Pertumbuhan Puyuh Petelur Setelah Pemberian Tepung Kunyit Pada Pakan

  1. Puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan salah satu komoditas unggas yang mempunyai peran dan prospek yang cukup cerah sebagai penghasil telur.

Faktor yang terpenting dalam pemeliharaan puyuh adalah pakan, sebab 80% biaya yang dikeluarkan peternak digunakan untuk pembelian pakan. Zat-zat gizi yang dibutuhkan harus terdapat dalam pakan, kekurangan salah satu zat gizi yang diperlukan akan memberikan dampak buruk (Listyowati dan Kinanti, 2005).

Hewan yang sedang tumbuh membutuhkan energi untuk pemeliharaan tubuh, memenuhi kebutuhannya akan energi aktifitas mekanik untuk gerak otot, dan sintesis jaringan-jaringan baru (Tillman et al., 1998). Pembentukan jaringan-jaringan baru tersebut menyebabkan pertambahan bobot, bentuk dan komposisi tubuh sehingga terjadi proses pertumbuhan ( Lawrie, 1994). Pertumbuhan mencakup pertambahan dalam bentuk dan berat jaringan-jaringan berupa protein seperti otot, tulang, jantung, otak dan jaringan tubuh lainnya.

Bagian dari tubuh hewan tumbuh dengan cara yang teratur, meskipun tumbuh dengan teratur, tubuh tidak tumbuh sebagai suatu kesatuan, karena berbagai jaringan tumbuh dengan laju yang berbeda dari lahir sampai dewasa (Anggorodi, 1994). Adapun pertumbuhan mempunyai tahap yang berbeda-beda bergantung usia dan jenis organ. Pertumbuhan tiap organ berbeda satu sama lain. Pertumbuhan dapat dipacu dengan senyawa aditif antara lain senyawa yang terkandung dalam kunyit.

Baca Juga: Pedoman Pembibitan Burung Puyuh Tepat Guna

Baca Juga: Keberhasilan dan Keuntungan Ternak Burung Puyuh Pedaging dan Petelur

Baca Juga: Tips Usaha Ternak Puyuh Pemula dan Desain Kandang Modern

Baca Juga: Pertumbuhan Puyuh Lebih Maksimal dengan Cahaya Monokromatik

Baca Juga: Pertumbuhan Puyuh Setelah Pemberian Tepung Kunyit pada Pakan

Baca Juga: Pembagian Keuntungan dan Permodalan Budidaya Burung  Puyuh

Baca Juga: Ternak Burung Puyuh Tak Biasa Menguntungkan

Baca Juga: Tips Kandang  Indukan Puyuh dan Kandang Burung Puyuh Dewasa

Baca Juga: Kandang Puyuh Petelur Semi Modern dan Tingkatkan Produksi  Telur

 Baca Juga: Cara Sukses Budidaya Burung Puyuh Petelur Secara Modern

Baca Juga: Membaca  Peluang Usaha Ternak Puyuh

Tips Bisnis

Baca Juga: Dana Hibah Pelaku Usaha 2017 Tanpa Syarat

Baca Juga: Bentuk Bantuan Pendanaan dan Mekanisme Penyalurannya

Baca Juga: Bentuk Pembiayaan Dana Bantuan

Baca Juga: Sasaran Dana Dari Lembaga Bantuan Hibah

Baca Juga: Mekanisme Penyaluran Dana Oleh Lembaga Donor

Baca Juga: Contoh Proposal Dana Bantuan Budidaya Ikan

Baca Juga: Akses Lembaga Donor Dana Hibah Untuk Pelaku Usaha dan Organisasi

Baca Juga: Daftar Lembaga Penyedia Dana Pembiayaan

Tulang hewan terdiri atas kolagen, molekul protein yang besar, yang merupakan 90% elemen organik tulang. Molekul-molekul kolagen membentuk serabut-serabut elastik pada tulang tapi pada tulang dewasa, kolagen mengeras karena terisi bahan anorganik hidroksiapatit. Kristal-kristal mineral ini dalam bentuk kalsium fosfat mengisi matriks kolagen. Serabut-serabut protein dan mineral ini membuat tulang memiliki dua sifat, yaitu melunak seperti karet bila mineral anorganiknya rusak atau mengeras (bila direndam dalam larutan asam); atau retak dan hancur bila kolagen/organiknya rusak (bila direbus/dipanasi). (Indriati, 2004).

Puyuh memiliki kemampuan tumbuh dan berkembang biak yang sangat cepat yaitu pada usia 42 hari. Hasil penelitian berikut ini  melihat potensi tepung kunyit sebagai bahan tambahan pakan dalam meningkatkan pertumbuhan puyuh.

Pengaruh Tambahan Kunyit Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan Burung Puyuh

Penelitian ini menggunakan 60 ekor puyuh terdiri atas 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, yaitu P0 : sebagai kontrol, kelompok puyuh yang diberi konsentrat standar,

P1 : kelompok puyuh yang diberi tepung kunyit dengan dosis 13,5 mg/ekor/hari,

P2 : kelompok puyuh yang diberi tepung kunyit dengan dosis 27 mg/ekor/hari, dan

P3 : kelompok puyuh yang diberi tepung kunyit dengan dosis 54 mg/ekor/hari.. Setiap ulangan terdiri atas 3 ekor yang ditempatkan dalam satu kandang. Perlakuan dimulai saat puyuh berumur 3 minggu selama 2 bulan.

Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diukur adalah konsumsi pakan, konsumsi minum, bobot badan, pertambahan panjang sayap, pertambahan panjang femur, pertambahan panjang tibia tarsus, pertambahan panjang tarso metatarsus.

Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Varian) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan berbeda tidak nyata pada konsumsi pakan, konsumsi minum, bobot badan, pertambahan panjang sayap, pertambahan panjang femur, pertambahan panjang tibia tarsus, pertambahan panjang tarso metatarsus.

Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian tepung kunyit (Curcuma longa L.) pada pakan tidak berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan puyuh.

Tag:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!