluang pasar sekaligus mampu meminimalisir masalah yang ada pada kegiatan usahatani, seperti keterbatasan lahan, aksesibilitas terhadap pasar, posisi tawar dan sebagainya. Salah satu komoditas agribisnis yang mempunyai peluang pasar besar terutama pasar ekspor dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi adalah sarang burung walet. Saat ini tujuan pasar ekspor sarang burung walet adalah Singapura, Taiwan, Hongkong,China dan belakangan meluas ke Amerika, Kanada dan daratan Eropa dengan harga berkisar USD 2000-3000/kg. Sedangkan di tingkat petani mencapai Rp 13-15 juta/kg (Redaksi Trubus, 2001:23).
Sarang burung walet merupakan salah satu makanan yang terkenal di dunia. Sarang burung walet dipercaya memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh manusia. Karena manfaatnya yang berkhasiat itu maka tidaklah heran jika harganya sangat mahal. Sarang burung walet sudah dikenal di China sejak abad ke-14, pada masa itu sarang burung walet sudah menjadi makanan yang sangat bergengsi khususnya dikalangan kaum bangsawan.

Sejak abad ke -17 para pedagang China mulai mengekspor ke Eropa dan Amerika hingga pada akhirnya sarang burung walet menjadi makanan yang terkenal di dunia. Sarang walet, sebenarnya adalah lendir yang dikeluarkan oleh kelenjar yang terdapat pada leher burung. Burung walet di habitat aslinya, mengoleskan lendir di tebing-tebing cadas dalam gua yang gelap gulita, baik gua di bukit kapur maupun gua-gua di tebing pantai yang curam. Lendir itu akan segera mengering dan mengeras hingga membentuk sarang kecil.

Sarang Burung Walet Menurut Ahli Gizi

Berdasarkan penelitian para ahli gizi, sarang walet mengandung glyco protein yang sangat bagus bagi perkembangan tubuh. Departemen Kesehatan RI dalam penelitannya juga mencatat bahwa kandungan sarang burung walet terdiri dari sebagian besar protein, karbohidrat, lemak dan abu. Sarang burung walet juga mengandung protein yang berbentuk glycoprotein yang merupakan komponen terbesar selain karbohidrat, lemak, dan air jumlahnya mencapai 50 persen. Di tubuh, protein berperan sebagai zat pembangunan. Protein membentuk sel– seldan jaringan baru dalam tubuh serta berperan aktif selama metabolise.

Berdasarkan hasil penelitian salah satu senyawa turunannya azitothymidine telah diteliti bisa melawan AIDS. Istimewanya lagi sarang walet sumber asam amino yang lengkap. Tercatat sekitar 17 asam amino esensial, semi esensial dan non-esensial yang dimiliki. Salah satunya kini dikembangkan oleh peneliti-peneliti di barat sebagai pelawan stroke dan kanker. Mineral-mineral sarang walet tak kalah manjurnya untuk mendukung aktivitas tubuh. Sarang walet mengandung lima mineral yang sudah diketahui seperti kalsium, besi, phospor, kalium dan natrium (Budiman, 2001:5) karena alasan kesehatan inilah yang menyebabkan harga sarang burung walet sangat tinggi di pasaran dunia.

Indonesia Merupakan Produsen Sarang Walet Terbesar Di Dunia

Sarang walet memiliki prospek dan potensi perdagangan yang sangat bagus untuk dikembangkan. Saat ini Indonesia merupakan produsen sarang walet terbesar didunia. Mencapai lebih dari 75 % sarang walet yang beredar di dunia berasal dari Indonesia. Sarang walet rumahan asal Indonesia menguasai hampir 98% pasokan pasar dunia karena bentuknya yang lebih bersih, lebih putih dan tidak terlalu tebal. Sementara pasar sarang walet hitam dipegang oleh Malaysia karena kualitasnya lebih baik dari pada sarang hitam yang diexport oleh negara produsen lain. Sarang walet banyak diminta oleh importir terbesar saat ini yaitu Hongkong dan Amerika Serikat. Jangkauan pasar sarang walet asal Indonesia adalah Hongkong, China, Taiwan, Singapura, dan Kanada. Sekitar 80% pasar sarang walet Asia dipasok oleh produsen dari Indonesia. Sarang walet memiliki harga yang berfluktuasi.

