PT Pupuk Indonesia (Persero) Perlihatkan Pencapaian Optimal Industri Agrobisnis

Kinerja ekonomi PT Pupuk Indonesia (Persero) selama tahun 2015 memperlihatkan pencapaian cukup optimal ditengah kondisi perekonomian yang kurang menggembirakan. Secara keseluruhan, laba komprehensif Perseroan tahun 2015 adalah Rp3,61 triliun, turun Rp1,49 triliun atau 29,26% dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp5,11 triliun. 2016-2017 capai Rp3,80 triliun, naik kembali dengan pencapaian optimal.

Turunnya penerimaan Perseroan karena faktor badai El Nino sebagai dampak pemanasan global mempengaruhi serapan pupuk dari petani. Faktor lainnya adalah fluktuasi nilai tukar rupiah (IDR) terhadap dolar AS (USD) yang menyebabkan biaya meningkat, mengingat sebagian bahan
baku untuk produksi masih diimpor.

Jatuhnya harga komoditas urea di pasar internasional juga turut mempengaruhi penerimaan Perseroan. Menghadapi tantangan kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan, Pupuk Indonesia Group tetap berkomitmen menjaga kesinambungan pasokan pupuk, baik pupuk subsidi maupun pupuk nonsubsidi. Perseroan menerapkan strategi untuk terus meningkatkan layanan kepada konsumen.

Tahun 2015 Pupuk Indonesia Group memperkenalkan layanan bergerak (mobile) uji tanah dengan mendatangi lahan pertanian/perkebunan dan memberikan berbagai layanan, baik kepada petani/kelompok tani, maupun pelaku usaha pertanian/perkebunan besar. Melalui layanan ini, Pupuk Indonesia Group berharap agar konsumen tetap setia dan bersemangat untuk terus meningkatkan kinerja pertanian atau perkebunannya.

Bersinergi Menjaga Kelestarian Lingkungan

Pupuk Indonesia Group memahami bahwa pengelolaan lingkungan menjadi isu strategis dalam bidang usaha industri pupuk. Perseroan berkomitmen mengoperasikan pabrik-pabrik pupuk yang ramah lingkungan dan mengelola lingkungan hidup sesuai standar internasional, yakni ISO 14001.

Di samping itu, Pupuk Indonesia Group patuh pada semua regulasi lingkungan hidup dan berusaha meningkatkan kinerja melalui evaluasi PROPER yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pada tahun 2015 Perseroan mengoperasikan Pabrik Kaltim-5 milik PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, yang ramah lingkungan. Pabrik Kaltim-5 dilengkapi teknologi KBR purifier untuk proses produksi amoniak dan teknologi Toyo Aces 21 untuk proses produksi urea. Dengan kedua teknologi tersebut, kegiatan operasi Pabrik Kaltim-5 lebih efisien sehingga menghemat konsumsi gas sebesar 14 juta (MMBTU) per ton.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!