Bisnis

Pusat Kerajinan Kayu Jati Jawa Timur

Kerajinan kayu jati merupakan produk unggulan di Bojonegoro. Produk ini telah lama dikenal dan berkualitas ekspor. Bojonegoro merupakan penghasil kayu jati berkualitas. Corak dan desain telah disesuaikan dengan situasi zaman, baik lemari, buffet, meja, kursi atau tempat tidur.

Adapun daerah-daerah yang terkenal sebagai industri mebel yaitu di antaranya Sukorejo dan Temayang. Apa yang membedakan kerajinan kayu jati Bojonegoro dengan yang lain. Desa Batokan, kec. Kasiman Adalah Sentra Kerajinan Bubut Kayu Jati asal asli dari Bojonegoro. Produksi Replikan Harley Davidson pertama kali dibuat di Desa ini, namun finishingnya di Yogyakarta, aneka kerajinan Batokan banyak di beli oleh pedagang souvenir dari Bali , Yogya dan Jepara , yang pada akhirnya kerajinan tersebut menjadi souvenir khas daerah bali , Yogyakarta atau Jepara , demikian padahal pengrajin aslinya berasal dari Desa Batokan.

Salah satu industri furnitur terkenal di Bojonegoro yang memproduksi berbagai jenis furniture indoor dan outdoor. Perabotan ini terbuat dari kayu jati kualitas tinggi dan dibuat oleh pengrajin profesional. Perabot ini merupakan mebel antik karena memiliki bentuk unik dan antik dengan desain yang tidak biasa. Anda dapat mencoba untuk mengunjungi Bojonegoro dan mendapatkan furnitur kayu Jati asli.

Bojonegoro Pusat kerajinan ini terletak di kecamatan Kasiman, Bojonegoro. Anda dapat menemukan banyak kerajinan terbuat dari kayu jati, pohon kelapa, tempurung kelapa, dan bahan lainnya. Produk-produk kerajinan yang dibuat oleh pengrajin profesional dengan berbagai desain dan kerajinan, seperti; lampu kayu, hiasan dinding, vas, miniatur, dll Para pengunjung biasanya mengunjungi Bojonegoro dan membeli produk kerajinan ini untuk souvenir dan oleh-oleh.

Banyak produk-prooduk kerajinan kayu Jati asal Kecamatan Kasiman, Bojonegoro diakui buatan Singapura. Hal itu sangat disayangkan pihak Dinas Usaha Kecil Micro dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bojonegoro. Karena hal itu sangat merugikan industri lokal.

Seperti yang telah banyak diberitakan, produk kerajinan kayu yang diekspor Indonesia diberi label made in Singapura dan dijual dengan harga lebih tinggi di negara singa itu. Padahal harga ekspor dari Indonesia tergolong rendah.

Jika di Indonesia harganya Rp50.000, setelah diberi label made in Singapura bisa dijual menjadi US$ 50 atau setara Rp450.000. Dinas UMKM Kabupaten Bojonegoro mengakui adanya rendahnya kesadaran dari produsen maupun pihak terkait tidak mencantumkan label made in Indonesia.

 

Tag:

Terpopuler

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!