Teknologi Agro

Vakum Double Jacket dalam Proses Pengolahan Gula Merah Tebu

Produk pangan yang cukup potensial untuk dipasarkan di dalam negeri maupun di ekspor, salah satunya yaitu gula merah. Keberadaan komoditas gula merah sebagai kebutuhan pokok di kalangan masyarakat setiap tahun mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan penganekaragaman industri pangan. Bahan baku gula merah dapat menggunakan nira aren, nira kelapa, nira siwalan dan nira tebu. Gula merah tebu adalah gula asli yang masih mengandung bahan alami tebu yang membuatnya tetap bergizi dan memiliki nutrisi yang lebih baik dari pada gula merah yang lain jika ditinjau dari segi kesehatan.

Proses pengolahan nira tebu untuk menjadi gula merah tebu umumnya membutuhkan proses pemanasan untuk mengurangi kadar air agar mencapai kekentalan tertentu, sehingga siap untuk dicetak menjadi gula merah. Proses pemanasan ini sangat penting karena proses pemanasan memengaruhi sifat fisik maupun sifat kimia gula merah yang dihasilkan sehingga memengaruhi kualitas dari gula merah.

Pengolahan nira tebu menjadi gula merah secara tradisional memiliki kelemahan dalam proses pemanasan, sehingga menghasilkan kulaitas gula merah yang tidak baik. Oleh karena itu dibutuhkan teknologi dalam pemasakan nira tebu sehingga didapatkan kualitas gula merah yang lebih baik. Mesin evaporator double jacket tipe water jet adalah mesin yang mampu membuat gula merah yang lebih baik dibanding pengolahan secara tradisional. Prinsip kerja dari mesin ini pada kondisi vacum pada tekanan vakum yang digunakan yaitu dibawah 1 atm dalam harapannya adalah agar proses penguapan dapat berlangsung pada kondisi suhu rendah, sehingga kerusakan yang disebabkan oleh suhu dapat dikurangi. Keunggulan lain dari evaporator vakum double jacket tipe water jet yaitu dapat mepertahankan kualitas bahan pertanian yang sensitiv terhadap panas.

Baca Juga :  Aplikasi Media Internet Kini Jadi Sahabat Baru Petani Indonesia

Pengoperasinya evaporator vakum double jacket tipe water jet membutuhkan energi untuk menghasikan panas dalam memanaskan bahan. Sehingga diperlukan evaluasi terhadap performansi atau kinerja mesin evaporator vakum double jacket tipe water jet. Pengevaluasian mesin evaporator vakum double jacket tipe water jet meliputi input energi panas, input energi litrik, output energi dan kehilangan massa bahan baku selama proses pembuatan gula merah (keseimbangan massa).

Alat dan Bahan untuk Vakum Double Jacket dalam Proses Pengolahan Gula Merah Tebu

Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain Mesin penguap vakum tipe water jet, kompor LPG, gelas ukur, termometer air raksa, timbangan digital, stopwatch, oven, cawan, kertas lakmus pH, penyaring, Stopkontak, KWH meter, penampung kondensat, gelas ukur, termokontrol, termokopel, dan barometer. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah nira tebu, air, metabisulfit dan pengawet.

Baca Juga :  Limbah Organik Alternatif Pakan Ternak Bernilai Ekonomi Tinggi

Metode Penelitian  Vakum Double Jacket dalam Proses Pengolahan Gula Merah Tebu

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental atau percobaan dengan menggunakan faktor perlakuan suhu yang terdiri dari tiga level perlakuan, yaitu suhu 600 oC, suhu 700 oC, dan suhu 800 oC. Pada masing-masing perlakuan dilakukan tiga kali ulangan dengan jumlah nira tebu sebesar 3 liter pada semua level perlakuan suhu. Data hasil penelitian dianalisa secara matematis dan disajikan dalam bentuk grafik kemudian di bandingkan perlakuan terhadap massa gula, keseimbangan massa pada proses pemasakan nira serta kebutuhan energi evaporator.

HASIL Vakum Double Jacket dalam Proses Pengolahan Gula Merah Tebu

Gambar 1. Grafik hubungan waktu pemasakan dengan suhu evaporator

 

Pada Gambar 1 diatas dapat diketahui bahwa suhu 60 oC mempunyai waktu pemasakan yang lama yaitu membutuhkan waktu selama 135,67 menit untuk menguapkan kandungan air yang terdapat pada 3 liter nira menjadi gula merah. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin rendah suhu yang digunakan, waktu yang dibutuhkan untuk menguapkan kandungan air yang terdapat pada nira tebu hingga mengental menjadi gula merah semakin tinggi. Hal ini dikarenakan semakin rendah suhu evaporator semakin sedikit partikel air yang dapat diuapkan, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menguapkan seluruh kandungan air yang terdapat pada nira. Pada Suhu 70 oC dan 80 oC lama waktu pemasakan nya lebih singkat di bandingkan dengan suhu 60 oC. Hal ini disebabkan karena jumlah energi panas yang di berikan lebih besar sehingga fase perubahan air menjadi gas menjadi lebih cepat sehinga kandungan air pada nira banyak yang hilang.

Baca Juga :  Jadi Jutawan, Bertani Singkong

Pada grafik diatas Vakum Double Jacket dalam Proses Pengolahan Gula Merah Tebu, menjelaskan hubungan antara suhu dan waktu, dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi suhu maka semakin pendek waktu yang dibutuhkan untuk mengentalkan nira hal ini disebabkan karena laju perpindahan kalor semakin cepat sehingga kenaikan titik didih bahan semakin cepat pula. Dengan kenaikan titik didih maka laju penguapan bahan semakin cepat sehingga proses pengentalan nira membutuhkan waktu yang lebih singkat.

Comments

comments

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

mesin alat pertanian, bibit tanaman, benih, mesin pakan ternak, mesin pembuat pakan ternak sapi, mesin pelet ayam, mesin pembuat pelet, mesin pakan ternak, broiler chicken, Broiler Poultry, harga doc broiler, jenis ayam broiler, ayam broiler, broiler doc, agro bank, idx agro, agro saham, BRI agro, fattening beef cattle, beef cattle, mesin pembuat pakan ternak sapi

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!