Tips Sukses Budidaya Ternak Burung Walet Secara Modern

Tips Sukses Budidaya Ternak Burung Walet Secara Modern.  Beternak Burung Walet . Jika sobat tertarik untuk terjun ke bisnis ini , berikut ulasan selengkapnya mengenai Cara Budidaya dan Ternak Burung Walet Hasil Maksimal .
Komoditi Sarang walet memiliki nilai pasar yang tinggi, permintaan pasar terhadap ketersediaan sarang walet jika ditinjau dar segi bisnis sangat baik . Dikarenakan harganya yang sangat mahal di pasaran , biasanya digunakan sebagai obat dan kosmetik .

Lokasi Ternak Burung Walet yang Terbaik

Persyaratan lingkungan lokasi kandang adalah:

  • Dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1000 m dpl.
  • Daerah yang jauh dari jangkauan pengaruh kemajuan teknologi & perkembangan masyarakat.
  • Daerah yang jauh dari gangguan burung-burung buas pemakan daging.
  • Persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai, rawa-rawa merupakan daerah yg paling tepat.

Baca Juga: Jenis Burung Walet Collacalia Fuciphaga

Baca Juga: Pengaruh Desain Atap Sangat Penting Dalam Budidaya Sarang Burung Walet

Baca Juga: Desain Rumah Walet dan Lokasi Gedung Sarang Burung Walet

Baca Juga: Sejarah Budidaya Burung Walet di Indonesia

Baca Juga: Kebutuhan Sarang Walet Pasar China Genjot Ekspor dari Jawa Timur

Baca Juga: Kabupaten Blitar Berperan Aktif dalam Industri Budidaya Sarang Burung Walet