Di tingkat Exportir Harga Sarang Walet Hitam Gua

Ditingkat exportir harga sarang walet hitam gua mencapai Rp 3.500.000,00/kg, sarang rumput/seriti harganya sekitar Rp2.500.000,00/kg, harga sarang walet gua warna putih bisa mencapai Rp 12.000.000,00/kg sedangkan sarang walet rumahan putih mencapai Rp 17.000.000,00/kg. Harga sarang walet dapat terjadi perubahan setiap waktu tergantung dari hasil negosiasi dan kesepakatan (TRUBUS, 2005:64). Sayangnya prospek pasar yang sangat bagus dan semakin cerah ini tidak diimbangi dengan pengelolaan yang benar dalam budidaya walet. Produksi sarang walet Indonesia dalam beberapa item, misalnya ketebalan sarang, bentuk sarang dan warna sarang kualitasnya masih kurang bila dibandingkan dengan Malaysia dan Vietnam. Penyebabnya adalah teknis pengelolaan budidaya walet yang masih tradisional.
Burung walet yang hidup di alam bebas meletakan sarangnya di dalam gua. Burung walet bersarang pada langit-langit gua yang lokasinya membahayakan dan sulit untuk dijangkau manusia. Meskipun posisi sarang yang letaknya sangat sulit dijangkau hal itu tidak menyurutkan aksi para pencari atau pemburu sarang burung. Akibat dari campur tangan manusia burung walet merasa terganggu mengingat biasanya para pemburu melakukan pemetikan sarang secara terus menerus akibatnya sarang burung walet yang bisa di panen dari awal semakin lama semakin berkurang. Harga sarang walet di pasaran dunia sangat tinggi untuk memenuhi permintaan pasar maka orang mulai mencoba untuk membudidayakan walet dengan cara membangun rumah walet.

Umumnya para peternak walet melakukanya secara tidak sengaja. Banyaknya burung walet yang terbang mengitari bangunan rumah dimanfaatkan oleh para peternak tersebut. Untuk memancing lebih banyak lagi biasanya peternak mengundang burung walet datang dengan memasang tape recorder yang berisi suara rekaman burung walet.Rumah walet bentuknya seperti bangunan gedung besar, luasnya bervariasi dari 10 x 15 m2 sampai 10 x 20 m2 makin tinggi bumbungan dan semakin besar jarak antara bumbungan dan plafon, makin baik rumah walet dan lebih disukai burung walet, rumah tidak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi.

Rumah Walet yang Dibuat Harus Dapat Dipastikan Walet akan Mampir dan Menginap

Rumah walet yang dibuat harus dapat dipastikan walet akan mampir dan menginap, lalu membuat sarang didalamnya. Rumah walet dibangun dengan biaya yang cukup besar akan sia-sia jika tidak ada satu pun burung walet yang menghampirinya. Agar terhindar dari hal tersebut, diperlukan persiapan yang baik terutama mengenai pemilihan lokasi (Arif Budiman, 2008:34).

Pengembangan Sarang Burung Walet di Kota Singkawang

Di Kota Singkawang agrobisnis sarang burung walet merupakan hal yang tergolong masih baru sejak sepuluh tahun terahkir. Tingginya harga yang ditawarkan dan banyaknya permintaan membuat menjamurnya usaha budidaya burung walet di Kota Singkawang akhir-akhir ini. Pengembangan sarang burung walet di Kota Singkawang memiliki potensi yang sangat baik karena di dukung oleh kondisi fisik lingkungan Kota Singkawang yang terletak di pesisir pantai dan suhu yang cocok serta memiliki sumber makanan yang melimpah merupakan tempat yang disukai burung walet. Untuk memulai usaha budidaya walet, ada beberapa faktor yang sangat penting untuk budidaya sarang burung walet, yaitu: “lokasi, iklim, kondisi lingkungan, bentuk bangunan, faktor makanan serta teknik memancing walet”.

Semua faktor ini sangat penting untuk keberhasilan budidaya sarang burung walet. Di samping itu, gedung burung walet harus seperti gua liar karena itulah habitat asli burung walet.Meskipun letak Kota Singkawang yang berada di pesisir pantai secara umum cocok untuk dijadikan tempat budidaya burung walet, namun di setiap kecamatan usaha budidaya walet memiliki hambatan masing-masing, hambatan itu antara lain karena adanya perbedaan kondisi fisik antar wilayah, kondisi lingkungan, bentuk bangunan dan cara pembudidayaan.

Tag:

Terpopuler

close

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!