close
Ayam

Pola Usaha Ternak Ayam Pedaging Broiler

Pola Usaha Ternak Ayam Pedaging Broiler. Usaha ternak ayam pedaging terbagi ke dalam dua pola, yaitu pola mandiri dan pola kemitraan.

Pola Usaha  Peternak Mandiri

Peternak mandiri ayam pedaging broiler, prinsipnya menyediakan seluruh input produksi dari modal sendiri dan bebas memasarkan produknya. Pengambilan keputusan mencakup kapan memulai beternak dan memanen ayam pedaging broiler, serta seluruh keuntungan dan risiko ditanggung sepenuhnya oleh peternak (Supriyatna dkk). Ada beberapa faktor yang menyebabkan usaha peternakan ayam ras pedaging tetap dikelola secara mandiri oleh sebagian besar peternak  yaitu:

1). Pemeliharaannya cukup mudah;

2). Waktu pemeliharaan relatif singkat (± 4 minggu) karena sistim pemasarannya dalam bentuk ekoran; dan

3). Tingkat pengembalian modal relatif cepat. Namun selain itu ada beberapa hal yang menjadi kendala yaitu:

1). Sarana produksi kurang;

2). Manajemen pemeliharaan/keterampilan peternak yang belum memadai;

3). Modal relatif terbatas;

4). Resiko pemasaran/penjualan cukup besar.

5). Usahanya tergantung situasi dan cenderung spekulatif, di mana besar kemungkinan untuk memperoleh

keuntungan yang tinggi, tetapi besar pula kemungkinan untuk menderita kerugian.

 

Pola Usaha Peternak Kemitraan

Pola kemitraan usaha peternakan ayam pedaging broiler yang dilaksanakan dengan pola inti plasma, yaitu kemitraan antara peternak mitra dengan perusahaan mitra, di mana kelompok mitra bertindak sebagai plasma, sedangkan perusahaan mitra sebagai inti. Pada pola inti plasma kemitraan ayam ras yang berjalan selama ini, perusahaan mitra menyediakan sarana produksi peternakan (sapronak) berupa: DOC, pakan. obat-obatan/vitamin, bimbingan teknis dan memasarkan hasil, sedangkan plasma menyediakan kandang dan tenaga kerja. Faktor pendorong peternak ikut pola kemitraan adalah:

1). Tersedianya sarana produksi peternakan;

2). Tersedia tenaga ahli;

3). Modal kerja dari inti;

4). Pemasaran terjamin. Namun ada beberapa hal yang juga menjadi kendala bagi peternak pola kemitraan yaitu:

1). Rendahnya posisi tawar pihak plasma terhadap pihak inti;

2). Terkadang masih kurang transparan dalam penentuan harga input maupun output (ditentukan secara

sepihak oleh inti). Ketidakberdayaan plasma dalam mengontrol kualitas sapronak yang dibelinya

menyebabkan kerugian bagi plasma.

Tag:

pakan ternak, mesin pelet, mesin pertanian, peternakan, saham agro, jual benih biji buah, wisata agro, mesin pertukangan, mesin alat bangunan

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!