Baca Juga: Tiga Macam Pemilik Budidaya Rumah Burung Walet

Baca Juga: Cara Cepat Burung  Walet Bersarang di Rumah Walet

Baca Juga: Tips Sukses Budidaya Ternak Burung Walet Secara Modern

Baca Juga: Daftar Harga  Sarang Walet dan Sriti 2017

 Baca Juga: Perawatan Sarang Burung Walet Siap Panen

Baca Juga: Rahasia Sukses Budidaya Pengembangan Ternak Burung Walet

Baca Juga: Budidaya Ternak Burung Walet Intensif dan Modern

Baca Juga: Rahasia Teknik Budidaya Ternak Burung Walet Secara Modern

Tips Bisnis

Baca Juga: Dana Hibah Pelaku Usaha 2016 Tanpa Syarat

Baca Juga: Bentuk Bantuan Pendanaan dan Mekanisme Penyalurannya

Baca Juga: Bentuk Pembiayaan Dana Bantuan

Baca Juga: Sasaran Dana Dari Lembaga Bantuan Hibah

Baca Juga: Mekanisme Penyaluran Dana Oleh Lembaga Donor

Baca Juga: Contoh Proposal Dana Bantuan Budidaya Ikan

Baca Juga: Akses Lembaga Donor Dana Hibah Untuk Pelaku Usaha dan Organisasi

Baca Juga: Daftar Lembaga Penyedia Dana Pembiayaan

Gedung Ternak Burung Walet

Dalam merencanakan pembuatan gedung atau rumah walet, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  • Bentuk dan konstruksi rumah
    • Umumnya, rumah walet seperti bangunan gedung besar yang luasnya bervariasi dari 10 x 15 m2 – 10 x 20 m2. Ketinggian tembok rumah walet praktis sama dengan rumah sriti, yaitu sekitar 5–6 m. Tinggi tembok tersebut belum termasuk wuwungan. Tinggi rendahnya wuwungan sangat mempengaruhi kondisi suhu dan kelembaban gedung walet. Makin tinggi wuwungannya, makin baik bagi rumah walet dan lebih disukai oleh burung walet. Semakin besar jarak antara bubungan dengan plafon berarti rongga antara bubungan dengan plafon bertambah besar. Dengan adanya jarak yang besar, maka volume udara dalam ruangan tersebut juga semakin besar sehingga panas udara tidak sepenuhnya menyinggung plafon.
    • Rumah setinggi itu tidak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi di sekitarnya karena burung walet hanya mau memasuki rumah yang lubang masuknya bebas dari pepohonan. Apabila rumah tersebut tertutup oleh pepohonan di sekitarnya perlu dibangun rumah yang lebih tinggi lagi.
    • Tembok dibuat dari plester, sedangkan bagian luarnya dari campuran semen. Bagian dalam tembok sebaiknya dibuat dari campuran pasir, kapur, dan semen dengan perbandingan 3:2:1. Komposisi tersebut mirip komposisi gua-gua walet alam dan sangat baik untuk mengendalikan suhu dan kelembaban udara dalam ruangan gedung walet. Untuk mengurangi bau semen dapat disiram dengan air setiap hari. Makin sering tembok tersebut disiram dengan air, makin cepat hilang bau semennya. Kerangka atap dan sekat-sekat untuk melekatnya sarang burung walet sebaiknya dibuat dari kayu yang kuat dan cukup tua agar dapat bertahan dalam jangka panjang, tidak mudah dimakan rengat dan tidak perlu cepat diganti. Penggantian yang terlalu sering bisa megganggu ketenangan burung walet.
    • Bentuk ruangan dan jalan masuk burung walet
    • Ruangan dapat dibuat bertingkat berdasarkan ketinggiannya, minimal 2 m. Setiap tingkat dipetak-petak lagi menjadi beberapa ruangan sehingga akan menciptakan suasana seperti dalam gua-gua batu karang alami.
    • Seringkali burung walet terbang berputar-putar di depan gua, sebelum masuk ke dalam sarangnya. Oleh karena itu, gedung walet perlu dilengkapi dengan roving room sebagai tempat untuk berputar-putar dan resting room sebagai tempat untuk beristirahat dan bersarang. Untuk mencegah masuknya cahaya yang terlalu banyak, resting room dibuat berpetak-petak. Antara petak yang satu dengan petak yang lainnya saling berhubungan.
    • Lubang untuk keluar masuk burung dibuat di bagian atas, diperhitungkan agar burung-burung dapat bebas keluar masuk tanpa terganggu pepohonan di sekitar bangunan gedung. Ukuran dan bentuk lubang dapat bervariasi. Bila berbentuk bujur sangkar, idealnya berukuran 20 x 20 cm2, bila mamanjang dengan ukuran 20 x 35 cm2, dan bila berbentuk lingkaran garis tengahnya 20 cm.
    • Lubang keluar masuk burung jumlahnya tergantung pada kebutuhan dan kondisi gedung. Yang jelas, semakin sedikit jumlah lubang tersebut semakin baik. Untuk satu ruangan cukup satu lubang saja. Lubang yang terlalu banyak dapat mempengaruhi suhu, kelembaban, dan cahaya dalam gedung yang akan mengakibatkan tidak krasannya walet tinggal dalam gedung tersebut.
    • Letak lubang sebaiknya tidak menghadap ke timur, karena pada pagi hari saat burung walet akan keluar, matanya silau terkena cahaya matahari pagi. Dinding lubang sebaiknya dicat hitam agar mudah dilihat oleh burung dari jarak jauh dan akan membantu burung walet cepat mengenal rumahnya. Di samping itu, pengecatan dengan warna hitam dapat pula meredam sinar yang masuk dari luar gedung sehingga ruangan menjadi lebih gelap.

 

  • Pemilihan Bibit & Calon Induk Burung walet
     Sebagai induk walet dipilih burung sriti yang diusahakan agar mau bersarang di dalam gedung baru. Cara utk memancing burung sriti agar masuk dalam gedung baru tersebut dengan menggunakan kaset rekaman dari suara walet atau sriti. Pemutaran ini dilakukan pada jam 16.00–18.00, yaitu waktu burung kembali mencari makan.

 

  •  Perawatan Bibit & Calon Induk Walet : 
     Memilih Telur Walet
    Telur yang dipanen terdiri dari 3 macam warna, yaitu :
    – Merah muda, telur yang baru keluar dari kloaka induk berumur 0–5 hari.
    – Putih kemerahan, berumur 6–10 hari.
    – Putih pekat kehitaman, mendekati waktu menetas berumur 10–15 hari.
    Telur walet berbentuk bulat panjang, ukuran 2,014×1,353 cm dgn berat 1,97 gram. Ciri telur yg baik harus kelihatan segar & tidak boleh menginap kecuali dalam mesin tetas. Telur tetas yg baik mempunyai kantung udara yg relatif kecil. Stabil & tidak bergeser dari tempatnya.
    Letak kuning telur harus ada ditengah & tdk bergerak-gerak, tidak ditemukan bintik darah. Penentuan kualitas telur di atas dilakukan dengan peneropongan.
    Penetasan Telur Burung Walet  :
     Suhu mesin penetas sekitar 400 C dgn kelembaban 70%. Untuk memperoleh kelembaban tersebut dilakukan dgn menempatkan piring atau cawan berisi air di bagian bawah rak telur. Diusahakan agar air di dalam cawan tersebut tidak habis.
    • Telur-telur dimasukkan ke dalam rak telur secara merata atau mendata & jangan tumpang tindih. Dua kali sehari posisi telur-telur dibalik dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan embrio. Di hari ketiga dilakukan peneropongan telur. Telur-telur yang kosong dan yang embrionya mati dibuang. Embrio mati tandanya dapat terlihat pada bagian tengah telur terdapat lingkaran darah yang gelap. Sedangkan telur yang embrionya hidup akan terlihat seperti sarang laba-laba. Pembalikan telur dilakukan sampai hari ke-12.
    • Selama penetasan mesin tidak boleh dibuka kecuali untuk keperluan pembalikan atau mengisi cawan pengatur kelembaban. Setelah 13–15 hari telur akan menetas.

     

    Proses Panen Sarang Walet : 
    • Biasanya ketika panen, ada dua butir telur di dalam sarang. Kita bisa menetaskan telur-telur tersebut. Cara memelihara anak burung walet yang baru menetas yakni dengan disuapi kroto tiga kali sehari, diberikan penghangat yang stabil, dan mulai bisa dilepaskan di dalam rumah walet kita pada malam hari setelah berumur sekitar 40 hari.
    Sekian dari kami tentang Tips Sukses Budidaya Ternak Burung Walet Secara Modern untuk sobat sekalian . Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!