Perikanan

Waspada Musim Panas, Virus Myo Pada Udang Vaname

Sebenarnya penyakit virus Myo (myonecrosis) atau Infectious myonecrosis (IMNV) adalah penyakit udang yang disebabkan virus. IMNV menyerang udang jenis vannamei pertama kali di Situbondo Propinsi Jawa Timur bulan Mei 2006.

Gejala Klinisyang biasanya nampak, Warna merah pada segmen abdominal, myonecrosis (rusaknya jaringan otot) dengan ciri warna putih pada otot yang terserang. Pada udang vaname ada beberapa jenis berbeda, salah satu ciri-ciri penyakit ini biasanya segment badan udang terlihat seperti gompalan kapas keputihan ini disebabkan oleh kondisi stress dan kemudian mengalami kram. Diagnosa telah dilakukan dan dikonfirmasi oleh Aquaculture Pathology Lab di University of Arizona (Dr. Lightner, USA).

Pada tambak dengan biomass 3000 kg bisa terjadi kematian 50-200 kg dan ratio kematian umumnya antara 5-15 kg per hari. Species: P. vannamei, juvenil berumur 60- 80 hari. Ketika sedang molting massal yang bisa meningkatkan penyebaran penyakit Mio.

Biasanya wabah terjadi ketika musim panas dan ketidakseimbangan antara magnesium, kalium dan kalsium. Dengan kata lain, terjadinya CMS ini diakibatkan oleh ketidakseimbangan mineral dalam tubuh udang. Sebagai upaya pencegahan, tambak ditambah Powder zeolite, Vitamin C dan Aquavit Multivitamin sejak udang menginjak DOC 7.

Apa yang akan anda lakukan jika  udang muncul gejala Myo ?

Udang dengan ciri Udang pucat, kemudian memerah di bagian ruas bawah sampai ekor menandakan Myo. Jika udang kuat lanjutkan, namun untuk menghindari resiko gagal panen, lebih baik di panen saja.  Myo muncul akibat kondisi air yang terlalu pekat. Terjangkitnya virus Myo (myonecrosis)  pada udang, seperti ada bintik seperti kapas didalam daging, sesungguhnya bisa di antisipasi.

Untuk itu, Usahakan kecerahan air tidak terlalu pekat di kisaran 40-50. Kalau bisa warna air jangan hijau,usahakan arus air jangan berhenti mulai umur 45 hari sampai panen. Kondisi air harus tetap berputar arusnya. Pengisian air di anjurkan pada malam hari. Hal ini dilakukan agar air yang masuk ke tambak tidak terlalu banyak bibit planton yang masuk sehingga air tambak tidak mudah pekat.

Tetap antisipasi :

  1. Menjaga kecerahan di angka 40 cm di pagi hari, dan 35 cm di siang hari
  2. Sifon lumpur dasar tambak secara rutin
  3. Ganti air cukup dengan cara membuang air di siang hari dan mengisinya pada malam hari
  4. Penggunaan Aquastrong secara rutin untuk menjaga air kolam kita secara teratur, mencegah teteb lebih bagus daripada mengobati.
  5. Penggunaan Nutrilime secara rutin untuk memperbaiki kualitas kadar air.
  6. Tebar plankton cair Superzyme jangan sekaligus

Tag:

Terpopuler

close

Copyright © 2015 FMT. MVPT, powered by agrousaha.com

To Top
error: Content is protected !!